We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right  
Dampak Lomba Untuk Anak E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 13 September 2005

Untuk memperingati Hut RI sering sekali di adakan perlombaan - perlombaan, baik itu di lingkungan rumah ataupun sekolah. Ada bagus dan tidaknya di adakan perlombaan terhadap anak - anak, dari sisi negative lomba cenderung mengajarkan anak mempunyai jiwa selalu ingin bersaing dan mau menang sendiri (egois). Sementara banyak juga dampak positifnya. Seorang Mom di milist WRM menanyakan, Kriteria lomba yang baik untuk anak - anak itu seperti apa?, dampak positifnya apa?, dan juga bagaimana cara mengantisipasi dampak negatifnya?

Tanggapan pertama oleh mom yang berdomisili di jepang demikian pendapatnya. "Kalau di Jepang, sampai usia SD kelas 2 dan 3, tidak di adakan perlombaan yang menunjukan keunggulan seseorang. Bahkan sepengetahuan saya sampai tingkat TK, tidak ada perlombaan tertentu yg juaranya 1,2,3. Yang ada hanya kompetisi beregu, misalnya festival olahraga, yang dilakukan perkelas. Contoh: semuanya berlari, atau lari estafet perlombaan yang modelnya tim. Pola kerja sama beregu benar-benar ditonjolkan, keunggulan individu tidak terlihat."

Mom berikut menceritakan pengalamannya sewaktu masih jadi guru, demikian. "Kalau untuk perlombaan, dulu kami selalu menyiapkan hadiah sesuai jumlah anak yang berlomba jadi tidak ada juara 1, 2 dst. Namun untuk yang terbaik tetap dikasih, Jadi bagimereka bersenang - senang, berani mencoba sesuatu (Karena dulu lombanya sangat menguras tenaga) . Jenis permainan yang kami buat adalah permainan memindahkan belut, atau meluncur dari ketinggian 3 meter dll. Jadi yang ditekankan adalah keberanian dan reward dari kita adalah 'pelukan' dari guru, tepuk tangan, dan hadiah." Ujar beliau mengakhiri sharingnya.

Berikut tanggapan seorang psikologi, beliau bahkan baru tau kalau perlombaan membawah dampak yang tidak bagus terhadap anak - anak, demikian tanggapannya. "Saya baru tahu hal - hal begini. Di teori dampak negative itu tidak ada, jadi saya jawab degan pandangan pribadi dan hasil observasi. Menurut saya, Lomba untuk anak itu sah - sah saja, tinggal bagaimana cara kita membimbing anak untuk melihat hal tersebut. Contoh seperti: Kalau di rumah orangtua sudah ngotot "kamu harus menang" dan ketika anaknya kalah, orangtuanya ikut kecewa. Hal seperti ini yang membawah dampak negative untuk anak. Sementara untuk sisi positifnya membuat anak berani bersaing, berani gagal, berani kalah. Karena dari kekalahan, akan terbentuk pribadi yang kuat." Masih menurut beliau untuk perlombaan usia balita, baiknya di buat lomba dengan kategori yang banyak dan semua peserta dapat hadiah, contoh : Lomba Nyanyi terbaik, kostum terbaik, gaya terbaik, senyum terbaik, dan sebagainya. (WRM/SA)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement