We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Bebas Bereksplorasi di Alam
Bebas Bereksplorasi di Alam E-mail
Selasa, 11 April 2006

“Capung itu bentuknya seperti apa ya?”…. “wah ada lampu terbang, binatang apa ya, koq matanya seperti senter?”…. pertanyaan-pertanyaan tadi menyiratkan bagaimana anak-anak di kota telah termakan moderenisasi. Mereka tidak lagi mengenal bermain di luar. Yang mereka tau hanya bermain playstation, jalan-jalan ke mall, sekolah dan belajar. Padahal, sejatinya masa kanak-kanak adalah masa untuk bermain di luar, lari-lari, dan bersosialisasi dgn teman-temannya. Hal ini akan membawa dampak positif terhadap anak. Misalnya, daya kreatifitasnya akan tinggi, juga kepekaan sosialnya juga akan terasah. Orang-orang di luar negeri, telah banyak menyadari hal ini. Mereka berusaha agar anak-anaknya bisa lebih banyak bermain di luar, daripada hanya sekedar duduk diam di rumah.

Pengalaman masa kanak-kanak adalah masa yang indah. Mereka akan banyak menceritakan pengalaman yang mereka dapatkan, dan itu akan membekas dalam hatinya. Biarkan mereka bebas, baik itu bermain, berkreasi, dan merasakan kekecewaan. Karena dari sanalah timbul kepekaan dan ketegaran. Ada 2 pilihan bagi orang tua bagi kehidupan anak-anaknya, mau menjadikan masa kanak-kanak si-anak sebagai emas, atau justru sebagai awal kehancuran!!!

Jika hanya otak kiri yang di pacu untuk berkembang, dengan pemberian pelajaran-pelajaran yang meningkatkan IQ, si-anak akan kesulitan mengatasi berbagai masalah kehidupan, karena faktor IQ hanya mempengaruhi sebagian kecil dari kondisi masa depan. Sisanya ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengembangkan kecerdasan emosi yang dipacu oleh otak kanan. Dengan tingginya kecerdasan emosi, maka si-anak tidak hanya memikirkan yang berbau eksak (perkembangan otak kiri), tetapi dia akan memikirkan sosial, seni, lingkungan, dan lain-lain. Sehingga kepedulian akan lingkungan hidup akan tinggi, jika selama bermain mereka banyak dikenalkan dengan lingkungan, berinteraksi langsung, menjadikan lingkungan hidup sebagai obyek daya fantasi mereka yang akan membuat perasaan cinta terhadap lingkunganpun akan tinggi.

“kalau hujannya deras baru kita main hujan ya sayang…” itulah janjiku pada Nadhif saat hujan mulai turun. Saat-saat seperti ini adalah saat yang ditunggu-tunggu, karena seringnya saat hujan turun aku masih berada di kantor, jadinya tidak bisa main hujan bersama Nadhif.

“…ayo masuk, jangan main hujan, nanti sakit” kalimat ini sering terdengar keluar dari mulut seorang ibu yang khawatir kalau anaknya bermain hujan. Tapi ajakan bermain hujan justru keluar dari mulutku saat hujan turun. Main hujan bukan sembarang main hujan, tapi dengan sederet syarat, hujan harus benar-benar deras, begitu selesai main hujan langsung mandi cuci kepala, selesai mandi seluruh tubuh di balurin dengan minyak kayu putih dan minum minuman hangat. Kenapa aku begitu bersemangat mengajak Nadhif bermain hujan? Karena aku sangat suka bermain hujan bahkan sampai sekarang pun aku masih suka main hujan, jadi aku ingin menularkan kesukaanku ini ke Nadhif. Selain itu dengan bermain hujan kita dapat mengajarkan ke anak bagaimana hujan itu turun dari langit.

Nadhif tidak saja bebas bermain hujan (bebas disini dalam artian “dengan pengawasan”), tapi juga bebas bermain tanah dan pasir dihalaman rumah, bahkan disawah dekat rumah. Dengan bermain air anak akan menjadi tahu konsep tentang benda cair yang akan berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Dengan bermain tanah dan pasir anak akan dapat membuat bentuk-bentuk yang mereka inginkan, dapat juga dijelaskan kepada anak bahwa ada makhluk lain yang hidup didalam tanah. Sawah juga dapat dijadikan tempat bermain sambil belajar, anak akan tahu bahwa nasi yang mereka makan berasal dari padi yang ditanam di sawah. Disawah juga hidup makhluk lain seperti burung, capung, belalang, dan lain-lain.

Sebelum Nadhif lahir, bahkan jauh sebelum menikahpun aku sudah menanamkan dalam hati bahwa nantinya aku akan memberikan pengalaman yang indah untuk dikenang saat dia dewasa nanti. Kenangan indah itu bukan harus dengan bepergian ketempat-tempat yang jauh ataupun dengan permainan yang mahal-mahal, tapi dapat berupa pengalaman yang mungkin kecil artinya tapi besar manfaatnya untuk perkembangan jiwanya nantinya.

Aku merasa beruntung karena tanpa disengaja aku nyasar ke HP-nya WRM dan akhirnya aku tertarik untuk bergabung di millis WRM. Kenapa aku bilang beruntung? Karena aku menemukan teman-teman yang seide denganku dalam hal mendidik anak, juga mommy-mommy yang lebih senior yang tidak pelit berbagi pengalamannya dalam hal mendidik anak mereka, yang dapat aku jadikan inspirasi dalam mendidik Nadhif.

Makasih Mom Mei untuk tulisannya :

Baca buku tentang binatang itu baik l
ebih baik lagi ke kebun binatang
Baca buku tentang makanan itu baik
lebih baik lagi ajak anak main masak-masakan atau masak di dapur
Baca buku ttg anggota tubuh itu baik l
ebih baik lagi biarkan anak mengenal tubuhnya sendiri
Baca buku tentang tanaman itu baik
lebih baik lagi ajak anak menanam sesuatu atau berkebun
"Tell me - I forget. Show me - I remember. Let me do - I understand"

(Dhinok)

** referensi : http://www.pplh.or.id

**+++ Artikel Parenting Paling Kreatif +++**

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement