We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Usia Berapa Bayi Mulai Mengenal Makanan Pendamping ASI?
Usia Berapa Bayi Mulai Mengenal Makanan Pendamping ASI? E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 12 Desember 2005

Memiliki anak pertama tentunya merupakan pengalaman yang sama sekali baru, dan karenanya banyak yang perlu ditanyakan tentang banyak hal, termasuk mengenai usia pengenalan makanan (Makanan Pendamping Air Susu Ibu = MPASI) pada bayi. "Saya bingung, sebaiknya anak saya mulai makan usia berapa ya? 4 atau 6 bulan?" begitu tanya seorang ibu yang anak pertamanya baru akan memasuki usia 4 bulan dalam beberapa hari. "Makanannya berbentuk apa? Bubur? Pisang? Jadwalnya bagaimana?" tanyanya kemudian.

Tanggapan dari para mommies di milis WRM rata-rata menyarankan untuk menunggu sampai dengan usia bayi 6 bulan, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Disebutkan pula bahwa dalam penelitian terbaru banyak hal yang membuktikan bahwa pemberian bahan makanan tambahan (BMT) sebelum usia 6 bulan biasanya tidak memberikan keuntungan yang "dikenal" bagi bayi. Selain itu juga malah mempersingkat masa total pemberian ASI eksklusif, serta ada kemungkinan malah dapat terbentuk alergi terhadap bahan makanan tertentu.

Kadang-kadang memang ibu yang baru memiliki anak pertama dibuat bingung soal ini karena pengaruh pendapat kiri kanan seperti dari keluarga atau tetangga. Informasi tentang perubahan masa pemberian MPASI ini dijelaskan oleh seorang mom. Menurut informasi tersebut, untuk panduan internasionalnya sendiri ada dua macam. Hingga awal tahun 90-an, organisasi internasional seperti WHO dan UNICEF menganjurkan pemberian BMT pada akhir usia bayi 4 bulan. Anjuran ini sendiri hingga kini masih dijadikan referensi di Jerman oleh Deutschen Gesellschaft fuer Ernaehrung (DGE 1996), Forschungsinstitut fuer Kinderernaehrung (aid 1998) dan der Nationalen Stillkomission (2001). Kemudian pemberian BMT sekitar usia 6 bulan sendiri dianjurkan oleh UNICEF pertama kali dalam publikasi UNICEF (Facts of life 1993) dan resolusi 47.5 World Health Assembly (1994).

Awal mulanya mungkin karena ditemukan adanya peningkatan jumlah kasus alergi pada bayi karena makanan tambahan di Amerika dan Eropa. Sejak tahun 1999, UNICEF konsekuen untuk menyuarakan pemberian BMT saat bayi berusia 6 bulan. Dalam publikasi WHO sendiri (1999) dua panduan tersebut juga ditemukan, namun panduan terbaru WHO untuk eropa dan negara2 bekas Uni Sovyet menyebutkan adanya anjuran pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan (Michaelsen et al 2000). Dalam dokumen lain American Academy of Pediatrics (1997) dan Health Care Inspectorate and Nutrition Centre Niederlande (1999) juga ditemukan anjuran serupa.

Dalam literatur ilmiah terbaru atas dasar keuntungan dari segi kesehatan pada bayi, maka anjuran pemberian ASI hingga usia 6 bulan selalu disebutkan. "Repotnya, interpretasi hasil studi dan anjuran tersebut biasanya 'dipersulit' dengan adanya definisi yang tidak cukup serta tak adanya ketepatan terminologi (semisal: sejak usia 6 bulan, kira kira usia 6 bulan, setelah usia 6 bulan)" lanjutnya kemudian.

Ditambahkannya bahwa untuk pemberian bahan makanan tambahan antara usia 4-6 bulan dapat dipertimbangkan bila:
- anak memiliki permasalahan gizi buruk (baca: bila referens kurva untuk anak yang memperoleh ASI: berat/tinggi badan = -2SD) dimana pertolongan pertama perbaikan manajemen laktasi tidak memberikan hasil yang memuaskan.
- adanya permasalahan kesehatan khusus pada anak (misal gangguan metabolisme tubuh tertentu) ataupun pada ibu. (Kaufmann, Scherbaum 2003)

Bila tidak ada permasalahan khusus, biasanya anjuran pemberian bahan makanan tambahan di sarankan dengan terlebih dahulu mengetahui studi terbaru tentang tema ini agar dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sebab kabarnya anjuran yang general sebenarnya kurang dapat diberikan tanpa melihat kondisi objektif kesehatan, perkembangan, serta kebutuhan makanan anak sebagai individu.

"Untuk bahan makanan pertama, dianjurkan berupa bahan-bahan makanan yang kira-kira tidak sulit dicerna oleh bayi, sehingga masa adaptasi pertama organ pencernaan tidak mengalami masalah. Kalau di sini (Jerman) dianjurkan untuk pengenalan hanya berupa sayur mayur tertentu dan buah-buahan", tambahnya.

Sementara mengenai menu makanan pengenalan MPASI, saran dari para mommies bervariasi. Ada yang menganjurkan jus buah, bubur encer, biskuit bayi yang diencerkan susu, sereal, nasi tim dll. Untuk beberapa resepnya bisa dilihat di artikel-artikel ini :
-Aneka Resep Makanan Halus Untuk Bayi
-Aneka Resep Untuk Balita

Dan saran dari seorang mom, katanya "Yang penting sebisa mungkin jangan terlalu sering memberikan makanan instan, apalgi sekarang produk makanan bayi begitu hebatnya membanjiri dapur para ibu muda. Sebisa mungkin kita buat sendiri, karena lebih fresh, bersih, dan yang pasti yakin soal kehalalannya".

Berikut ini 2 artikel yang sarat informasi mengenai MPASI

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) : Berikan yang terbaik untuk buah hati anda.

Resiko Pemberian MPASI Terlalu Dini. 

(WRM/DD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement