We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right  
Menangani Luka Bakar E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 19 Oktober 2005

Kecelakaan yang menyebabkan terjadinya luka bakar seringkali terjadi di rumah. Entah itu terkena air panas, sengatan listrik, ataupun terbakar lidah api. Seperti sebuah pengalaman yang diceritakan seorang mom WRM ketika ia mengalami kecelakaan seperti ini di rumahnya.

"Tanggal 15 September yang lalu aku pulang dari kantor lebih awal, setelah mandi aku menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue tar karena aku sudah janji mau buatkan kue ulangtahun buat anak temanku. Sementara aku menyiapkan adonan, aku minta assistant untuk menyalakan oven kue dari gas, pemikiranku pas adonan selesai dikocok, oven sudah pas panasnya.

Kurang lebih 20 menit kemudian aku keluar dengan adonan di loyang siap untuk dipanggang (oven diletakkan di teras untuk sementara karena rumah kontrakan sempit, rumah sendiri sedang direnovasi). Tanpa aku dan assistant sadari ternyata apinya padam, tanpa berpikir panjang karena takut kuenya bantat aku buka pintu oven langsung dinyalakan lagi menggunakan korek api kayu (biasanya pakai korek gas yang panjang tapi waktu itu kebetulan lagi habis). Langsung api menyambar tangan kanan dari lengan atas sampai jari-jari tangan, muka, bibir dan rambut sempat kena sedikit, aku langsung mundur, puji Tuhan api tidak menyala di tanganku maupun baju dan kebetulan aku memakai baju tanpa lengan. Waktu kejadian suami tidak ada dirumah.

Pertolongan pertama yang aku lakukan langsung mengoleskan kecap manis di tangan dan muka yang kebakar, rasanya masih panas dan sakit sekali. Di tengah kepanikan untung masih ingat pernah baca di milist BA bahwa harus langsung diguyur di bawah air mengalir selama 15 menit. Karena rasanya tangan yang lebih parah dibandingkan muka maka langsung aku guyur di bawah kran air mengalir selama 15 menit, setelah itu aku keringkan dan aku oleskan odol, kira-kira setengah jam setelah kejadian suami baru sampai dan langsung dibelikan salep Bioplacenton kemudian aku bersihkan dari odol diganti dengan salep bioplacenton. Untung baik di muka maupun tangan tidak ada yang ngelendung.

Suami langsung telephone ke RS. Siloam dan RS. Bintaro tapi tidak ada dokter kulit yang praktek akhirnya dapat di RS. Graha Medika, waktu masih di rumah lumayan tangan bisa diletakkan di depan kipas angin, sakit agak berkurang, tapi waktu diperjalanan dari rumah ke RS + 1 jam , hanya mengandalkan dinginnya AC, sakit dan panas lebih terasa.

Menurut dokter pertolongan pertama yang aku lakukan sudah benar tapi katanya lebih baik lagi langsung diguyur dengan air es, agar kerusakan jaringan kulit tidak terlalu parah. Oleh dokter disarankan tidak usah dirawat di RS karena tidak perlu di infus, lalu diberi obat antibiotik, salep, dan obat tidur tapi besoknya kembali untuk kontrol dan ganti obat salep.

Aduh, sengsara minta ampun, tidak bisa berbuat apa-apa hampir 2 minggu di rumah saja, tangan dan muka tidak boleh kena air, mandi harus dimandikan. Terutama minggu pertama makan saja susah karena bibir atas bawah gosong, minum harus pakai sedotan. Sekarang yang di muka sudah mengelupas dan kering, tangan sebagian besar juga sudah kering tapi tidak boleh kena sinar matahari dan tangan masih belum boleh kena air."
"Semoga pengalamanku ini berguna buat moms sekalian untuk lebih berhati-hati," ujarnya menutup cerita.

Kejadian seperti ini tidak jarang terjadi, karena itu sebaiknya kita membekali diri dengan pengetahuan cara-cara pertolongan pertama bagi luka bakar. Berikut ini beberapa tips yang dapat dijadikan pedoman untuk menangani luka bakar :

- Untuk luka bakar ringan dan sedang, penanganan yang tepat adalah langsung disiram, direndam, atau diletakkan di bawah aliran air selama beberapa menit. Dapat juga dikompres dengan handuk yang terlebih dahulu dibasahi air dingin. Jangan gunakan es batu atau air dingin. Cukup dengan air biasa untuk mengurangi panas pada kulit. Sesudah itu, oleskan lotion antibakteri untuk mencegah infeksi. Tutuplah daerah yang terkena dengan bandage steril dan kering.
- Jangan sekali-kali mengobati luka bakar dengan mempergunakan mentega, minyak, garam, kecap, air kapur dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut bisa mengakibatkan terjadinya infeksi.
- Jauhkan penderita dari sumber panas. Andaikan ia terjilat api, ingatkan dia untuk berguling-guling, bukannya berlari karena tindakan ini justru akan membesarkan nyala apinya. Siram penderita dengan air atau selimuti dengan kain basah
- Jangan memecahkan gelembung kulit yang timbul akibat luka bakar, untuk mencegah terjadinya infeksi.
- Jangan membalut luka dengan kapas absorbent karena akan melekat pada luka. Untuk luka bakar ringan dan sedang, tutup luka dengan balutan kering.
- Pada masa penyembuhan, usahakan tidak menggaruk bekas luka. Hal tersebut akan menimbulkan luka cacat/parut di kulit.
- Hindari kontak sinar matahari pada masa penyembuhan, karena mengakibatkan jaringan kulit baru rusak.
- Untuk luka bakar akibat terkena zat kimia, harus segera dicuci dengan air sebanyak-banyaknya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah kran air.
- Segera ke Unit Gawat Darurat bila terjadi luka bakar pada muka, sendi, atau alat kelamin, atau telah mengalami gangguan sesak napas akibat kebakaran.

Sementara itu untuk menolong korban luka bakar berat :

-Segera bungkus penderita dengan kain bersih, dan bawa ke rumah sakit.
-Buka baju penderita dengan hati-hati, yaitu dengan cara menggunting baju yang melekat pada luka bakar. Jangan menariknya.
-Bila penderita sadar, berikan larutan Moyen, yaitu campuran 1 liter air + 5 gram garam dapur (NaCl) + 4 gram soda kue (NaHC03). Berikan sedikit-sedikit agar pasien tidak muntah.
-Jika penderita kehilangan kesadaran, periksa pernafasan dan denyut nadinya. Apabila ada gangguan, lakukan resusitasi jantung paru dan pernafasan buatan.

Menangani kecelakaan akibat terkena aliran listrik :

Yang pertama-tama harus dilakukan adalah memutuskan aliran listrik itu selekas mungkin. Putuskan alirannya dengan menarik steker dari kontaknya atau melepaskan sekering. Lalu lepaskan penderita dari barang yang mengandung aliran listrik dengan mempergunakan benda yang tidak menghantar aliran listrik. Misalnya; sepotong dahan kering atau papan. Penolong pun harus terisolasi, misalnya dengan berdiri di atas papan kering, tumpukan koran atau pakaian kering.
Setelah kontak dengan aliran listrik terputus, segera periksa pernafasan dan denyut jantung korban. Sementara memanggil dokter, segera lakukan resusitasi jantung paru jika denyut jantung tak terasa. (DD/WRM)

Sumber :
Pertolongan pada Luka Bakar
Luka Bakar, Dari yang Ringan Sampai Berat

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement