We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kesehatan Anda arrow Mengatasi Masuk Angin
Mengatasi Masuk Angin E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 18 Januari 2006

Seorang mom di milis WRM menanyakan cara mengatasi masuk angin, sebab sudah beberapa hari ia menderita masuk angin yang membandel. "Selama ini kalau sudah mulai terasa, saya hanya minum teh hangat dengan madu, tapi kali ini tidak mempan. Ada yang punya resep tradisional untuk ini?", tanyanya.

Seorang mom menanggapi, bahwa sebetulnya secara medis tidak ada penyakit 'masuk angin'. "Tetapi kalau badan sedang terasa tidak enak seperti mau flu, coba teh madunya ditambahkan jahe. Caranya, jahe dicuci, lalu kerok kulitnya. Bakar di kompor sebentar lalu dikeprek. Setelah itu masukkan ke teh madunya dan diminum panas-panas. Enak rasanya hangat di badan, di perut juga lebih nyaman," katanya. Lalu ditambahkannya bahwa menurut teman-temannya yang keturunan Cina, resep ini akan lebih manjur jika menggunakan jahe merah.

Tambahan dari mom lain, katanya selai minum teh jahe hangat, juga badan diberi balsem atau minyak kayu putih dan diurut sedikit. "Kalau tidak sembuh juga, makan makanan yang berbumbu pala dan merica, biasanya sup hangat. Lalu bawa tidur, nanti bangun-bangun sudah segar", ujarnya.

Tanggapan lain menyarankan untuk minum obat seperti ibuprofen atau tylenol yang biasa untuk pain reliever, tetapi hanya jika sudah benar-benar tidak kuat dengan masuk anginnya. "Atau kalau mau ya pakai Vicks vapor rub, dioleskan sambil dipijat-pijat," tambahnya.

Sebagai tambahan, berikut ini resep tradisional untuk mengatasi masuk angin dari prof. Hembing dari website cybermed

"Masuk angin merupakan gangguan yang umumnya biasa terjadi pada semua orang. Gejalanya seperti; perut kembung, pusing, keringat dingin, mual, dan lidah terasanya pahit. Namun, gangguan ini juga bisa merupakan gejala dari penyakit lain.
Pengobatan masuk angin secara alamiah :
200 gr ubi jalar merah + 20 gr jahe + 5 butir cengkeh + 5 butir kapulaga + 1 jari kayu manis + gula merah secukupnya, masak menjadi kolak, makan 1 kali sehari. "

Di bawah ini sebuah artikel tentang masuk angin sebagai tambahan informasi.

Masuk Angin pada Anak

Kecil-kecil kok gampang masuk angin? Hati-hati lho! Meskipun kerap dianggap penyakit ringan, namun gejalanya bisa menjadi tanda adanya penyakit lain.

Masuk angin bukan saja terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun ternyata sering mengalaminya. Namun menurut Dr. H. Widagdo, SpA. MBA, sebenarnya istilah masuk angin bukanlah istilah medis. Pernyataan ini diberikan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, pada acara Talkshow "Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Anak Secara Dini" yang diadakan atas kerjasama antara PT Sido Muncul, restoran Red Pepper dan Tabloid Ibu dan Anak.

"Istilah itu tidak bisa dikatakan sebagai terminologi baku, karena sebenarnya merupakan salah satu gejala influenza," paparnya. Hanya saja, masyarakat awam sudah terlanjur menggunakan istilah ini. "Kesalahan ini hanya salah kaprah saja, tidak akan menimbulkan masalah," papar dokter spesialis anak yang berpraktek di RS Harapan Kita, jakarta ini.

Bukan Istilah Medis

Di dunia medis, masuk angin dikenal dengan nama Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) atau Upper Respiratory Infection dan Common Cold. Sama halnya dengan penyakit pilek atau flu, masuk angin juga disebabkan oleh bermacam-macam virus yang jumlahnya lebih dari 200. Misalnya rhinovirus, virus influenza, virus para-influenza, virus syncytial dan Coronavirus.

Anak-anak merupakan penderita yang paling sering terserang penyakit ini. Dalam setahun, mereka bisa terkena 3-8 kali gejala masuk angin. "Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap kerapnya kejadian, yaitu pada hunian yang padat, keadaan sosial ekonomi yang rendah, dan kontak langsung pada penderita ISPA," ujar Widagdo.

Di kota besar yang jumlah penduduknya padat seperti Jakarta, sangat rawan bagi anak-anak tertular penyakit ini. "Penularan yang paling sering menyebabkan anak-anak terserang masuk angin adalah adanya kontak langsung dengan penderita. Yaitu melalui percikan ludah pada waktu berbicara, batuk, dan bersin."

Gejala masuk angin, biasanya bisa bermacam-macam. Pada beberapa orang, ditandai dengan perut yang terasa kembung dan disertai rasa kurang nyaman dan mual-mual. Namun ada juga yang merasakan masuk angin, dengan gejala-gejala seperti demam, batuk, pilek, serta pusing. Dari berbagai gejala ini yang bervariasi ini, memang masih belum bisa dipastikan mana yang sebenarnya dinamakan masuk angin.

Waspada Gejala Penyakit Lain

Menurut Dr. Anies, sebenarnya masuk angin merupakan sekumpulan gejala yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada sistem tubuh manusia. Pada umumnya, sistem tubuh yang terganggu adalah sistem pencernaan, sistem pernafasan, serta sistem peredaran darah dan jantung. "Tapi ada kalanya gangguan itu terjadi pada satu sistem saja, meskipun kadang ada juga yang mengenai beberapa sistem," jelas dokter umum yang tinggal di Semarang ini.

Beberapa gejala seperti kembung, mual, dan gangguan pencernaan kadang di salah artikan sebagai gejala masuk angin. Misalnya pada orang-orang yang banyak mengkonsumsi makanan penimbul gas (seperti kubis atau kacang). Rasa tak enak yang disebabkan terjadinya penumpukan gas pada lambung, kerap dengan mudah di sebut masuk angin oleh orang tersebut.

Bahkan pada kasus masuk angin yang kerap dikatakan sebagai "angin duduk", menurut Anies sebenarnya bisa merupakan gangguan yang terjadi pada jantung. "Gangguan yang terjadi pada jantung kadang juga dikelirukan sebagai masuk angin, akibatnya, orang menyangka itu masalah sepele," tuturnya. Gangguan ini tentunya tidak akan bisa disembuhkan hanya dengan dikerik, dan bila tidak segera ditangani bisa berakibat fatal.



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement