|
Apakah ada dampak negative dari proses Inhalasi yang di berikan terhadap batita?. Bagaimana cara Inhalasi yang benar?. Seberapah parah kah, sampai batita di haruskan untuk di terapi Inhalasi?. Tanya Mom di milist WRM.
Tanggapan pertama demikian, "Dulu waktu putra saya masih berusia 6 bulan pernah di Inhalasi 9X selama 9 hari berturut - turut, menurut dokter yang menangani dahak yang tertinggal banyak sekali yang tertinggal di dalam. Proses Inhalasi nya itu putra saya di uap selama 15 menit, setelah itu punggung dan dadanya di pijat dan di tepuk oleh therapistnya. Menurut dokter yang menangani dampak negative inhalasi ini tidak ada sama sekali karena inhalasi di perlukan untuk mengeluarkan dahak yang tertinggal di dada, sementara bayi belum bisa mengelurakan dahaknya sendiri."
Mom berikut juga lebih memilih proses Inhalasi dari pada anaknya di berikan obat batuk atau flu yang aneh - aneh. Demikian ceritanya, "Saat ini saya lagi ngejalanin terapi inhalasi, soalnya batuk putra saya berdahak dan bikin dia agak kesulitan bernapas, saat ini di jadwal kan untuk 5 kali, harus setiap hari. Kalau aku sendiri lebih pilih inhalasi ini daripada harus dikasih obat macem-macem."
"Setau saya yang perlu di Inhalasi itu anak kecil/bayi yang belum bisa buang dahaknya (dahak yg kental) sendiri. Dengan faktor, kasian melihat si bayi kalau ada dahak di dada, ini berdampak mengganggu pernafasan si bayi. Dan juga Inhalasi ini tidak ada efek samping karena anak hanya di uap 15 menit, biar dahaknya cair setelah itu di pijat2 dada dan punggungnya untuk memperlancar pernafasannya dan Inhalasi ini tidak di berikan obat khusus. Masih menurut beliau, "Berapa kali bayi yang batuk berdahak harus di inhalasi?, itu tergantung dahak yang tertinggal di dalam, di anjurkan oleh DSA dan Fisioterapi, sampai dahaknya benar2 bersih/habis. Makanya sangat beragam ada yang hanya 3x inhalasi sembuh, ada juga yang sampai 9X baru sembuh (tapi proses Inhalasinya itu harus setiap hari , tidak boleh putus)."
Mom Berikut lebih cenderung memakai home treathment untuk putranya demikian ceritanya, "Untuk mengeluarkan dahak bayi, aku pakai home treatment saja, Taruh seember air hangat yg ditetesin minyak kayu putih di sudut kamar, pintu kamar di tutup dan matikan AC, jadi kelembapan kamar terjaga, Biarkan uap yang lembab tadi di hirup oleh bayi. Dan juga kalau pagi biarkan bayi di kena panas matahari sambil di tepuk - tepuk dadanya." Ujarnya mengakhiri diskusi kali ini. (WRM/SA) |