|
Halaman 2 dari 3 Sepertinya penulis mencampur-adukkan sesuatu yang sudah established dengan hipotesis dan anecdotal evidence, bahkan mungkin 'opinion' (Jadi OBM = Opinion-based Medicine). Karena fenomena biologis sangat lebar variasinya, kata "DAPAT" dianggap dapat menghalalkan semua statement (seperti bayi DAPAT lahir dengan gigi lengkap, bayi manusia DAPAT punya buntut karena di cina pernah dilaporkan ada bayi lahir dengan buntut, dll). Namun merangkumnya menjadi statement umum sangat berbahaya untuk orang awam dan menjengkelkan untuk komunitas ilmiah”
Sementara itu seorang mommy yang juga seorang antropolog kesehatan (profesi yang mempelajari berbagai system pengobatan di masyarakat) menutup diskusi ini dengan sumbangan pengetahuannya dalam thema Brain Allergies dari Kedokteran Orthomolekuler, yang mendasari artikel yang menjadi bahan diskusi tersebut. Mommy antropolog kesehatan ini juga menjelaskan tentang pembagian system medik (kedokteran) yang ada di dunia, pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu system medik kedokteran (konvensional) dan system medik tradisional. Namun saat ini muncul system medik lain, yaitu system medik kedokteran tradisional-moderen.
Sistem medik ini yang kini sangat membingungkan masyarakat, ia bukan system medik kedokteran yang kita kenal, tetapi merupakan kedokteran alternative tetapi menggunakan bahasa kedokteran. Sehingga seringkali masyarakat mengira bahwa artikel semacam ini merupakan artikel dari kedokteran. Tak jarang pula yang menulis juga seorang dokter. Bentuk kedokteran ini menurut mommy tersebut bukan kedokteran ilmiah (science) tetapi kedokteran semu ilmiah (pseudoscience). Berbagai perbedaanya dijelaskan dalam tulisan dalam diskusi ini, sekaligus menutup diskusi dengan thema MAKANAN menyebabkan GANGGUAN OTAK dan PERILAKU.
BRAIN ALLERGIES Dari Kedokteran Orthomolekuler
Moms, Kalau dari segi Kedokteran yang EBM (Evidence Based Medicine yaitu kedokteran yang berdasarkan bukti-bukti riset) atau disebut juga kedokteran ilmiah, masalah makanan menyebabkan gangguan perilaku karena otak alergi makanan, tidak dibicarakan oleh Ilmu Kedokteran ini, jadinya Ilmu Kedokteran apa yang membicarakannya? Sebab di dunia ini juga tumbuh ilmu-ilmu Kedokteran (tepatnya pengobatan) lainnya.
Pada dasarnya ilmu pengobatan dikelompokkan menjadi dua, yaitu ilmu Kedokteran yang EBM (dulu sering orang menyebutnya Ilmu Kedokteran Barat atau Western Medicine, sekarang ada istilah juga untuk menyebutnya sebagai Kedokteran Konvensional), dan satu lagi disebut Kedokteran Rakyat atau Folk Medicine (dulu disebut Kedokteran Timur).
Kelompok Folk Medicine ini banyak betul macamnya, ada yang pendekatannya naturalistik dan ada yang supranaturalistik . Yang naturalistik mendasarkan pengobatannya dengan pendekatan natural, misalnya menggunakan obat-obat herbal. Sistem teori naturalistik juga menyatakan bahwa penyakit disebabkan gangguan natur, misalnya keracunan makanan. Pada sistem yang supranaturalistik mendasarkan sistem teori dan sistem perawatan maupun pengobatannya pada hal-hal yang kasat mata, misalnya karena kena kutukan, tidak diridhoi YME, kesurupan, dlsb.
Bentuk-bentuk baik yang naturalistik maupun yang supranaturalistik juga banyak moms. Kalau mau dijelaskan satu-satu bisa sperti kuliah lima tahun nih Moms karena begitu banyaknya dan berbagai macam system teorinya .
World Health Organization (WHO) sekarang menyebut Folk Medicine ini dengan nama Complementary and Alternative Medicine (CAM) jadi sering disingkat menjadi TM/CAM (Tradisional Medicine/Complementary Alternative Medicine) .
Sebab ternyata diantara Folk Medicine ini, selain ada tradisional medicine ada bentuk kedokteran yang nampaknya moderen berbahasa kedokteran tetapi menggunakan dasar teori ilmu-ilmu pengobatan rakyat. Sebagai contoh, homeophaty moderen, naturopathy moderen, dan yang paling baru adalah disebut Orthomolecular Medicine. Jadi yang moderen-moderen ini tidak mau disebut tradisional lagi, dan juga tidak mau disebut sebagai alternative medicine lagi, tapi ingin disebut complementary, artinya melengkapi pengobatan kedokteran yang EBM. Namun sejauh ini niat-niat melengkapi ini masih belum bisa diterima, dengan berbagai alasan, terutama karena belum mampu menunjukkan kebenaran ilmiah melalui prosedur riset ilmiah.
Salah satu pionir complementary ini adalah Andrew Weil, seorang dokter yang mendirikan klinik holistik, dan menamakan dirinya sebagai kendokteran integrative. Dikatakan integrative karena ia menggunakan segala pendekatan kepada pasiennya. Baik kedokteran moderen maupun kedokteran tradisional. Bisa lihat dalam URL ini.
Jika kedokteran konvensional (western medicine) melakukan pendekatan kepada pasiennya dengan pendekatan bio-psiko-sosial, maka kedokteran integrative ini melakukan pendekatan bio-psiko-sosio-spiritual. Nah selain pendekatan spiritual ini masih sulit diukur melalui prosedure ilmiah, Andrew Weil juga menggunakan berbagai pendekatan pengobatan folk medicine. Jadi semua dicampur jadi satu. Sampai sekarang bentuk saling melengkapi begini masih belum bisa diterima oleh berbagai sistem kesehatan nasional semua negara-negara yang tergabung dalam World Health Organozation, kecuali India dan China.
Jadi tidak heran kalau kita ke India, ada orang rawat inap di rumah sakit selain diobati oleh dokter menggunakan berbagai terapi cara-cara dokter, masih dilakukan segala macam terapi yang biasa dilakukan dalam budaya setempat.
Bagaimanapun di berbagai belahan dunia, kedua bentuk ilmu pengobatan ini hidup berdampingan, dan mempunyai peraturan sendiri-sendiri.
Kedokteran yang EBM ini karena mendasarkan tatalaksana pengobatannya menggunakan teori-teori yang pada dasarnya bisa dilakukan uji coba dan diukur lalu diuji dengan statistic, double blind dan uji klinik, maka sifatnya adalah lebih kepada pendekatan yang sifatnya sekuler. Yang sifatnya kearah spiritual tidak mungkin dijamah-jamah oleh kedokteran yang EBM ini, karena susah ngukurnya. Karena itu juga kebenaran ilmiah juga ada batasnya. Dia tidak absolute. Dan masih banyak sekali yang belum keuji oleh kedokteran, bukan saja yang sifatnya kasat mata seperti halnya spiritual, tetapi juga yang sifatnya biologis, terutama bagian-bagian gangguan bawaan yang sifatnya gangguan neurologis seperti misalnya autisme, ADHD, ADD, learning disabilities, dan kawan-kawannya.
Yang diketahui oleh kedokteran EBM adalah bahwa mereka mempunyai gangguan neurologis di otak, baik gangguan fungsi maupun gangguan anatomisnya. Tapi sejauh ini fihak kedokteran masih belum tahu sebab musababnya. Segala macam penelitian sudah dilakukan, tapi jawabnya belum ketemu juga. Banyak orang yang memikirkan sebabnya ini Moms, tapi semuanya masih dalam tanda tanya. Karena itu daerah ini merupakan daerah rawan sekali, bisa dikrubuti oleh segala macam tawaran pengobatan alternative dengan teori segala macam. Mau lihat repotnya tawaran pengobatan dan berbagai macam teori? Bisa nonton disini, hanya untuk untuk autism saja, teori dan tawaran pengobatannya banyak betul.
Jika kita tidak jeli maka kita bisa menyangka bahwa terapi ini adalah terapi dari kedokteran EBM, padahal bukan. Karena berbagai terapi yang ditawarkan belum merupakan terapi yang memenuhi syarat evidence based (bukti) jadi tidak bisa dimasukkan ke kategori terapi kedokteran EBM.
|