We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kesehatan Anda arrow Racun Dalam Makanan dan Fungsi Imunitas Tubuh
Racun Dalam Makanan dan Fungsi Imunitas Tubuh E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 25 Januari 2006

Insiden pengunaan formalin, pewarna teksil pada bahan makanan, borak serta flu burung adalah beberapa kejadian yang akan membuat kita berpikir dua kali dalam menyantap bahan bahan makanan tertentu. Namun haruskah kondisi seperti ini membuat kita menjadi "paranoid" dan serta merta "berpuasa" terhadap segala makanan yang ditemui di pasar tradisional?. Simak rangkuman diskusi berikut di We R Mommies Indonesia yang membahas tentang tema bahan makanan tambahan berbahaya serta kaitannya dengan imunitas tubuh.

Benar tidak sih bahwa suplementasi kesehatan dapat memblokade racun racun dalam makanan?

Salah satu mom di wrm-indonesia berpendapat bahwa suplemen makanan rasanya tidak diperlukan untuk menjalankan fungsi tersebut, terlebih apabila kita telah mengkonsumsi bahan makanan sehat yang seimbang.

Mom yang lain menyampaikan bahwa zat besi, protein dan asam folat berfungsi membantu tubuh membuang racun yang masuk ke dalam tubuh. Demikian halnya memiliki fungsi penting saat kadar timbal dalam darah relatif tinggi. Karenanya beliau menganjurkan untuk mengkonsumsi jenis bahan makanan yang kaya akan makro dan mikronutrisi tersebut.

Kapan ya menentukan batasan kita perlu suplemen?

Mom ini berpendapat bahwa sebaiknya dilihat dahulu tujuan pengkonsumsian supplemen tersebut. Beliau sendiri mengkonsumsi suplemen walaupun tidak setiap hari, misalnya saat beliau merasa makanan yang dikonsumsi kurang memiliki nilai gizi. Namun jangan sampai terjadi kondisi ketergantungan. Suplemen jelas bermanfaat menurutnya, namun tidak dapat menyembuhkan penyakit.

"Sebenarnya bila kita dapat mengkonsumsi makanan yang variatif kandungan makronutrisi dan mikronutrisi nya dengan jumlah sesuai kebutuhan tubuh, rasanya tubuh kita tidak memerlukan suplementasi" demikian pendapat mom berputra tiga yang dikutip dari materi perkuliahan dosen dari Universitas Tuebingen. Dengan adanya makronutrisi dan mikronutrisi yang mencukupi, maka mekanisme immune response (yang kompleks)dapat berjalan secara optimal (catatan: dalam keadaan kita sehat).

Sebenarnya apa sih fungsi kekebalan tubuh?

Beberapa fungsi kekebalan tubuh adalah mengenal invading pathogens dan toxins. Kemudian menghancurkan atau menginaktifkan pathogens, toxin atau mencegah further spread dan multiplikasi. Mekanisme responsnya sendiri melibatkan komponen humoral (mis: Lysozyme, IgM dll) dan selluler (phagocytes, T Lmyphocytes). Komponen komponen tersebut ada yang sudah ada sejak lahir (present at birth, innate), seperti contoh pertama dan ada yang didapat dari repeated infection (acquired immunity), seperti contoh kedua.

Hubungan antara barries dan respon terhadap infeksi sendiri bagaimana?

Pemeliharaan barries dan respons terhadap infeksi/toksin merupakan proses yang metabolically highly kompleks.Namun yang penting kita ingat dan ketahui, proses proses di atas tersebut membutuhkan supplai adekuat dari makronutrients untuk energi dan struktur molekul serta mikronutrients sebagai komponen dari enzim dan proses pengaturan.

Karenanya hubungan antara infeksi dengan penyakit akan mudah terlihat pada golongan yang masuk kategori undernutrition. Contohnya bila seseorang status gizinya buruk maka biasanya jumlah Lysozme berkurang. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya impaired mucosal defence. Keadaan lain, dapat juga terjadi berkurangnya jumlah T-Cells, dan keadaan tersebut akan menyebabkan menurunnya cell mediated immunity.

Fungsi mikronutrisi sendiri apa ya?

Mikronutrients yang jumlahnya hanya 5% dari mammalian dry cell weight, namun ia memiliki peran vital sekali untuk mengatur metabolisme. Walau manfaat vitamin sudah ditemukan beberapa abad yang lalu, namun kaitannya keadaan defisiensi vitamin dengan kasus morbiditas dan mortalitas baru benar benar dipelajari beberapa dekade belakangan ini.

Dari penelitian penelitian yang sudah dilakukan, mikronutrient yang memiliki peran penting pada kasus penyakit penyakit infeksi adalah vitamin A, Zinc dan Iron. Namun ilmuwan juga menemukan bahwa perubahan terhadap fungsi imun juga didokumentasikan pada mikronutrients yang lain, termasuk riboflavin, folic acid, pyridoxine, pantothenic acid, vitamin B12, vitamin C, magnesium dan kopper.

Jadi memang benar ya, protein memiliki fungsi penting dalam fungsi imun tubuh?

Ya, untuk membangun fungsi kekebalan tubuh optimal diperlukan asupan energi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, khususnya protein (yang merupakan bagian penting dari sel-sel imun tersebut). Demikian halnya beberapa mikronutrients yang telah disebutkan di atas.

Seberapa banyak sih sebenarnya kebutuhan tubuh akan mikronutrisi dan makronutrisi tersebut?

Yang perlu diperhatikan adalah asupan yang sesuai dengan jumlah kebutuhan tubuh, bila kita dalam keadaan sehat. Asupan energi (khususnya protein) yang lebih tinggi diperlukan bila kita dalam keadaan sakit. Mengapa? Karena dalam keadaan sakit, tubuh membutuhkan energi kualitas tinggi untuk menjalankan fungsi inflamasi serta agar fungsi cytocine network dapat berjalan optimal. Namun perlu dicatat bahwa terdapat "kontra" untuk pemberian Fe asupan tinggi dalam kondisi beberapa penyakit infeksi.

Ada hal lain yang dapat dilakukan untuk meminimalkan racun dalam tubuh selain hal hal di atas?

Salah satu yang mom ini yakini, puasa dapat meminimalkan racun-racun yang ada dalam tubuh. Sehingga akan baik bila kita memperbanyak kuantitas dan kualitas puasa kita. Cukup banyak bukti bukti ilmiah yang mendukung tentang keuntungan puasa dilihat dari segi kesehatan. Beliau sendiri sempat menemukan link yang telah dipublikasi di jurnal-jurnal ilmiah. "Namun yang dimaksud puasa ini, bukan puasa yang aneh-aneh ya!" demikian penekanan yang beliau sampaikan mengingat banyak juga jenis puasa dengan tujuan diet/pengobatan yang sebenarnya malah membahayakan tubuh dan dilarang oleh pemberantas fraud di bidang kesehatan.

'Salah satu mom yang bermukim di Amerika juga menyampaikan tips yang lain, yaitu dengan memanfaatkan bumbu di sekitar kita. Misalnya memasak dengan menggunakan garlic, onion, kunyit, jahe, kayu manis dll sebagai bumbu. Selain bermanfaat buat kesehatan, akan menambah pula cita rasa masakan. Misalkan kita memasak ayam dimana kita tak mengetahui berapa banyak kandungan hormon yang disuntikkan ke ayam tersebut, gunakan saja bumbu sebagai penyeimbang, demikian saran beliau. "Selain lebih sehat, rasanya pun akan lebih mantap !" tutup mom ini di akhir postingannya. (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement