We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kesehatan Anda arrow Mikronutrisi, Sistem Imunitas Tubuh dan Infeksi
Mikronutrisi, Sistem Imunitas Tubuh dan Infeksi E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 11 Januari 2006

Adakah keterkaitan antara infeksi dan mikronutrisi?

Hingga kini, hanya ada bukti ilmiah yang membuktikan adanya hubungan vitamin A, Zinc dan Iron dengan infeksi. Hal tersebut akan lebih teramati pada kondisi "poor".

Dimana ditemukan sumber vitamin A?

Vitamin A ditemukan dalam bentuk preformed vitamin (retinol) di sumber makanan hewani serta provitamin (beta-carotine)di sayuran dan buah-buahan. Contoh makanannya sendiri: hati, fish liver oils, susu, produk turunan susu, butter, telur dll.

Apa yang terjadi di tubuh kita dalam kondisi defisiensi vitamin A?

Bila terjadi kondisi defisiensi atau kekurangan vitamin A, maka diantaranya dapat menyebabkan "impaired defence" di permukaan epithelial yang disebabkan oleh rusaknya struktur epitel. Selain itu juga terjadi perubahan mucous, diminished sekretasi dari IgA dan juga akan "diminished" fungsi dari neutrophils, makrofagus dan natural killer cells. Kondisi defisiensi juga akan merubah B dan T-Cell proliferation an function, khususnya Th2-dependent antibodi-mediated responses.

Adakah bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan atara defisiensi vitamin A dengan timbulnya beberapa penyakit infeksi dan mortalitas?

Dari studi cross sectional dan longitudinal dicatat jelas adanya hubungan antara defisiensi vitamin A dengan peningkatan kasus diarrhoea dan respiratory infections serta meningkatkan angka mortalitas pada anak-anak (Sommer et al.).

Pada wanita diamati bahwa kekurangan vitamin A akan berasosiasi dengan meningkatnya risiko urinary atau reproductive tract infections dan diarrhoea (Christian et al). Konsentrasi serum vitamin A yang rendah juga diindikasikan dengan meningkatnya risiko vertical transmission HIV di studi prospective cohort (Shey et.al 2002).

Kalau keterkaitan konsumsi vitamin C dosis tinggi dengan sistem imun bagaimana?

Nah kalau keterkaitan konsumsi vitamin C dosis tinggi dengan sistem imun, menurut salah satu narasumber sih belum ada bukti statistik jelas yang menerangkan keterkaitannya dengan mekanismenya (minimal hingga saat ini). Jadi penjelasan lebih lanjut belum bisa disampaikan, tapi baru bukti empiris vitamin A nya saja yang dapat disampaikan.

Lho jadinya tidak ada pengaruh konsumsi vitamin C dengan infeksi, sistem imun begitu?

Sebenarnya vitamin C juga didokumentasikan terhadap perubahan fungsi imun. Seberapa jauh ? Nah kalau menurut narasumber dari universitas Tuebingen, mekanismenya dan sejauh mana, belum jelas diketahui.

Kalau fungsi Zinc sendiri terhadap imunitas tubuh bagaimana?

Zinc ini merupakan komponen terbesar dari metalloenzymes. Ia juga memiliki peran penting dalam pembentukan dan aktivasi dari T-Lympocytes.

Sumber makanan yang kaya akan zinc contohnya apa saja ya?

Beberapa sumber zinc yang bisa disebut adalah red meat dan poultry, beans, kacang2an, certain seafoods, whole grain dll. Namun perlu diperhatikan, absorbsi Zinc akan lebih besar dari sumber hewani dibanding yang nabati.

Adakah keterkaitan defisiensi zinc dan defisiensi vitamin A?

Ya, defisiensi Zinc dan Vitamin A biasanya saling terkait.

Bila ada program supplementasi Zinc pada anak anak (khususnya di negara berkembang), perbaikan apa yang dapat diamati?

Supplementasi zinc pada anak anak di negara berkembang biasanya akan berhubungan dengan makin membaiknya in stunted growth, kenaikan berat badan pada underweight children, reduksi kasus diare dan pneumonia. Zinc juga berperan dalam menurunkan the duration of colds pada orang dewasa (Mossad et al 1996). Dan "katanya" juga mungkin punya peran penting dalam prevensi malaria, walau datanya masih inkonsisten.

Kalau tentang suntik vitamin C?

Wah belum bisa menjawab, karena belum banyak informasi valid yang beredar.

Kalau mengkonsumsi iron, memang dapat terkena diare?

Kejadiannya diare pada suplementasi iron sebenarnya "a small but significant increase in the risk of developing diarrhoea" biasanya dihubungkan dengan adanya program pemberian supplementasi iron, khususnya di daerah endemik malaria (Sachdev et al.2002). Professor itu menggaris bawahi "daerah endemik malaria" karena umumnya data penelitian terkait berasal dari daerah-daerah yang endemik malaria.

Lho bukankah bila kita terlalu banyak mengkonsumsi iron pup-nya dapat menjadi keras?

Tentang kaitan konstipasi dan pemberian supplemen besi, memang benar adanya. Namun kejadian diare dan gangguan gastrointestinal lain biasanya juga bersamaan muncul di kalangan populasi yang diteliti (coba masukan kata kunci iron supplementation constipation diarrhoea di google scholar maka nantinya akan dimunculkan beberapa penelitian terkait). Jadi sebenarnya tak hanya efek konstipasi yang muncul dalam pemberian supplementasi besi, namun gangguan gastrointestinal lain juga dapat muncul.

Berkaitan dengan suplementasi besi, "katanya" ada data yang "conflicting" ya?

Ya benar, karena di satu sisi suplementasi memberikan keuntungan tapi juga ditemukan adanya "harmful effects" nya. Hal tersebut lebih jelas teramati pada daerah yang terkategori endemik malaria.

Review sistematik terbaru (2002) hanya menyimpulkan bahwa suplementasi iron tidak memiliki efek membahayakan "on the overall incidence of infectious diseases in children, but there's a small but significant increases in the risk of developing diarrhoea (Sachdev et al.2002)".

Tentang review yang baru saja disebutkan, dapat diceritakan lebih lanjut?

Sebenarnya masih ada pertanyaan yang belum terjawab dan memunculkan issue baru. Contohnya, risiko tinggi terhadap diare dari supplementasi iron sebenarnya disebabkan oleh infeksi gastrointestinal atau oleh konsekuensi irritant effect dari iron on the gut motility, ini juga belum terjelaskan.

Juga belum dapat dijelaskan efek dari "effect of dose" pada insidens dari infeksi. Namun "katanya" untuk diare, pada anak anak yang mendapatkan makanan fortifikasi (dibandingkan dengan yang mendapatkan "medicinal iron"), kemungkinan adanya "dose related effect" dapat teramati.

Karenanya kebijakan fortifikasi dengan dosis rendah iron secara teori dianggap sebagai intervensi public health yang teraman.

Adakah efek buruk supplementasi besi (khususnya yang berlebihan) pada tubuh?

Supplementasi besi, apalagi yang berlebihan, sebenarnya dapat meningkatkan produksi "free radical" dalam tubuh, dan ini akan menimbulkan efek berbahaya terhadap imunitas tubuh (khususnya bagi golongan yang termasuk high risk). Sulitnya, pertahanan terhadap free radikal ini "are compromised in the most" di kasus defisiensi iron dan malnutrisi.

Sehingga salah satu kebijakan penanganan kasus pada anak anak yang malnutrisi parah (kwashiorkor dan marasmus), di awal treatmentnya mereka tidak boleh diberikan iron hingga selera makannya muncul. (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement