We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Fisiologi Menyusui dan Faktor Sukses Pemberian ASI
Fisiologi Menyusui dan Faktor Sukses Pemberian ASI E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 08 Pebruari 2006

Kuantitas produksi ASI banyak ditentukan oleh isapan bayi pada puting areola serta rasa percaya diri ibu bahwa ia dapat sukses menyusui dan memproduksi ASI yang cukup buat bayinya. Mekanisme ini melibatkan permainan di otak untuk mengatur mekanisme pengaturannya. Bagaimana sebenarnya mekanisme produksi ASI? Proses fisiologi apa yang terjadi?. Diskusi tentang tema produksi ASI di milist wrm-indonesia akhirnya menyinggung permasalahan fisiologi menyusui. Silakan simak ringkasannya di bawah ini.

Apa sih peran penghisapan puting serta areola terhadap produksi ASI?

Saat bayi menghisap puting areola maka syaraf afarent akan merangsang hipofise anterior untuk memproduksi prolaktin yang nantinya akan merangsang sekresi ASI (Bintaryati, 1992). Jumlah prolaktin yang akan diproduksi tersebut akan banyak bergantung dari frekuensi dan intensitas isapan bayi (pro lactin reflex).

Pembendungan ASI yang terjadi dalam alveolus akan menyebabkan adanya penekanan pada pembuluh darah. Hal itu akan menyebabkan penurunan pro laktin dalam darah sehingga sekresi ASI juga akan berkurang.

Pengeluaran ASI juga terjadi karena adanya rangsangan mekanis ujung syaraf pada puting dan areola oleh isapan bayi. Rangsangan itu nantinya akan diteruskan ke bagian hipotalamus dan menyebabkan hipofisa posterior mensekresikan oksitosin ke dalam peredaran darah. Oksitosin itu akan merangsang sel mioepitel sehingga menyebabkan ASI diperas melalui salurannya ke muara di puting susu untuk diisap bayi (let down reflex).

Katanya keyakinan ibu bahwa produksi ASI nya mencukupi kebutuhan bayi akan berpengaruh besar terhadap produksi ASI. Kok bisa sih?

Benar, keyakinan atau "pede" ibu bahwa ia dapat sukses menyusui si kecilnya berperan tidak kalah pentingnya terhadap produksi ASI. Keyakinan ibu yang ada di otak akan mempengaruhi kerjanya hipofisa anterior (--> pro lactin reflex) dan hipofesa posterior (--> let down reflex) seperti yang telah disinggung di atas.

Karenanya tak mengherankan, salah satu kunci sukses menyusui adalah keyakinan ibu bahwa ia dapat memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayinya!

Ada tidak faktor emosi dan sosial lain yang juga berpengaruh terhadap sukses menyusui?

Dengan mengacu teori dari G.J Ebrahim (1978) di bukunya Breastfeeding- the Biological Option, ia tuliskan bahwa terdapat beberapa faktor emosional dan sosial yang mempengaruhi sukses menyusui. Salah satu faktor yang dapat disebutkan diantaranya adalah nasehat dan pengalaman selama masa kehamilan dan persalinan. Karenanya penting sekali bagi para ibu mengunjungi klinik laktasi terdekat untuk mendapatkan "support" pemberian ASI pada sang buah hati.

Selain itu faktor laktasi yang berhasil pada kehamilan terdahulu juga disebutkan pula. Hal itu tak lain akan berhubungan dengan kepercayaan diri sang ibu bahwa ia akan mampu mula memberikan ASI secara sukses dengan berpatokan pada pengalaman menyusui pertamanya yang berhasil.

Nilai nilai yang berlaku pada masyarakat juga disebutkan oleh Ebrahim sebagai faktor penting penunjang keberhasilan menyusui. Dalam masyarakat yang menganggap tak lazim menyusui anak lepas usia satu tahun, biasanya ibu pun memilih menyapih sang anak bila tak "kuat" dengan tekanan tatanan norma yang berlaku.

Di atas adalah sebagian faktor emosi dan sosial penunjang keberhasilan pemberian ASI. Bila faktor tersebut dapat dijadikan faktor pendukung yang berefek positif pada busui, maka sukses menyusui relatif akan lebih mudah dicapai. (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement