We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kecantikan arrow Hamil anggur
Hamil anggur E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 19 Oktober 2005

Bagi pasangan yang mengidamkan hadirnya buah hati, bahagia rasanya mendapati tes kehamilan menunjukkan tanda positif. Tetapi kadang muncul kekhawatiran, diantaranya bagaimana jika perkembangannya tidak normal dan menjadi hamil anggur? Hal ini yang dirasakan oleh seorang mom dalam tulisannya di milis WRM.

"Saya sudah pakai test pack dan hasilnya strip 2 (positif). Lalu ketika periksa ke dokter kandungan, diUSG hasilnya suspect mole'. Saya diberi vitamin dan penguat kandungan. Besoknya test beta-HCG di Bio Test dan hasilnya sudah keluar, meski nggak ngerti apa artinya. Baru 2 minggu lagi ketemu sama dokternya. Saya sih berdoa terus mudah-mudahan janinnya sehat bukan hamil anggur," ujarnya.

Apa yang dimaksud dengan hamil anggur?
Dijelaskan dalam sebuah tanggapan dari mom lain, bahwa hamil anggur atau istilah latinnya mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal di mana ditemukan jaringan berbentuk gelembung-gelembung. Bisa partial (masih terbentuk janin), atau total (seluruhnya berbentuk jaringan gelembung. Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti.

Bila seseorang mengalami hamil anggur, biasanya gejala kehamilannya lebih parah, seperti mual yang sangat hebat, sakit kepala, dan besarnya rahim tidak sesuai dengan umur kehamilan, dan disertai adanya pendarahan sedikit-sedikit yang bisa membuat penderita mengalami anemia.

Semakin cepat terdiagnosa hamil anggur semakin baik, supaya jaringan mola tidak keburu keluar. Karena penanganannya lebih sulit. Kehamilan anggur ini mirip dengan perkembangan sel keganasan(sel kanker), karenanya bila seseorang dinyatakan mengalami mola maka untuk beberapa waktu tidak boleh hamil dulu dan harus terus dilakukan pemantauan kesehatan reproduksinya dg USG, pemeriksaan HCG dan radiologi karena dikhawatirkan terjadi penyebaran ke organ tubuh lainnya.
"Saran saya sebaiknya coba berkonsultasi lebih mendalam dengan dokternya, karena kehamilan anggur ini memang cukup berbahaya," tambahnya.

Di bawah ini sebuah artikel dari Republika berkaitan dengan hamil anggur.

Si 'Anggur' yang Bisa Ganas

Lilis, 37 sangat berbahagia ketika dia dinyatakan hamil oleh dokter. Sudah 14 tahun ia menunggu buah hati. Namun ketika usia kehamilan menginjak tiga bulan, teman-teman sekerja Lilis heran, karena kandungannya tampak besar, seperti kehamilan 5-6 bulan. Akhirnya Lilis disarankan untuk segera periksa ke dokter. Ternyata Lilis dinyatakan hamil anggur. Sirnalah harapan Lilis untuk menimang seorang bayi yang telah lama ia nantikan.

Menurut dr Suryono S.I. Santoso, SpOG, staf bagian obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM, hamil anggur itu seperti hamil biasa, tapi isinya bukan janin, melainkan gelembung-gelembung mola. Kadang-kadang ada juga yang isinya gelembung mola tetapi masih ada janin. Pada keadaan ini, biasanya janin tidak bisa dipertahankan dan mengalami keguguran.

Hamil anggur terjadi ketika sel telur yang dibuahi sperma tidak berkembang menjadi janin sebagaimana mestinya. Hasil pembuahan itu justru berkembang menjadi gelembung-gelembung yang makin lama makin banyak membentuk kelompok-kelompok mirip buah anggur. Itu mengapa disebut hamil anggur.

Mengenai penyebab hamil anggur ini Suryono mengatakan, sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa faktor predisposisi (kecenderungan) diantaranya: sering mengalami keguguran, gangguan malnutrisi terutama pada wanita yang status gizinya rendah, defisiensi (kekurangan) suatu vitamin seperti vitamin A atau asam folat, serta adanya pembuahan yang salah atau tidak baik. Lalu bagaimana gejalanya?

Dijelaskan Suryono, ada beberapa hal yang bisa dicurigai sebagai gejala hamil anggur. ''Kita mesti mencurigai hamil anggur kalau seseorang hamil lalu terjadi perdarahan-perdarahan pada kehamilan muda,'' tutur dokter yang juga menjabat sebagai wakil ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI) ini. Namun gejala hamil anggur tak cuma itu. Jika pembesaran kandungan tampak tidak wajar, misal baru hamil sebulan tapi seperti wanita hamil tiga bulan, atau hamil tiga bulan terlihat seperti tengah hamil lima bulan, maka hal itu pun bisa dicurigai sebagai hamil anggur. Bila mencurigai adanya hamil anggur, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan USG (ultrasonografi). ''Dengan USG kita bisa melihat ternyata isinya itu bukan janin melainkan gelembung-gelembung.''

Lebih jauh Suryono menjelaskan, kasus hamil anggur di Indonesia cukup banyak terjadi. Apalagi faktor ras ternyata ada pengaruhnya. Di bangsa Asia misalnya, angka kejadian hamil anggur lebih banyak ketimbang bangsa non-Asia. Berapa angka kejadiannya? Diperkirakan satu diantara 75 kehamilan normal.
Di Jakarta dan kota-kota besar yang kebanyakan masyarakatnya cukup sadar akan pentingnya gizi, kasus hamil anggur cukup jarang terjadi. Sebaliknya, kasus hamil anggur lebih banyak ditemukan di daerah-daerah, dan juga pada ibu-ibu yang kekurangan gizi. ''Hamil anggur ini ditemukan rata-rata pada wanita berusia antara 20-30 tahun.''

Sementara itu mengenai penanganan hamil anggur Suryono mengatakan, jika seorang wanita diketahui hamil anggur, maka ia harus cepat-cepat dievakuasi dengan cara dikuret. Tindakan cepat ini perlu dilakukan sebab jika rahimnya tidak segera dikosongkan, maka kehamilan yang tidak normal itu akan bertambah besar dan itu bisa merusak kondisi si ibu. Bahkan, bukan tak mungkin merenggut nyawa sang ibu. ''Karena orang yang hamil anggur biasanya mengalami perdarahan. Akhirnya bisa keguguran yang biasanya disertai dengan perdarahan yang banyak.''

Dan satu hal lagi yang perlu diperhatikan, hamil anggur ternyata bisa juga menjadi ganas. ''Pada umumnya hamil anggur itu jinak, tetapi bisa juga menjadi ganas.'' Sampai sekarang juga belum diketahui mengapa bisa menjadi ganas. Tapi biasanya kasus hamil anggur yang berubah menjadi ganas ini dialami oleh ibu-ibu yang berusia di atas 40 tahun.

Bagaimana penanganannya, haruskah dengan kemoterapi? Menurut Suryono, penanganan hamil anggur dengan kemoterapi masih kontroversi. Ada sebagian dokter yang menganggap langsung saja diberi kemoterapi, sedangkan dokter yang lain menganggap cukup dikuret dengan alasan kemoterapi itu mahal.

Terakhir, bagi para ibu yang pernah mengalami hamil anggur, tidak perlu cemas. Sebab, ia masih bisa hamil normal kembali. Karena itu Suryono menyarankan, apabila seorang wanita terlambat menstruasi agar cepat-cepat periksa ke dokter. Apalagi kalau dia sudah dinyatakan hamil kemudian timbul perdarahan-perdarahan atau muntah-muntah yang hebat. ''Wanita yang hamil muda memang biasanya muntah-muntah atau merasa neg, tapi pada orang yang hamil anggur muntah-muntahnya luar biasa.'' nri

(DD/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement