We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Baik dan Bijak arrow Terimakasih, Yusuf Islam...
Terimakasih, Yusuf Islam... E-mail
Pengirim: DA Inayati   
Selasa, 19 Juli 2005

Beberapa hari yang lalu saya dan suami sempat mengikuti acara dokumentasi perjalanan hidup Yusuf Islam alias Cat Stevens. Cat Stevens: eine Wahre Geschichte sebuah sendung 56 menit yang produksi oleh stasiun televisi ternama ORF di Austria, amat menarik untuk diikuti. Khususnya bagi saya yang memang teramat menyukai musik musik yang Yusuf Islam a.k.a Cat Stevens ciptakan.

Stevens kecil yang bernamakan Stephen Demetre Georgiou lahir di london, berdarah campuran Swedia dan Yunani. Sejak kecil ia jatuh cinta pada musik. Ia tuliskan lirik lirik ciptaan pribadinya yang kemudian dituangkan dalam alunan gitar. Karena matanya yang indah, banyak para teman teman wanitanya memanggil Stevens remaja dengan julukan "cat" alias kucing. Sehingga terciptalah nama Cat Stevens yang akhirnya ia gunakan tatkala masuk ke dunia seni.

Setelah terbilang sukses di awal perjalanan karirnya melalui managerisasi dari Mike Hurst, Cat Stevens sempat menghilang beberapa saat akibat penyakit tuberkolosis kronis yang ia derita. Namun keberadaan di rumah sakit selama beberapa saat ternyata tak memadamkan kreativitas yang ia miliki. Lima puluh lagu berhasil ia ciptakan setelah ia keluar dari perawatan intensif di awal th 1969. Dengan keyakinan akan mampu menaklukkan dunia musik era 60-an, ia menjanjikan pada manager keduanya, Barry Korst, untuk menghadiahkan sebuah Rolls Royce bila sang manager dapat menjadikannya nomor satu di tangga lagu pop pada masa itu.

Tak hanya Rolls Royce yang dapat Cat muda hasilkan, 40 juta album pun mengiringi kesuksesan karirnya di th 60'an dan 70'an. Lagu seperti "Morning has Broken", "Father and Son" atau "Peace Train" menjadi Megahits di masa tersebut, bahkan menjadi lagu abadi yang selalu nyaman di telinga sepanjang masa. Teks teks lagu yang ia ciptakan tak hanya menandakan jeniusnya Stevens di bidang musik, lebih dari itu menggambarkan sifat kepeduliannya pada lingkungan dan alam sekitar. Bahkan sejak ia sembuh dari tuberkolosis kronis, ia bertekad tak ingin mati meninggalkan dunia tanpa mengetahui makna kehidupan yang dijalaninya. Di tahun 1974 ia pun menjadi duta kehormatan Unicef di Ethiopia.

Pencarian makna hidup melalui pendalaman beberapa agama dan kepercayaan yang ada, terus ia jalani. Bahkan mempengaruhi corak dan tema musik yang ia ciptakan. Di tahun 1975, David Gordon--kakak dari Cat Stevens- menghadiahkan Al Qur'an padanya, karena ia tahu betul bahwa sang adik sedang mencari kehidupan spiritual yang "pas" dengan keadaan jiwanya. Maka sejak saat itulah Stevens mulai berkenalan dengan Islam melalui Al Qur'an yang ia baca.

Kejadian traumatis di pantai Malibu tatkala Cat Stevens terbawa arus hingga makin menjauhi daratan dan hampir tenggelam, makin menyadarkan dirinya akan arti kepasrahan tulus padaNya. "Bila saya selamat ya Tuhan, maka saya akan menjalani hidup sebagaimana yang Engkau harapkan!" demikian berulang kali Cat Stevens memohon lirih di keadaan tubuhnya yang lemah. Tak lama kemudian datang ombak besar yang menghalau tubuh Cat Stevens makin mendekati arah pantai. Ia selamat!.

Di Mai 1978 secara resmi ia mengumumkan bahwa era Cat Stevens berakhir dan di tahun itu pula resmilah dirinya menjadi seorang muslim. Ia menggunakan nama Yusuf Islam, nama yang ia pilih karena kekagumannya akan kandungan yang terdapat di surat Yoseph dalam al Qur'an. Melalui gadis muslimah pilihan orang tua, menikahlah Yusuf Islam. Ayah dari lima anak ini kini aktif dalam kegiatan kemanusiaan khususnya yang berhubungan dengan anak anak. Ia pun mendirikan sekolah islam di London yang bahkan disubsidi oleh pemerintah setempat.

Sebenarnya, di artikel ini saya tak ingin menceritakan lebih banyak perjalanan hidup Yusuf Islam, karena saya yakin mommies mungkin banyak lebih mengetahui dibanding saya. Terus terang saya lebih tertarik menceritakan pengaruh mengikuti perjalanan hidupnya di diri saya, tepatnya teguran pada ruhani saya pribadi.

Terbayang di benak saya saya akan kepasrahan total dirinya tatkala didera cobaan di ombak laut pantai Malibu, ah...betapa tulusnya, betapa pasrahnya. Pembicaraan hati dan mulut yang hanya diketahui oleh seorang Cat Stevens dengan Sang Pencipta, namun toh ia wujudkan dan laksanakan secara konsisten hingga saat ini, pun tatkala kekayaan, kemasyhuran tetap ada padanya. Bisakah saya berlaku demikian pula? Ah, tak sanggup rasanya menjawab.

Kekaguman saya pun bertumpuk melihat kekhusyu'an dirinya berduaan dengan Dia dalam mesjid sambil bercengkrama mesra dengan lembar lembar Al Qur'an yang ada di dua buah telapak tangannya. Keteduhan pun seakan menghiasi wajah dan perilakunya tatkala seorang Yusuf Islam menjalin kata, seakan terpancar keramahan islam ada di dalamnya. Semua nilai kebaikan berislam itu ada pada dirinya yang baru 28 th memegang teguh keyakinannya.

Duh..semakin malu rasanya bila melihat diri ini yang telah dikaruniai nikmat beragama hingga di 31 tahun hidup yang telah saya lewati. Rasanya kebaikan yang tertinggal di diri masih tak terlalu banyak berbeda dari kemarin dan hari sebelum kemarin. Ah, merugi sekali diri ini. Sedih nian hati ini.

Kembalinya Yusuf Islam ke dunia seni yang ia yakini dapat menjadi duta yang baik untuk mengenalkan keyakinannya pada masyarakat dunia, juga duet terbarunya melalui "Father and Son" dengan Ronan Keating membuat saya kagum. Kagum akan keberaniannya mengambil sikap atas pendapat dan keyakinan yang ia miliki tanpa takut di cela dan dikritik oleh orang lain. Semoga sedikit banyak saya dapat mengambil pelajaran darinya.

Terimakasih Yusuf Islam akan pelajaran berharga dari berbagi kehidupan yang telah engkau jalani.

It's not time to make a change,
Just sit down, take it easy.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to go through.
.......

I was once like you are now, and I know that it's not easy,
To be calm when you've found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything you've got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not*

*"Father and Son" Song
**Fotos von Spiegel.de und ORF

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement