We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Si Super Berantakan
Si Super Berantakan E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 17 Agustus 2005

Seorang Mommy yang sibuk bekerja menayangkan pertanyaan SOS :”Adakah yang bisa memberi saya saran supaya saya tidak berantakan?”

Mommy ini mengakui bahwa ia suka bersih-bersih, tetapi ia perlu  seharian penuh sendirian tidak diganggu untuk membereskan semuanya. Jadinya memang bersih. Tapi hanya bertahan sekitar seminggu setelah itu pelan-pelan menjadi berantakan lagi. Kalau bersih rasanya ia takut mencari apapun, menjadi berantakan lagi. Ia sudah search di internet,mencari-cari bagian organize, tapi tetap tidak memberinya semangat untuk tetap menjadikan mejanya bersih dan rapi. Ia memang tidak kehilangan dokumen, tapi ia kerap merasa tidak enak dengan atasan, meskipun mereka selalu bilang, tidak apa-apa asal kamu bisa nyaman bekerja begini. Setelah membaca Feng shui ia menyadari bahwa memang harus rapi, tapi Mommy ini tetap tidak bisa rapi. Begitu juga di rumah.

 
Mommy yang lain dengan santainya menjawab, bahwa dirinya malah merasa tidak enak kalau meja kerjanya terlalu bersih,kesannya dirinya tidak ada kerjaan. Saran dari Mommy ini agar menaruh bantex-bantex file yang diperlukan sehari-hari di atas meja dan diberi judul.,1 bantex bisa buat 2 - 3 judul lah..,lalu,  setiap ada dokumen yang perlu difile.,langsung dibantex dan jangan ditunda-tunda lagi.

Mommy ini mengakui paling grogi bila atasan datang untuk meminta dokumen. Biasanya ia menenangkan perasaan dengan meminta sang atasan duduk dulu sementara Mommy mengambi  dokumen yang sudah terorganisir dan mengantarkannya ke atasan. Buat Mommy ini,  meja kerja melambangkan
kepribadian.

Mommy lain mengatakan bahwa sepanjang sang Mommy nyaman dengan keadaan kerja yang seperti itu sebenarnya tidak ada masalah. Mommy ini juga mengakui bahwa meja kerjanya juga super duper berantakan. Meskipun tidak pernah ada file-file yang hilang, namun seringkali ada file-file yang terselip. Meja kerjanya  rapih cuma saat ia tak ada di kantor...itu juga ada beberapa tumpukan dari file-file yang belum selesai dikerjakan.

Mommy ini pernah menerima ilmu meja kerja yang efektif dan efisien waktu kuliah...namun tak pernah dipraktekkan selama bekerja. Di dalam ilmu yang diterimanya, yang harus ada di meja adalah agenda, buku catatan (buat note kalau kita terima telpon)dan alat tulis. Selain dari itu harus dimasukkan di dalam laci atau lemari.

Menurut Mommy ini tidak perlu merasa malu karena menurutnya, meja kerja yang berantakan itu sebenarnya mencerminkan pribadi yang kreatif.

Mommy yang lain menanggapi bahwa ia  selalu mencoba membereskan barang di atas mejanya, biasanya sebelum pulang. Selain bisa menemukan berbagai barang yang  harus dibawa pulang, supaya tidak ketinggalan dan juga besoknya meja sudah dalam keadaan rapih. Jadi besok pagi kerja sudah tidak repot lagi memikirkan meja yang berantakan.

Mommy ini menambahkan agar membiasakan menyimpan barang kembali pada tempatnya. Jadi sesudah selesi memakai gunting jangan dibiarkan begitu saja diatas meja. Biasakan langsung dikembalikan ke tempatnya. Jadi secara otomatis sekaligus juga merapikan meja. Kita tidak akan uring-uringan mencari barang yang hilang.

Seorang Mommy lain mempunyai masalah serupa. Ia sharing pengalaman, bahwa waktu bekerja di salah satu penerbitan, meja kerja yang amburadul malahan jadi point penilaian, yaitu dinilai sebagai  karyawan yang produktif. Namun begitu bekerja di salah satu perusahaan Jepang, meja berantakan, ceritanya lain lagi. Mommy ini membagi salah satu training yang dulu diterima dari perusahaan Jepang:

5S
5S is the Japanese concept for House Keeping.
Seiri - Put things in order (remove what is not needed and keep what is needed)
Seiton - Proper Arrangement (Place things in such a way that they can be easily reached whenever they are needed)
Seiso – Clean (Keep things clean and polished; no trash or dirt in the workplace)
Seiketsu – Purity (Maintain cleanliness after cleaning - perpetual cleaning)
Shitsuke - Commitment (Actually this is not a part of '4S', but a typical teaching and attitude towards any undertaking to inspire pride and adherence to standards established for the four components)

Seorang Mommy yang lain mengomentari: “Membaca cerita Moms soal meja kerja berantakan, aku jadi inget dulu waktu aku kerja, meja kerjaku juga berantakan deh. Apalagi kalau udah lagi sibuk-sibuknya ..semuanya jadi muncul di atas meja, sampai mejanya sendiri udah engga keliatan meja lagi. Memang abis itu, aku berusaha ngeberesin, tapi engga pernah yang bisa rapi
banget. Tetep aja kesannya meja itu seperti gudang. Training 5S dari orang Jepang bagus juga tuh ..Tapi buat aku, mungkin point ke 2 yang aku masih lebih bisa ngejalanin, yaitu "Seiton - Proper Arrangement (Place things in such a way that they can be easily reached whenever they areneeded)". Cuman masalahnya di aku .. banyak barang / benda sih yang aku rasa aku perluin, jadi semua aku taruh di tempat yang mudah dilihat dan diraih .. akibatnya ya kembali lagi ke meja jadi penuh “

Mommy yang sekarang  jadi full-time ibu rumah tangga ini merasa bahwakembali rumah rasanya penuh barang .. apalagi barang anaknya ( 22 bulan ).. aduh .. kalau anaknya udah mulai bongkar-bongkar barang dari box penyimpannya .. lantai rumah rata dengan segala mainannya. Ia  menyatakan bahwa berat juga setiap kali harus beres-beres supaya lantai bisa terlihat lagi. Untungnya anaknya sekarang sudah bisa diajari untuk membereskan kembali barang-barangnya, meskipun masih harus dibantui  karena kadang ada yang tertinggal.

Seorang Mommy lain dengan anak 9.5 bulan ikut sharing bagaimana anak-nya sudah jago membuat berantakan rumah. Semua mainannya dikeluarkan Kalau ditaruh di dalam playpen anaknya protes.

Ada Mommy lain yang juga sulit untuk rapi, sehingga  berkas di meja & barang berantakan sekali. Di meja ada komputer, telpon, scanner, printer & speaker juga beberapa alat penting lainnya. Di laci bawah ada stationary & kalkulator, sampai-sampai  kalender meja pun diletakkan di atas komputer karena tak ada tempat lagi, sampai-sampai tambahan kursi dibuat untuk menyimpan berkas masuk, dan dinding partisi untukmenempelkan motto spirit of life & kode penting lainnya.

Mommy ini  suka sebel sama mejanya sendiri yang tidak rapi. Kalau sudah pertengahan bulan biasanya baru dibereskannya, soalnya kalau terlalu rapi Mommy ini malah bingung, ini meja kerja atau meja tulis. Begitupun, ia menyatakan bahwa ia  masih bisa menghandle "kerusakan" yang terjadi di mejanya, tetap ingat d imana file yang dibutuhkan & perhitungan tagihan yang suatu saat ditanyakan oleh user & vendor. Namun soal malu menurutnya tetap dirasakan, karena di kantornya dimonopoli pria yang selalu berfikiran kalau wanita itu harus selalu bersih-rapi.

Mommy lainnya juga mengalami masalah yang sama, juga tipe yang berantakan pula di meja kerja namun selalu ingat dimana file berada dan biasanya sebelum pulang beres-beres dulu dengan memasukkan dokumen ke folder dulu agar keesokan  paginya gampang menicarinya. Di tempat Mommy ini ada anggapan sama kalau meja yangterlalu bersih berarti tidak ada pekerjaan. Menurutnya agar Mommy yang bertanya mengikuti kata hatinya manayang paling sreg untuk dilakukan. (HI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement