We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Kalau Si Mouse Bisa Ngomong
Kalau Si Mouse Bisa Ngomong E-mail
Pengirim: Wanda Hazman   
Kamis, 15 September 2005

Lewatkan saja sisi positif, termasuk kenikmatan berselancar di dunia maya. Apalagi kalau sudah ketemu yang namanya Multiply, Friendster, YM, game on line, juga Mr.G (baca: Google). Semua dapat hadir dalam satu click.

Namun, kalau tidak waspada dan bijaksana, suatu saat ditengah keasyikan, bisa saja kita berpapasan dengan orang-orang iseng, bahkan kriminal dunia ini. Katakanlah, saya dan teman-teman di milis We R Mommies Indonesia yang sampai sekarang masih mengalami imbas dari email tak senonoh si ‘kutu’ yang mengambil data pribadi anggota milis dari Yahoo! Groups dan menyalahgunakan data tersebut habis-habisan!!

Pada kesempatan lain, seorang teman mendapatkan email hoax menawarkan kesempatan menjadi milyuner. Ada juga yang menawarkan paket perjalanan liburan dengan gampang. Tergiur? Berapa orang yang bakal tergiur? Berapa pula yang langsung melempar email itu ke recycle bin?

Ketidaknyamanan lain, soal tulisan ‘bajakan’ yang sering mematahkan hati penulis aslinya. Tulisannya beredar bak kacang goreng. Bagus kalau masih ada namanya sebagai penulis. Semakin sering terkirim, tulisan itu menjadi anonim. Lebih parah lagi, kalau ada nama penulis, tetapi tulisan sudah terpotong-potong seperti kacang panjang tumis. Belakangan di Indonesia ada sebuah gerakan "Jangan Asal Copy Paste" bagi komunitas blogger yang dicanangkan JaF. "Jangan Asal Copy Paste merupakan sebuah ajakan moral untuk mulai menghargai hasil karya para blogger, karena apapun isinya, apapun wujudnya, blog adalah juga sebuah hasil karya cipta.

Bentuk penghargaan yang paling sederhana adalah dengan mulai membudayakan kebiasaan-kebiasaan seperti penyebutan sumber atau url jika mengutip atau menerbitkan ulang sebuah materi yang diambil dari blog. Akan lebih baik lagi jika mulai membudayakan kebiasaan menghubungi pemilik/ penulis blog untuk meminta izin melakukan pengutipan atau penerbitan ulang.

Kasus manipulasi foto juga seru. Artis-artis ternama sudah kenyang jadi bulan-bulanan orang-orang kurang kerjaan ini. Kalau mau dibuat kisah sinetron, mungkin bisa diberi judul "Tiga B: Badanku Bukan Badanku". Seorang teman yang pernah menjadi korban manipulasi foto ini berujar dengan santainya (atau pasrah?) “Biar deh, suamiku juga tau itu bukan aku”. Sejujurnya saya jadi kasihan campur geli mendengar pernyataannya itu. Kasihan, karena teman saya ini jadi korban. Geli karena..oops..(saya tahu komunitas MP 17 tahun ke atas, sayangnya banyak anak-anak di sekitar, jadi maaf tidak dapat saya beberkan di sini).

Pemain internet adalah orang-orang yang paling royal berbagi informasi. Artikel atau apapun yang dianggap baik, menarik, lucu atau membuat sensasi, dengan ringan tangan dan rela hati diteruskan pada teman lain. Soal kebenaran dari materi yang dikirim, siapa penulis aslinya, dan tertarik tidaknya sang teman dengan apa yang disampaikan? “Terserah, kalau tidak suka, didelete saja,” jawaban paling instan. Wah..wah..kalau ada virus juga bagaimana? Proses deleting sudah tidak mempan kalau virus terlanjur menyusup.

Namun keadaan tidak juga seburuk itu. Akhir-akhir ini makin banyak orang berhati-hati mengasup informasi dari email yang masuk ke inbox. Termasuk mencari kebenaran sebuah cerita atau kisah dan kembali menyebarluaskan kebenaran sebagai kontra issue. Misalnya cerita wanita menjadi hewan karena kualat pada ibunya. Ternyata hewan aneh itu hanya sebuah boneka karya seni Patricia Piccinini. Atau juga kisah inspiratif ‘aspal’ – asli tapi palsu- Teddy Stoddard yang sukses menjadi dokter. Untuk kasus ini, saya jadi teringat Robin Hood, menjadi bandit untuk tujuan mulia. Kedua kisah ini kira-kira seperti itu. Manipulasi kisah sebagai kisah nyata untuk maksud pencerahan bagi pembacanya.

Ada lagi cerita seseorang yang mengagumi orang lain, dan menjadi secret admirer yang akhirnya meneror ketenangan. Masih bagus kalau orang itu sehat jiwa. Kalau psyco bagaimana? Dan itu terjadi, saya pernah dengar ceritanya. Hii..sampai bergidik sendiri mengingatnya. (click PM saya untuk cerita lengkap ).

Ini cuma sedikit kisah miring yang diclick ‘mouse’ saya, di antara sekian banyak kisah yang diclick ‘mouse’ pengguna internet around the globe.

Dipersembahkan untuk:

* Seluruh mouse di dunia.
Kalau si mouse bisa ngomong, mungkin hanya benda satu ini yang akan diburu menjadi saksi kunci dalam investigasi kasus-kasus kriminal maya.

* Yang jadi korban.
Perbanyak ibadah dan kuat-kuat mental. Kriminal dunia maya lebih bulus daripada bulus.

* Yang masih asyik-asyik aja.
Seperti kata Bang Napi di tayangan sebuah TV swasta Indonesia:
waspadalah..waspadalah..waspadalah..!!!

* Cyber Crime Polda Metro Jaya
Hmm…menyenangkan, officernya baik-baik. Banyak foto-foto keren di dinding kantornya. Termasuk foto investigasi kasus artis.

Kinerja? Ookk..kee…;)

Saran:

Judul artikel ini harap dibaca seperti Doel Sumbang menyanyikan “Kalau Bulan Bisa Ngomong”

"The real problem is what to do with the problem-solvers after the problems are solved."
-Gay Talese

Image Courtesy: http://www.paulvi.net/faculty_and_staff/Weimer/internet

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement