We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kecantikan arrow Takut Badut, Bagaimana Menyikapinya?
Takut Badut, Bagaimana Menyikapinya? E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 15 Agustus 2005

Badut juga manusia. Semua orang tahu itu. Tapi sebagian dari "manusia-manusia kecil" masih takut untuk menghadapinya. Jelas, apa karena penampilan badut-badut yang selalu dipupur bedak putih dan berlipstik lebar dibibir, mata dan hidungnya? Ataukah karena penampilan mereka yang menyerupai tokoh kartun, binatang atau bentuk yang biasa dilihat oleh manusia-manusia kecil itu sebagai makhluk yang hanya ada di TV dan dikebun binatang misalnya? Hanya "manusia –manusia kecil" yang bisa menjawabnya.
 
Diarena diskusi We R Mommies, seorang mommies menanyakan bagaimana caranya menyikapi anaknya yang takut akan badut? Apakah harus dihadapi langsung? Atau ada tips lainya?

Seorang mommies menanggapinya dengan memberi contoh anaknya yang masih balita yang takut untuk mencoba berdiri karena pernah terjatuh dan mommies ini terus memotivasi anaknya untuk terus mencoba dan berhasil, pointnya adalah kalau anak jatuh jangan biarkan dia berlarut-larut dengan ketakutannya  bimbing dengan sabar si anak untuk menghadapai ketakutannya itu, ada juga mommies yang mempunyai pengalaman yang sama dengan mommies penanya, tips dari mommies ini, hindari dulu si anak dari badut sampai si anak siap untuk menghadapainya yaitu dengan menyertakan si anak dalam proses perubahan orang biasa menjadi seorang badut, dengan menerangkan detail-detilnya dan syukur Alhamdulillah anaknya sudah terbebas dari rasa takut akan badut. Dan diarena diskusi ini ternyata ada seorang mommies yang sampai dewasa pun masih takut akan badut, bisa jadi karena phobia dan syukurnya si anak malah engga takut akan badut, si anak bilang "Thats fake, there is people inside, mommy" tapi satu dari anaknya juga masih takut akan badut sampai sekarang. 

Dan tenyata ada juga anak dari seorang mommies yang biarpun dia mengetahui bahwa dalam badut itu ada seorang manusia masih juga teuteup takut akan badut. Sampai kalau ada temannya yang ulang tahun dan mengundang badut-badut, dia rela untuk tidak datang keacara tersebut, dan sang ibu dengan bijaksana tidak memaksakan kehendaknya, pasrah saja sampai suatu hari pasti si anak akan berubah cara pandangnya akan badut-badut itu. Semoga. Ada seorang mommies yang menanggapi juga, bahwa teman dari anaknya yang berusia 3 tahun juga mempunyai problem yang sama, takut akan badut. Tips dari mommies ini dengan meminta bantuan anaknya untuk menerangkan kepada temannya itu bahwa badut itu baik, suka memberi hadiah, untuk mendapatkan hadiah kita engga boleh takut akan badut. Dan pendekatan antar "manusia-manusia kecil" itu ampuh juga.

Kesimpulan dari hasil diskusi ini, kita sebagai orang tua tetap berusaha untuk melakukan pendekatan, bimbingan dan penjelasan yang tidak kenal putus asa bahwa badut itu hanyalah boneka. Kalau sampai penjelasan itu tidak mempan juga, kita harus bijaksana untuk tidak memaksakan kehendak kita. Biarlah sianak untuk mencoba mengatasai ketakutan akan badut dengan caranya sendiri dan tentunya dibawah bimbingan kita sebagai orang tuanya. (WRM/FE)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement