We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right  
Sharing Menjelaskan Kehidupan Setelah Mati Kepada Anak E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Minggu, 11 Desember 2005

Seorang mom menceritakan pengalamannya pergi berziarah ke makam keluarga bersama anaknya yang masih kecil. Dalam kesempatan itu ia terbentur pertanyaan anaknya tentang hal-hal abstrak tentang kematian. Ia berusaha menjelaskan kepada anaknya pada saat itu bahwa "Semua yang ada di makam itu adalah orang-orang yang sudah meninggal, dan setan itu tidak ada". Hal ini ia tekankan sehubungan dengan tayangan-tayangan televisi yang menggambarkan makam/kuburan sebagai tempat yang menyeramkan, menakutkan, tempat setan, dll.

Ditambahkannya bahwa ketika anaknya melakukan beberapa hal yang menurutnya "kurang pantas", ia memberitahukan kepada anaknya tersebut, "Kurang baik menginjak-injak makam. Kurang baik duduk-duduk di batu nisan yang ditaruh tepat di atas kepala jenasah, karena sama saja kita menginjak kepala mereka". Begitu juga saat menabur kembang, ia mengatakan alasannya "Supaya mereka (yang ada di makam) merasa segar dan wangi". Lalu ia mengajak anaknya berdoa, "Supaya arwah mereka disayang Allah dan mendapat tempat di surga".

Dari pengalaman ini ia kemudian meminta pendapat forum, bagaimana menjelaskan hal-hal abstrak tentang kehidupan setelah mati kepada anak kecil. Tentang hidup sesudah mati, mengapa kita harus mendoakan mereka, mengenai bagaimana dan seperti apa alam ghaib itu.

Beberapa tanggapan yang kemudian muncul dari para mommies, memberikan pengalaman masing-masing ketika berada pada situasi yang sama.

Seorang mommy yang anaknya bertanya "Mengapa kita harus mati?" menjawab, "Semua yang bernyawa akan mati. Tidak kecuali Ayah dan Bunda. Karena dunia ini bukan rumah kita. Rumah kita di surga. Untuk ke surga, melalui alam kubur dulu." Tambahnya lagi, "Kalau nggak mati, nanti dunia ini kepenuhan. Kalau dari jaman dinosaurus sampai sekarang semuanya masih hidup, nantinya penuh sesak. Jadi kematian itu hal yang biasa".
Kemudian anaknya bertanya tentang alam kubur. Karena anaknya sudah mengerti tentang malaikat, ia menjawab bahwa di alam kubur ada malaikat yang datang menjumpai. Dan jika anaknya banyak berbuat baik, nanti di alam kubur akan ditemani oleh perbuatan baik tersebut.

Mom lain menceritakan pengalamannya ketika anaknya berkata "Bunda kalau bunda mati ke surga ya?". Menurutnya, tidak masalah mengenalkan hal-hal abstrak seperti ini sejak mereka kecil. "Kalau tidak salah sih normalnya anak mulai mengerti tentang hal ini pada umur sekitar 7 tahun," katanya. "Kalau aku berusaha menerangkan yang indah-indah dulu. Orang meninggal akan dipanggil Allah ke surga. Dan bahwa orang meninggal harus dikubur, itu persis seperti cerita Habil dan Qabil yang mendapat ilham mengubur manusia dari burung gagak. Jadi mereka juga tahu bahwa orang meninggal dikubur di dalam tanah". Ditambahkannya bahwa anak-anaknya pernah membaca buku bergambar tentang nabi Adam yang tinggal di surga, jadi mendapat bayangan bahwa tinggal di surga itu enak.
"Menurutku, prinsipnya kenalkan bertahap sesuai dengan perkembangan usia mereka," tutupnya.

Seorang mom yang anaknya sudah berumur 5 tahun, seringkali mengajak anaknya melayat saudara atau kerabat yang meninggal. Saat itu ia menjelaskan kepada anaknya, "Ini ada orang yang sudah meninggal. Nggak bisa bernafas lagi. Nggak bisa ngapa-ngapain lagi seperti kita. Tapi dia hidup di dunia lain, sambil menunggu kita semua seperti itu (meninggal). Mereka menunggu di kuburan, ditanam di dalam tanah". Ia bersyukur anaknya mengerti. Ia juga sesekali mendampingin anaknya menonton acara Rahasia Illahi (TPI) supaya mengerti ada siksaan kalau jahat dan tidak taat agama, dll.

Seorang mom lain yang anaknya masih terlalu kecil untuk dijelaskan tentang hal ini, ganti mengingat pengalamannya sendiri dijelaskan mengenai hal ini oleh ibunya ketika ia masih kecil. Menurutnya, ia dikenalkan tentang surga dan neraka sejak umur 5 tahun. Saat nakal dan tidak mau menurut, dikatakan "Kalau nurut disayang Allah, masuk surga. Kalau nakal masuk neraka". Saat protes karena sedang asyik main disuruh shalat, dikatakan "Kalau shalat disayang Allah, masuk surga. Kalau nggak masuk neraka".

Ketika ada keluarga yang meninggal, sang ibu mengatakan "Mati itu saatnya kembali ke Allah. Saatnya mendapat surga atau neraka, tergantung dulunya suka ibadah atau nggak, suka nakal atau nggak...". Saat ibunya menyuruhnya mendoakan orang meninggal tersebut, dikatakan "Dosa-dosa orang meninggal itu bisa berkurang dengan bantuan orang lain, melalui doa. Kalau sering mendoakan orang, nanti akan banyak orang juga yang mendoakan kita".
"Intinya," tambahnya, "Dulu ibu saya sering menjelaskan hal-hal yang belum saya mengerti. Tapi semakin besar, apa yang dikatakannya akan selalu teringat (dan semakin dimengerti)".

(WRM/DD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement