We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Musik arrow Jangan Lakukan Sekali Lagi Sayang...*
Jangan Lakukan Sekali Lagi Sayang...* E-mail
Pengirim: DA Inayati   
Rabu, 10 Agustus 2005

Saat sore itu,
Ummi juga telah curiga
Mengapa suasana begitu sepi dan tenang
Dari setiap penjuru kamar
Tanpa ada keributan dan suara
Tidak seperti hari hari biasa

Saat sore itu,
Ummi juga telah sekilas terpikir
“There’s something wrong”
“Irgendetwas passiert”

Tapi ummi hilangkan begitu saja kecurigaan
Ummi lenyapkan saja pikiran adanya keganjilan.

Saat sore itu
Ummi akhirnya memutuskan
Mengakhiri cengkrama dengan tuts dan monitor
Tinggalkan deretan gunung koreksian
Segera menghampiri nanda di kamar
Yang sedang bermain sambil tersenyum nakal

Hmm..ada apa ya?
Apa gerangan yang aneh di kamar ini?
Lihat ke langit langit, nope…semua biasa
Lihat ke jendela, tidak..letak semuanya persis sebagaimana mestinya
Lihat ke dinding, nee..semuanya bersih tak ada coretan
Lalu yang manakah yang salah?
dan mata ummi terus melanjutkan acara pengembaraan.

Ah ya, lihat lantai !!
Waduuuuhhhhhhhhhhhhhhh…mengapa tergeletak banyak potongan rambut?
Rambut nanda kah? atau rambut adik nandakah?
Tepat di tangan nanda masih terlihat si gunting prakarya pembawa masalah
Yang biasanya tersimpan rapih di laci kedua

Hati inginnya marah
Namun bercampur dengan rasa geli melihat ekspresi nanda:
Salah…iseng…takut…bangga….semua bercampur satu
“Anja katakan aku harus potong rambut, sudah panjang !”
Hanya penjelasan itu yang keluar dari bibir kecilnya
Dan tetap tersungging senyum nakal di sana

Saat sore itu,
Ummi putuskan nanda duduk di kursi perenungan
Dan anehnya, nanda duduk tanpa protes berkepanjangan
Ummi minta nanda merapihkan mainan di kamar
Dan teramat baiknya, nanda melakukan tanpa diskusi berkelanjutan
Ummi katakan agar nanda mohon maaf pada adik atas terpotongnya sebagian rambutnya
Dan tanpa banyak bicara, nanda cium kening adik dengan lembutnya.

Ah,
Kini rambut nanda jadi tak beraturan
Potongan poni kilat di depan pun tak banyak membantu
Sebagian rambut yang hilang di kepala adikpun jadi terlihat aneh
Untung saja masih dapat dikamuflasi dengan hiasan kepala

Tapi tak apalah nanda,
Semoga dengan ini nanda bisa mengambil pelajaran
…bahwa gunting tidak digunakan untuk merapihkan rambut sendiri
…bahwa keisengan yang membahayakan selalu diikuti dengan konsekuensi
…bahwa ummi dan ayah menghukum karena sayang pada nanda yang tak bertepi
…bahwa berkata jujur lebih ayah dan ummi sukai

Jangan lakukan sekali lagi sayang..
Janji pada ayah dan ummi
Bukan rambut ataupun gunting yang kami khawatirkan
Namun kejadian lebih buruk yang ingin kami hindari

Jangan lakukan sekali lagi sayang..
Dengar nasihat ayah dan ummi
Camkan di dalam hati
Betapa ayah dan ummi sayang dirimu dari lubuk terdalam hati kami.

*nasihat untuk mas (4th)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement