|
Seberapa penting sih kebersamaan sebelum tidur?. Pertanyaan ini diajukan oleh salah satu members milist We R Mommies yang
mengeluhkan kebiasaan sang suami untuk menonton televisi/film hingga tengah malam dibandingkan menemani dirinya pergi tidur. "Saya inginnya adil begitu. Silahkan menikmati televisi/film namun sesekali sang istri ya ditemani di tempat tidur walaupun nantinya hanya diisi dengan membaca buku bersama atau membicarakan sesuatu" ujarnya.
Hal hal yang terlihat sepele tersebut baginya amat berarti "Namun saya sulit sekali menjelaskan pada suami saya tentang hal tersebut walau hasrat terpendam untuk diperlakukan adil tetap ada. Masa iya sih istri kalah dengan televisi?". Beliaupun menanyakan statement ataupun cara yang tepat untuk mengungkapkan ganjalan pikiran pada kekasihnya "bagaimana kiranya cara yang
dapat menggugah suami saya ya?" tulis beliau di postingannya.
Tanggapan para mommies? Silakan telusuri rangkuman tips di bawah ini sebagai hasil diskusi panjang tentang tema terkait.
1. Lihat dan putuskan. Lihat aktivitas yang pasangan lakukan di malam hari, bila hal tersebut penting, biarkan ia beraktivitas namun bila yang dilakukannya hanya berupa 'fun', katakan padanya bahwa mommies tak menyukai aktivitas yang dilakukan.
Tak ada salahnya menanyakan terlebih dahulu di setiap malamnya apa malam tersebut ia berniat tidur lebih malam atau cepat. Bila jawaban yang muncul akan tidur lebih malam, lebih baik mommies tak perlu menunggunya daripada mommies akan bosan dalam masa penungguan. Pergi tidur lebih cepat adalah pilihan yang terbaik di kondisi ini.
2. Buat kesepakatan. Mommies harus sedapat mungkin membuat kesepakatan dengan pasangan agar menentukan frekuensi
malam malam yang digunakan untuk melakukan aktivitas bersama. Sedikit kuantitas namun rutin dan disiplin dilakukan akan
lebih baik dari pada timbulnya aktivitas dadakan yang tak jelas kelanjutannya. Perhatikan pula pilihan kalimat dalam menyampaikan hal ini pada suami, juga sesuaikan dengan karakter pasangan mommies. Inti yang dapat disampaikan kurang lebih
adalah seorang istri tidak hanya cukup diberikan nafkah lahir, namun nafkah batin mommies pun hendaknya diperhatikan pula.
3. Minta bantuan si kecil. Si Kecil juga dapat dijadikan senjata bagi para suami yang selalu 'sibuk' dengan urusannya
sendiri. "Tolong panggil papa nak supaya bisa main dengan dinda", kesan pertama yang muncul memang seperti 'memanipulasi' anak, namun gunakan dengan cara yang lembut dan menyenangkan.
4. Minta waktu sedikit saat ia beraktivitas. Bila ada suatu hal yang penting ingin dibicarakan, tak ada salahnya mommies meminta waktu untuk berbicara. Bila pasangan sedang sibuk, tunggui saja di ruang kerjanya agar ia menyadari keberadaan mommies.
5. Sempatkan bicara walau minimal kuantitasnya. Bila mommies belum juga tidur saat pasangan pergi ke peraduan, sempatkan bicarakan sesuatu walau sedikit. Beri kesan padanya bahwa mommies menyenangi pembicaraan sebelum tidur.Pembicaraan menyenangkan tentang anak biasanya disukai oleh para suami yang menyayangi si kecil. Maka usahakan jaga kualitas pembicaraan ini.
6. Main bersama si kecil. Membiasakan bermain bersama si kecil sebelum tidur mungkin dapat menjadi trik ampuh yang
dilakukan agar sang ayah juga menikmati kebersamaan di tempat tidur. Selain itu mommies harus sering mengingatkan
pada pasangan bahwa sang anak butuh waktu kebersamaan dengan ayahnya, dan hal itu tepat sekali dilakukan sebelum si kecil tidur, terlebih bila sang ayah teramat sibuk. Bila pasangan bersedia menemani si kecilnya, otomatis mommies pun dapat menikmati kebersamaan dengannya bukan?.
7. Letakkan televisi di kamar tidur. Pasangan yang tidak bisa dijauhkan dari kebiasaan menonton televisi di malam hari
mungkin harus disiasati dengan meletakkan televisi di dalam kamar tidur. Selain tidak merugikan sang pasangan yang tetap dapat mengikuti siaran kesayangannya, mommies pun dapat mendapatkan keuntungan dengan ditemani di tempat tidur. Di sela aktivitas menonton televisi ini bukan tidak mungkin mommies juga dapat melakukan diskusi ringan dengannya.
8. Berdiskusi dengan baik. Katakan pada pasangan bahwa mommies berkeberatan bila ia melakukannya tujuh hari dalam seminggu.
Namun sampaikan pula padanya bahwa mommies tidak berkeberatan bila aktivitas tidur malam dilakukan asalkan ada pula waktu waktu bersama di malam hari yang mommies dan ia gunakan. Juga berikan kesadaran padanya tentang pengaruh kesehatan di masa mendatang bila kebiasaan tidur malam tersebut selalu dan rutin dilakukan.
9. Memilih alternatif waktu lain untuk kebersamaan. Hal ini merupakan pilihan terakhir yang dilakukan bila kebersamaan sebelum tidur sama sekali sulit diwujudkan. Mengobrol dan berdiskusi saat berkendaraan bersama, pembicaraan pagi hari saat baru bangun tidur ataupun sebelum memulai aktivitas di luar rumah, berbicara saat sarapan pagi dll adalah beberapa pilihan yang dapat dilakukan.(DaI/WRM)
|