We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Memilih Tahu Yang Aman dan Sehat E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 06 September 2005

Tahu yang berbahan asal kedelai memang sehat. Namun terdapat beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum memakan si putih yang sehat tersebut agar terhindar dari bahaya zat zat kimia yang membahayakan. Beberapa informasi terkait dapat mommies baca dalam informasi di bawah ini. Rangkuman informasi tersebut berasal dari milist We R Mommies.

Mengapa tahu dan produk turunan kedelai lainnya adalah makanan yang sehat, khususnya bagi wanita?
Kedelai dan produk olahannya seperti tahu, tempe dan susu telah terbukti dapat membantu menurunkan kolesterol darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, serta meredakan perasaan tak nyaman saat menopause. Fungsi sehebat itu dikarenakan adanya komponen fitoestrogen. Menurut para peneliti, fitoestrogen kedelai juga dapat menghambat efek negatif estrogen alami dan juga memasoknya jika estrogen itu bekerja lamban. Dalam hal ini fitoestrogen akan menurunkan aktvitas estrogen alami saat hormon itu memicu pertumbuhan kanker payudara misalnya.

Adakah hubungan antara makan kedelai dengan risiko terkena penyakit jantung?
Ya ada. Salah satu contoh yang dapat diamati adalah rendahnya prevalensi penyakit jantung di jepang. Orang Jepang beresiko rendah untuk mendapat penyakit jantung atau kematian akibat sakit jantung karena mengonsumsi kedelai rata-rata 30 gr perhari atau 12 kg per tahun. Bandingkan dengan konsumsi kedelai pada orang Amerika yang hanya 2 kg per orang per tahun.

Apakah bila seorang wanita banyak mengkonsumsi kedelai maka akan menurun masalah menopause di masa mendatang?
Ya. Wanita Jepang tidak mengenal hot flashes (rasa panas di tubuh bagian atas) karena tidak mengalaminya. "Itu karena kedelai dapat menurunkan gejala menopause seperti hot flashes," ujar Mark Messina, Ph.D. Sementara setengah dari wanita Amerika mengeluh hot flashes dan keluar keringat di waktu malam, saat menopause.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Nasional Singapura, perempuan di saat pra menopause yang mengonsumsi kedelai, makanan sumber betakaroten, dan asam lemak tak jenuh, mempunyai risiko mendapat kanker 50 persen lebih rendah dibanding mereka yang mengonsumsi protein hewani secara berlebihan. Di sini estrogen kedelai membantu meningkatkan estrogen alami, sehingga dapat juga mencegah osteoporosis tanpa meningkatkan risiko kanker.

Apakah diet tinggi kedelai ada hubungannya dengan siklus menstruasi?
Diet tinggi kedelai juga dapat memperpanjang siklus menstruasi. Sepanjang kehidupan, tubuh menghasilkan banyak estrogen, bahkan dapat mengubah sel sehat menjadi kanker. Lamanya siklus hiad dapat mengurangi jumlah hormon. Karena itu, diet tinggi kedelai sangat baik bila dilakukan sejak wanita mulai mendapat haid.

Adakah keunggulan kedelai buat pria?
Ya, keunggulan kedelai juga dapat dimanfaatkan pria. Diet tinggi kedelai padat membantu mengurangi efek hormon testosteron, yang dapat menyulut pertumbuhan sel kanker alam kelenjar prostat. Penelitian terhadap 8.000 pria Jepang yang tinggal di Hawaii, yang banyak makan tofu (tahu), beresiko rendah untuk terkena kanker prostat. Angka kematian akibat kanker prostat pun rendah. Itu karena mereka tetap mempertahankan kebiasaaan konsumsi kedelai, meski tinggal di negara barat.

Terdapat pulakah kandungan nutrisi lain pada tahu yang mendukung fungsi tahu sebagai makanan sehat?
Ya, terdapat banyak lagi kandungan dalam tahu, tempe, dan produk olahan kedelai lainnya. Proteinnya senilai daging, juga vitamin, mineral, dan lemaknya. Lemak dalam kedelai adalah lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated) yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan menghindari penggumpalan lemak dalam darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Selain itu terdapat nilai ekonomis olahan kedelai ini, karena lebih murah dibandingkan protein hewani, sehingga baik sebagai menu sehari-hari.

Tips apa yang harus diperhatikan saat memilih tahu?
Sebelum membeli tahu, hendaknya perhatikan tips berikut ini. Pada produk tahu yang mengandung formalin dapat ditandai dengan :
a. Semakin tinggi kandungan formalin, maka tercium bau obat yang semakin menyengat; sedangkan tahu tidak berformalin akan tercium bau protein kedelai yang khas;
b. Tahu yang berformalin mempunyai sifat membal (jika ditekan terasa sangat kenyal), sedangkan tahu tak berformalin jika ditekan akan hancur;
c. Tahu berformalin akan tahan lama, sedangkan yang tak berformalin paling hanya tahan satu dua hari.
d. Tahu yang memakai pewarna buatan dapat ditandai dengan cara melihat penampakannya. Jika tahu memakai pewarna buatan, warnanya sangat homogen/seragam dan penampakan mengilap. Sedangkan jika memakai pewarna kunyit, warnanya cenderung lebih buram (tidak cerah). Jika kita potong tahunya, maka akan kelihatan bagian dalamnya warnanya tidak homogen/seragam. Bahkan, ada sebagian masih berwarna putih.

Apa sih formalin dan mengapa penggunaaannya pada produk tahu berbahaya?
Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram. Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.

Jadi cara mudah memilih tahu bagaimana ya?
Intinya, pilihlah tahu sedapat mungkin yang warna kuningnya tidak mencolok serta yang tidak kenyal dan berbau kedelai alami. (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement