We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Musik arrow Les Choristes (2004)
Les Choristes (2004) E-mail
Pengirim: dydy   
Rabu, 09 November 2005
Mengenalkan seni dalam berbagai bentuknya kepada sekelompok anak yang susah diatur akan membawa pengaruh yang baik bagi mereka. Tema ini seringkali diangkat dalam film. Dalam Dangerous Minds, sang guru mengajak murid-muridnya mengapresiasi puisi. Dalam film Antonio Banderas yang terbaru, Take The Lead, ia mengenalkan dansa dan tari. Seni musik termasuk sering diangkat, misalnya di film Sister Act II dan film ini, Les Choristes (The Chorus).

Film ini bersetting di sebuah sekolah asrama untuk anak laki-laki di daerah pinggiran Prancis sekitar tahun 1949. Anak-anak ini rata-rata datang dari keluarga yang tidak mampu mengurus mereka atau anak-anak yatim piatu. Anak-anak yang kurang mengenal kasih sayang ini seringkali menyulitkan guru dan pengawas asrama dengan melakukan perbuatan-perbuatan iseng dan kadang kurang ajar. Keadaan menjadi lebih sulit karena kepala sekolah mereka adalah seorang yang keras. Dengan motto "action reaction" ia akan menghukum dengan keras siapapun yang mencari gara-gara di sekolah.

Kemudian datanglah pengawas asrama yang baru, Clément Mathieu. Ia seorang yang disiplin namun lembut hati, dan tidak menyetujui cara-cara keras yang dilakukan kepala sekolah. Atas dasar kecintaannya pada musik dan kemampuannya membuat komposisi lagu, ia membentuk sebuah koor dengan maksud selain mengajarkan seni dan keindahan, juga kedisiplinan bagi anak-anak tersebut. Ia memiliki visi bahwa musik akan membawa mereka ke "jalan yang lebih baik".

Meskipun temanya sudah sering dipakai, tetapi banyak unsur dalam film ini yang membuatnya istimewa. Kepolosan anak-anak terutama Pepinot yang paling kecil, keindahan suara Pierre Morhange yang menjadi soloist dalam koor, kesungguhan Clément Mathieu dalam mendekati dan mendidik anak-anak itu, cerita cinta dan kekecewaan di dalamnya, dan tentu saja lagu-lagunya yang menyentuh dan enak didengar. Visi sang guru tertuang dalam lirik-lirik lagunya yang bermakna mendalam.

Vois sur ton chemin
Gamins oublies egares
Donne leur la main
Pour les mener
Vers d'autres lendemains

See upon your path
Forgotten, lost children
Give them a hand
To lead them
Toward another future

(DD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement