|
Bagaimana bila si kecil hanya mau makan nasi saja tanpa lauk maupun sayuran?. Kondisi ini dihadapi oleh mom anggota milist We R Mommies yang baru saja pulang mudik lebaran. "Saat pulang ke rumah, putriku hanya mau makan nasi saja. Padahal sebelumnya, ia lahap makan menu apa saja, terlebih wortel dan bayam!". Upaya memisahkan nasi dengan sayuran dan lauk pauk ternyata tak membuahkan hasil mengingat si kecil hanya memilih makan nasi saja. Penawaran kuah sup atau sayur bening bayam juga ditolak.
Beruntung selera minum susu dan makan cemilannya belum berubah. Sebenarnya sang mom tidak terlalu khawatir dengan gaya si kecil kali ini, mungkin inilah masa ia memilih makan nasi saja. Beliau yakin, masa ini akan segera berlalu dan selera makan lauk, pauk dan sayuran akan muncul dengan sendirinya. "Ada yang pernah mengalami hal ini ndak ya moms? dan trik apa saja yang perlu dilakukan agar si kecilku mau makan sayur dan lauk kembali?" demikian tanya beliau sebelum menutup postingannya.
Tanggapan para mommies? Kita simak bersama yuk!.
"Putraku (10 bl) juga saat ini hanya menyukai menu nasi saja. Susah sekali memberinya tim lengkap dengan sayur mayur beserta lauknya" tulis mom ini sebagai pemberi sharing pertama di tema ini. Untuk mengakali penolakan si kecil pada sayur-mayur-lauk, beliau memberikan lauk pauk yang amat lunak dan campur pada nasi/kentangnya. Perhatikan pula kesukaan anak apakah lebih menyenangi makan dengan sendok atau didulang dengan tangan. "Yang terpenting, jaga asupan makan dan minum susunya ya!" pesan mom ini di akhir postingannya.
Anak dengan usia sekitar itu biasanya punya gaya makan yang aneh aneh. Demikian simpulan mom berputra satu ini. Putranya pun tak jauh berbeda.
Saat usianya satu tahun, si jagoan mulai membuat seisi rumah pusing tujuh keliling. Satu waktu sang putra hanya mau makan roti selama satu minggu, terus menerus. Minggu berikutnya ia akan menolak roti dan memilih mie sebagai pengganti makanan alternatif. Masa makan roti dan mie usai, berganti "mood" makan hanya dengan nasi putih, saja!.
Aktifitas gonta ganti selalu mengiringi masa si anak belajar makan ala orang dewasa. "Sekarang putra saya sedang menyukai abon daging sapi plus kuning telur " cerita beliau. Makanan yang dimakan otomatis hanya dua jenis itu, akibatnya nasi pun tidak jadi alternatif menarik untuk disantap. Upaya "menyuap" juga tak akan membuahkan hasil. Yang ada hanya mulut terkunci rapat rapat atau menelan tapi langsung dilepehkan kembali. "Namun bagaimanapun,saya masih bersyukur karena ia masih mau makan walau pola makannya sedemikian aneh" tulis beliau. (DaI/WRM)
|