We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kecantikan arrow Mentega, Margarin, Shortening
Mentega, Margarin, Shortening E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 08 November 2005

Ada bedanya tidak sih memasak menggunakan minyak biasa dengan mentega-margarin?

Sepertinya ada bedanya, terutama dalam hal kegurihan. Memasak dengan mentega akan lebih gurih karena mentega sendiri terbuat dari susu. Bila kita masak dengan menggunakan susu, yoghurt atau produk turunan dari susu biasanya masakan akan terasa lebih enak di lidah. Memasak dengan margarin biasanya kegurihan dan wanginya amat tergantung dari jenis lemak tumbuhan yang digunakan.

Menurut salah satu mom di WRM, margarin produk indonesia terasa lebih wangi dibanding margarin yang ditemukan di US. Bagi para pedagang makanan jadi sendiri, mereka biasa menggunakan minyak yang dicampur dengan vegetable oil dalam proses masaknya. Tujuannya tak lain agar masakan tetap wangi dan lebih hemat.

Lalu ada perbedaan antara butter dan margarine ngga ?

Di indonesia orang biasa menyebut 'margarin' untuk 'margarine'dan 'mentega' bagi 'butter'.

Bahan baku pembuatan mentega dan margarin itu sama ya?

Oh tidak, beda sekali. Mentega berasal dari lemak hewan, sedangkan margarin dari lemak tumbuh tumbuhan. Butter (Portugis : manteiga, mentega) itu berasal dari cream (susu). Biasanya kandungannya hanya cream dan salt (untuk salted butter). Karena bahan dasarnya cream, maka bila disimpan lama di suhu ruang akan lumer. Jadi harus disimpan di lemari es.

Bila bahan baku asalnya berbeda, bagaimana dengan kandungan lemak yang ada di produk mentega dan margarin?

Mentega yang terbuat darilemak hewan biasanya mengandung lebih banyak lemak jenuh/saturated fats(66%) dibanding lemak tak jenuh/unsaturated fats-nya (34%). Nah, lemak jenuh ini biasanya berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.

Margarin sendiri yang terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan dimana di vegetables oil terkandung jumlah monounsaturated - dan polyunsaturated fats yang lebih banyak dibandingkan saturated fats-nya (13-15 % saturated dan 85-87 % percent unsaturated fats).

Jadi pengkonsumsian margarin lebih aman ya dibanding mentega?

Dari informasi di atas memang sekilas membuat margarine lebih memiliki "keuntungan". Namun sayangnya ketika proses pembuatannya, keuntungan ini bisa jadi "turun". Mungkin agar lebih jelas kita telusuri proses pembuatan margarin itu sendiri. Margarine dibuat dari minyak tumbuh-tumbuhan yang di hydrogenasi (atom hidrogen ditambahkan ke minyak).

Nah, dalam proses tersebut biasanya juga akan terjadi perubahan struktur beberapa polyunsaturated fatty acids (asam lemak tak jenuh) menjadi "trans fatty acids". Menurut para peneliti, "trans fetty acids" ini aksinya mirip sekali dengan lemak jenuh/saturated fats. Karenanya dikatakan mungkin trans fetty acids ini memiliki kemungkinkan terhadap kontribusi di kejadian tekanan darah tinggi dan heart disease.

Kalau begitu, margarin yang relatif aman buat tubuh itu punya ciri seperti apa ya?

Para peneliti biasanya memberikan tips agar memilik produk margarin yang lebih lembut dan konsistensinya mirip sekali dengan liquid. Dengan memilih produk margarin seperti ini diharapkan kandungan trans fetty acids-nya dapat diminimalisir.

Apa sih hubungan antara lemak jenuh-tak jenuh dengan kolesterol?

Lemak jenuh/saturated fats dalam daging-dagingan dan fatty dairy products diindikasikan akan menaikkan "bad" kolesterol (LDL cholesterol) dan menurunkan "good" colesterol (HDL cholesterol). Nah polyunsaturated fats yang "umumnya" ditemukan di vegetable oils seperti di minyak jagung ato soy oil itu LDLs nya rendah tapi HDLs nya juga rendah. Karenanya biasanya yang dianjurkan, kita mencari jenis minyak-minyakan yang dapat merendahkan LDL dan menaikkan HDL.

Adakah produk minyak tumbuhan yang dapat merendahkan LDL dan menaikkan HDL?

Katanya sih kebanyakan vegetables oils tidak ada yang bisa melakukannya, kecuali monounsaturated fats yang terkandung dalam minyak oliven plus oils dalam ikan. Karenanya tak heran para ahli banyak mengatakan bahwa minyak oliven itu tidak buruk dampaknya buat jantung.

Kandungan kuantitas vitamin dan lemak antara mentega, margarin dan minyak tumbuhan sendiri ada bedanya atau tidak?

Mentega biasanya mengandung vitamin A, D, protein dan karbohidrat. Margarin biasanya diperkaya dengan vitamin A dan beberapa vegetables oil adalah sumber vitamin E. Semua jenis fat baik dari margarin, mentega maupun minyak tumbuhan biasanya oleh ahli nutrisi tetap didefinisikan sebagai produk berkalori tinggi. Karenanya dianjurkan untuk seminimal mungkin dikonsumsi.

Baik mentega, margarin dan minyak 100% energinya berasal dari fat (1 sdm -14 gr biasanya mengandung 11 gr lemak (1 gr fat menghasilkan ca. 9 kalori)). Beberapa produsen margarin dan butter juga ada yang memodifikasi sedemikian rupa sehingga tercipta produk yang agak 'rendah kalori'.

Bicara tentang margarin, di US kan ada produk I Can't Believe It's Not Butter. Itu mentega atau margarine ya?

Produk ICBINB! bila dilihat dari website mereka sepertinya termasuk produk margarine. Margarin ICBINB! diolah sedemikian rupa dengan penambahan zat zat tertentu hingga --katanya sih-- rasanya mirip gurihnya butter/mentega. Bila lebih ingin mengetahui lebih lanjut dapat juga dilihat Q-A produk ICBINB! di http://www.tasteyoulove.com/faq.asp?section=faq.

Kok produk ICBINB! bisa gurih sih?

Salah satu yang mungkin bikin rasanya agak gurih adalah penambahan buttermilk. Selain itu, dengan penambahan buttermilk maka kalori dan lemak yang dikandung dapat turun hingga 50% atau lebih. Buttermilk sendiri bukan berasal dari a buttery, high-fat milk dan juga bukan jenis butter. Ia adalah produk yang tersisa bila orang membuat butter dari susu dan rendah kalori dibandingkan susu biasa. Beberapa info tentang buttermilk dapat ditemukan di link berikut http://homecooking.about.com/library/weekly/aa012901a.htm.

Kalau Blue Band itu mentega atau margarin?

Blue Band itu termasuk jenis shortening (jadi bukan margarin atau mentega). Kandungannya lemaknya juga 100%. Di US bisa dijumpai merk Crisco, dsb (kemasan kaleng biasanya dijual dekat minyak goreng).

Untuk memasak, mana yang lebih baik digunakan ya antara margarin dengan mentega?

Buat salah satu mom di WRM, beliau lebih suka menggunakan margarin dengan alasan: harganya jauh lebih murah dari mentega (lebih mahal dari shortening tentunya) ; kandungan fatnya lebih rendah dari shortening ; kandungan kolesterolnya lebih rendah dari mentega. Namun tidak semua resep bisa saling disubstitusi, karena kandungan fat dan airnya mempengaruhi tekstur makanan (terutama kue).

Jadi mana yang lebih baik bagi kesehatan kita, mentega atau margarin?

Kalau menurut pendapatnya para ahli nutrisi, tidak ada jawaban yang tepat, no exact answers. Mereka hanya menganjurkan agar melihat kondisi yang ada, kemudian baru diputuskan mana yang baik buat diet sehatnya. Yang terpenting " all things in moderation" karena bagaimanapun tubuh kita membutuhkan fat dalam jumlah tertentu.

Adakah tips-tips lain untuk memilih margarine dan mentega?

Coba deh lihat juga di sini http://evimeinar.multiply.com/journal (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement