We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Pisah Kamar dan Kemandirian Anak
Pisah Kamar dan Kemandirian Anak E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 26 September 2005

Benarkah dengan tidur sendiri akan melatih kemandirian seorang anak? Kapan sebaiknya anak dipisah tidur dengan orang tuanya? Sulitkah memisah tidur seorang anak besar bila ia semakin bertambah usianya?. Beberapa pertanyaan ini menjadi topik diskusi menarin di milist We R Mommies.

Beberapa temuan penting diskusi yang berjalan adalah sebagai berikut:

- Untuk menjadikan seorang anak mandiri tidak hanya dari faktor pisah tidur. Tapi bisa juga dengan kebiasaan sehari hari dan bagaimana kita memperlakukan sang anak. Apakah harus diladeni terus menerus, atau sedikit demi sedikit si anak diberi tanggung jawab, paling tidak untuk dirinya sendiri. Namun memang hal tersebut tergantung bagaimana penerimaan sang anak maupun didikan kita sebagai orang tua.

-Seorang anak yang baru melakukan pisah kamar saat kelas 3 SD tidak mengartikan ia tak memiliki kemandirian. Terbukti dengan kemandirian yang ia lakukan sejak kelas 1 SD dimana ia melakukan hampir segala aktivitasnya sendiri. Mandi sendiri, meletakkan baju kotor di keranjang baju kotor, membereskan mainannya, belajar bahkan mainpun tak membutuhkan pengawasan khusus lagi.

-Tidak ada batasan kapan waktu yang tepat pisah tidur dilakukan. Yang perlu diperhatikan untuk memutuskan kapan waktu yang tepat dilakukannya pisah kamar adalah kesiapan anak dan orang tuanya sendiri serta pertimbangan faktor lain yang dianggap penting.

-Buat ibu bekerja, pisah kamar dengan buah hatinya yang masih balita cukup menyulitkan. Setelah masa berpisah cukup lama di siang hari saat ibu bekerja, rasanya sayang sekali bila waktu malam hari harus terkurangi pula akibat si kecil harus tidur di kamar berbeda.

- Walau pisah kamar tidak memiliki hubungan langsung dengan kemandirian, namun bukan berarti tidak ada dampaknya sama sekali terhadap kemandirian.

- Beberapa pertimbangan lain perlu dicermati untuk memutuskan pisah kamar khususnya pada anak lepas balita. Faktor "keamanan" adalah salah satu hal yang perlu dipertimbangkan, khususnya saat orang tua sedang melakukan aktifitas intim.

Hal tersebut penting diperhatikan karena bila anak-anak "memergoki" sang orang tua saat "beraktifitas", maka dkhawatirkan timbulnya masalah yang akan berdampak di kemudian hari, terutama persepsinya soal pengetahuan seks.

Bila aktifitas orang tua itu "kepergok" saat anak bangun, maka dialog bisa langsung dilakukan antara orang tua dan anak. Namun bila ia menyaksikan karena pura-pura tidur atau terbangun sebentar karena keributan orang tua, tanpa sang orang tua menyadari, maka anak akan memiliki pemikiran tersendiri yang bisa jadi tidak dikomunikasikan kepada orang tuanya. Dan hal tersebut mungkin saja mempengaruhi orientasi sang anak yang tidak tepat tentang seks.(DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement