We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Pemakaian Anting Baru Pada Balita E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 19 Juli 2005

Tema perawatan pada pemasangan anting baru menjadi topik yang ditanyakan oleh mom berputra tiga di milis We R Mommies ini. "Jadi ceritanya begini moms, dua minggu yang lalu kami memasangkan anting baru pada putri kami (22 bl). Selama ini saya merawatnya hanya dengan mengoleskan baby oil. Dua minggu berjalan kupingnya baik baik saja, namun beberapa hari ini kok saya melihat kulit di sekitar antingnya menjadi merah ya. Jadi terlihat luka sepertinya. Kami jadi khawatir. Baiknya digimanakan ya, apa dicopot anting tembakannya, atau diganti anting benerannya atau dicopot saja semuanya ya?" tulis beliau. Tanggapan dari para mommies di milist WRM? Kita simak yuk.

Mom yang bermukim di Belanda ini memberikan pengalamannya. "Dulu juga anakku suka merah seperti itu, apalagi bila tidak menggunakan emas alias imitasi. Tidak hanya merah, tapi langsung borokan. Saat baru dipasang rasanya juga sering merah " cerita beliau.

Bila kulit nya sudah mulai memerah, beliau biasa memberikan salep anti inflamasi, kortikosteroid. Diberikan tipis tipis hingga berhari hari, biasanya setelah dua kali oles akan sembuh. Perlu tidaknya dicopot sang anting baru, beliau menyarankan ya bila kondisi kulitnya hingga borokan. Namun bila hanya memerah, tak perlu.

Pengalaman "memerah" juga dialami mom yang memiliki dua putri ini "Selama dua minggu sesudah ditindik, kuping anak anak saya olesi alkohol yang buat luka. Antingnya jangan dilepas, karena nanti lubangnya jadi tertutup lagi. Diperhatikan juga bila si anak menarik narik telinganya atau menggaruk. Karena kan itu luka yang mau sembuh, jadi wajar bila gatal dan agak panas rasanya. Bila nanti antingnya ditarik tarik, maka lukanya sulit untuksembuh".

Beliau juga menceritakan bahwa pada putri keduanya, ia memberikan alkohol pada kupingnya hingga lukanya kering dan kulitnya mulus. Agar tidak gatal, beliau juga pernah memberikan obat bebas untuk gatal gatal seperti hydrocortisone 1 %.

"Saya biasa memberikan putri saya minyak kelapa / minyak goreng baru bila bekas tindikan di kupingnya lecet lecet/merah. Tapi mungkin karena licin, putri saya sudah ganti anting empat kali jadinya. Lukanya sih sembuh tapi antingnya menjadi sering hilang karena antingnya berada di kuping yang licin" demikian tips yang mom ini berikan.

Pengalaman mom satu agak berbeda. Putri beliau ditindik sebelum usia tiga bulan, karenanya benar benar ditusuk menggunakan jarum suntik bukan menggunakan metode tembak yang kini sudah lazim dilakukan. Karenanya anting emasnya langsung dipakaikan di bekas tindikannya. Setelah beliau menindik putrinya, oleh sang bidan diberikan petroleum jelly. Jelly ini harus sering diberikan agar bila kulit bekas tindikannya tergeser geser anting tidak terlalu sakit.

Bila mommies sebelumnya membagi pengalaman tentang perawatan pemasangan anting pada putri putri mereka, mama mom member milist WRM ini menceritakan tentang pengalaman pribadinya. "Sampai saat ini bila bekas tindikannya merah dan gatal gatal memang inginnya sih menggaruk dan melepas anting. Namun gejala itu hanya ditemui bila saya sedang menggunakan anting imitasi atau anting emas kuning.

Keluhan ini tidak dijumpai bila saya menggunakan emas putih. Sepertinya saya tidak cocoknya pada kedua jenis bahan anting tersebut. Nah bila sudah kambuh, saya selalu olesi dengak minyak tawon, allhamdulillah langsung hilang rasa gatal dan merahnya" tutup mom ini di postingannya.

Senada dengan mom di atas, mom ini pun menceritakan pengalamannya tentang tindik ulang akibat bekas tindikan awalnya memerah dan gatal. " Saya pernah memakai anting imitasi terlalu lama dan lupa mencopotnya sehingga kuping menjadi merah dan gatal. Setelah dilepas, saya tidak memakai anting beberapa saat, akhirnya harus ditindik baru lagi. Perawatannya biasa saja sih. Memang sebisa mungkin bila menggunakan anting imitasi jangan terlalu lama, karena ternyata ada orang orang yang alergi dengan logam yang non emas dan perak, terlebih bila keringatan" tulis mom ini.

Untuk mengatasi merah dan gatal pada penggunaan anting imitasi, beliau memberikan tips agar melepas semua perhiasan, kemudian kulit yang gatal tersebut dilap dengan air hangat, dikeringkan, kemudian diolesi dengan minyak tawon hingga gatal gatalnya sembuh. Kemudian bila gejala telah hilang, baru dikenakan anting kembali. (WRM/DAI)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement