Seorang mom berbagi cerita tentang anaknya (usia 13 bulan) yang sedang disiapkan untuk lepas pampers dan ganti dengan celana biasa. Tetapi "Koq pipisnya sering sekali ya, kira-kira berjarak setengah jam. Normalnya setiap berapa jam ya? Saya takut dia kena silent ISK", ujarnya.
Tanggapan dari mom lain, menurutnya pipis setengah jam sekali memang cukup sering. Ia menjelaskan bahwa ISK adalah Infeksi Saluran Kemih, dan silent ISK adalah infeksi saluran kemih yang tidak mengalami tanda-tanda atau gejala. Biasanya infeksi saluran kemih akan ada gejala seperti suhu badan yang turun naik, rasa tidak nyaman bahkan sakit pada saat buang air kecil, anyeng-anyengan, dll.
Pada silent ISK tanda-tanda ini tidak ada, tetapi berat badan si anak stagnan, artinya bisa menghambat pertumbuhan anak yang bersangkutan. Walaupun begitu biasanya ada sedikit tanda-tanda seperti misalnya bau urine yang menyengat, anak menjadi agak rewel, panas badan yang tidak terlalu tinggi, saat pipis terlihat tidak nyaman. Untuk mengetahui apakah anak terkena ISK atau tidak, sebaiknya lakukan tes urine rutin untuk mengetahui apakah ada bakteri. Jika ditemukan bakteri, sebaiknya langsung dilakukan urine kultur. Untuk bayi biasanya direkomendasikan langsung urine kultur baru bisa diketahui ada bakteri atau tidak. Pengetesan urine rutin biasanya cepat (sekitar 1 jam) dan harganya relatif murah (sekitar 20 ribu)
Mom lain memberikan informasi, Infeksi Saluran Kencing atau Urinary Tract Infection, disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini lebih banyak dialami perempuan segala usia. Salah satu gejalanya, keinginan untuk buang air kecil sering atau anyang-anyangan. Pada balita, infeksi ini sering terjadi karena pemakaian popok. Misalnya popok yang sudah kotor, lama belum diganti juga yang menjadikan bakteri masuk ke vagina. Atau balita dibiarkan tidak memakai celana dalam yang bersih.
Penyembuhan alaminya dengan meminum jus yang terbuat dari buah cranberry atau makan vitamin sari cranberry (kalau di Indonesia, carikan buah yang rasanya kesat dan asam). Sebab dengan meminum sesuatu yang asam membuat air kencing asam juga dan membunuh bakterinya. Kalau infeksi ini sampai parah, gejalanya anak jadi demam, air kencingnya ada darahnya dan saat buang air terasa sakit. Saat inilah anak harus segera dibawa ke dokter untuk diberikan antibiotik. Jangan lupa terus memberikan banyak air putih saat anak sakit. Infeksi saluran kencing ini pun besar kemungkinannya dialami wanita yang sedang hamil. (Berdasarkan pengalaman pribadi).
Jika si anak tidak mengalami gejala-gejala silent ISK, sepertinya dia tidak sakit atau mengalami infeksi. Jika memang si ibu sedang mengajarkan anak pipis sendiri tanpa popok, si anak pasti bolak-balik ke kamar mandi. "Pengalamanku, 2 anakku bisa membuat aku bolak balik tiap 10 menit cuma merasakan ingin pipis. Anak kecil yang sedang diajarkan pipis sendiri biasanya takut buat ngompol, makanya jadi sering bolak balik ke kamar mandi. Sebaiknya ditanya apa benar dia pipis, apa sakit waktu pipis dll. Masing-masing anak berbeda waktu diajarkan buang air sendiri. Pengalamanku, aku sampai tidur di kamar mandi menunggui anakku yang buang air," katanya.
Untuk tes urine, sebaiknya ke dokter dulu, karena dokter yang tahu apa yang harus dicari/diperiksa di urine-nya. Jika si anak kelihatannya tidak sakit, tidak perlu ke dokter. "Saranku, kasih minuman jus buah aja yang agak asam. Sekalian dicatat kalau sempat berapa kali si anak buang air kecil dalam sehari. Kalau memang sedang dilatih pipis sendiri, berarti ibunya juga mesti perhatikan popoknya ya. Kalau bersihnya lama, berarti dia sudah bisa ngatur tuh kapan mau pipis. Dua anakku yang besar begitu , tiba-tiba suatu hari popoknya kering terus. Mengurus anak belajar pipis sendiri memang suka bikin panik. Kalau sampai anak susah buang air kecil, dia pasti mengeluh sakit," tambahnya.
Sebagai masukan ia juga menginformasikan bahwa di US tersedia Urinary Tract Infection (UTI) kit yang bisa dipakai mendeteksi infeksi dari awal. Belinya bisa di pharmacy atau supermarket. "Saran dokterku dulu, terutama untuk wanita atau anak perempuan, saat membasuh kemaluan sesudah buang air, lakukan dari depan ke belakang (ke arah pantat). Sebab ini dimaksudkan mencegah bakteri masuk kemaluan," tutupnya. (DD/WRM)