We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Keluhan Mata "Belekan" Di Usia Batita
Keluhan Mata "Belekan" Di Usia Batita E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 28 November 2005

Seorang mom anggota milist We R Mommies menceritakan tentang "sakit mata" yang si kecilnya derita. "Mata kanan anakku (2,5 th) sudah dua minggu terakhir ini belekan terus. Sudah dibawa ke dokter dan diberikan antibiotik Cefat, sirup Celestamin dan obat tetes mata Maxitrol. Namun baru sehari minum, antibiotiknya ditumpahkan oleh anak saya. Sempat bingung akan ke dokter lagi atau meneruskan obatnya. Tapi akhirnya saya meneruskan sisa obatnya. Masalahnya anak saya tidak diteteskan matanya, padahal harus empat kali sehari!" demikian cerita beliau.

Di samping itu beliau juga menanyakan apakah pemberian antibiotik diperlukan untuk kasus putranya.

Bedakan Penyebab

Tanggapan pertama dari mom yang si bungsunya juga selalu mengalami permasalahan serupa saat masih kecil.

Menurut hasil konsultasi dan browsing internetnya, yang pertama penting dilakukan adalah membedakan pencetus belekan dan/atau mata merahnya: apakah karena virus, bakteri, alergi ataupun yang dalam istilakedokterannya "Opthalmia neonatorum". Dengan mengetahui penyebabnya maka treatment yang tepat dapat dilakukan.

Beberapa petunjuk penting untuk membedakannya ia temukan dari situs pediatric on call:

1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.

2. Viral conjunctivitis: - Is a limited condition. It usually affects one eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.

3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a runny nose.

4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to the germs in the mother̉s birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes virus are the common causes. (http://www.pediatriconcall.com/forpatients/commonchild/conjunct.asp)

Membedakan mana konjuktivitas karena virus dan bakteri memang sulit dilakukan. Namun patokan umum yang biasanya digunakan adalah sbb: kalau kuantitas beleknya bisa dikatakan banyak,lengket (bahkan warnanya sampai kehijauan), keluhan lebih dari sehari serta matanya terlihat memerah sekali, maka biasanya keluhan itu disebabkan oleh bakteri.

Biasanya bila keluhan baru muncul di hari pertama maka yang diasumsikan sebagai penyebab adalah virus. Tindakan pengobatan yang dilakukan pada masa tersebut biasanya hanya ditujukan agar anak merasa "enakkan dan nyaman" semisal dengan membersihkan kotoran matanya.

Bila keluhan tersebut berkepanjangan, baru dicurigai sebagai konjunktivis bakteri. Dalam kondisi itu baru diberikan obat tetes mata dengan kandungan antibiotik. Putrinya dahulu mendapatkan kloramfenikol (catatan: tidak perlu ada kandungan steroid, karena hanya sakit mata yang berasal dari alergi perlu diberikan jenis steroid).

Belekan yang menumpuk tanpa adanya mata memerah juga dapat timbul karena adanya penyumbatan saluran air mata akibat batuk pilek. Terlebih bagi anak anak kecil, saluran air mata di pangkal mata dekat pangkal hidung umumnya masih dalam keadaan tertutup. Sejalan dengan bertambahnya usia, ia akan membuka dan tidak berair lagi.

Konjunktivitis alergi sendiri gejalanya lebih ringan dibandingkan yang disebabkan virus atau bakteri. Bila pencetus alerginya dihindari, matanya tidak akan berair dan bengkak lagi.

Treatment

Bagi kasus konjunktivitas terdapat ada perawatan yang perlu dilakukan. Beberapa treatment yang perlu dijalankan adalah sebagai berikut:

- Treatment consists basically of cleaning the eyes and preventing the condition from spreading. Each eye should be cleaned with a clean, wet cotton separately moving the cotton in one direction only (either from left to right or right to left).

- Non-prescription eye drops are needed for viral conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However, do not use them without consulting your doctor.

If your condition does not improve within 3 days, consult your doctor (http://www.pediatriconcall.com/forpatients/commonchild/conjunct.asp)

Untuk kasus "belekan" akibat masih tertutupnya saluran air mata, banyak dokter yang menganjurkan agar mata harus sering dibersihkan dengan kapas air hangat kemudian dilakukan pemijatan lembut sekitar pangkal mata dekat pangkal hidung.

Pada kasus belekan dengan penyebab bakteri, mungkin si anak akan diresepkan antibiotika topikal (tetes/salep mata). Hal yang penting diingat adalah: untuk resep antibiotik pada konjuktivitas karena bakteri, si anak harus menggunakan antibiotik pada jangka waktu yang sudah ditentukan walau symtomps nya sudah menghilang. Memang ada "pendapat" yang mengkhawatirkan adanya resistensi pada bakteri akibat pemakaian antibiotika,namun hingga kini belum ada bukti empiris yang mendukung asumsi tersebut.

Intervensi Agar Tidak Menyebar

Agar penyebaran konjunktivitis dapat diminimalisasi, ada beberapa tindakan yang perlu diperhatikan. Hal hal yang perlu dilakukan adalah sbb:

* Do not touch your hands to the infected eye.

* Wash your hands frequently.

* Do not share towels, napkins and handkerchiefs with others.

* Wearing glasses may decrease the chance of infection to the people around you. However, it mainly helps you to prevent your hands from touching your eyes and for cosmetic reasons.

The child with conjunctivitis will have to be kept away from school for a few days to prevent spread of infection to other children in school. (sumber: pediatric on call)

Beliau juga menganjurkan agar dicari informasi lebih lanjut pada site-site kesehatan terpercaya dengan menggunakan kata kunci "conjunctivitis". Beberapa situs kesehatan yang beliau rekomendasikan adalah:

http://www.aap.org/ http://www.mayoclinic.com/ http://www.who.int/

Antibiotik Sistemik vs Lokal

Mom lain yang juga berprofesi dokter memberikan penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan obat antibiotik yang diresepkan. Menurut beliau,sakit mata merah/conjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri pun sebenarnya tidak memerlukan obat antibiotik sistemik. Obat tetes mata/ salep saja sudah dianggap cukup.

Obat antibiotik sistemik biasanya hanya diperlukan bila mata merahnya disebabkan oleh kuman GO (gonore) dan clamidia.

Pemberian tetes mata antibiotiknya pun ada aturannya tersendiri. Biasanya pemberiannya yang hanya tiga kali sehari masih belum dianggap cukup. Anjurannya sendiri bahkan hingga 6 kali sehari/tiap 4 jam. Namun tentu tergantung jenis obat yang diberikan oleh dokternya.

Jadi menurut beliau, antibiotik sistemik cefatnya tidak perlu diminum bila penyebabnya belum dapat dipastikan gonore ataupun clamidia. Selain itu, jenis obat tersebut termasuk jenis cephalosporin( turunannya amoxiciliin). Biasanya first line obat untuk mata merah karena bakteri tanpa kultur(terapi empiris), jenis yang dipilih umumnya eritromisin dan turunannya. Seingat beliau, jenis obat yang sering digunakan di Indonesia adalah jenis tobramicyn atau gentamycin. Untuk bakteri penyebab yang gram negatif biasanya diberikan kloramfenikol. (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement