We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kesehatan Kita arrow Bila Sembelit Melanda
Bila Sembelit Melanda E-mail
Pengirim: DA Inayati   
Rabu, 13 Juli 2005

Keluhan sembelit dapat melanda siapa saja, termasuk si kecil di rumah kita. Semakin cepat kita sebagai orang tua menangani dengan tepat keluhan sembelit pada si kecil, maka akan semakin cepat pula gangguan pencernaan pada anak kita dapat dipulihkan.

Umumnya tidak banyak ditemukan keluhan sembelit pada bayi, terutama pada bayi yang masih mengkonsumsi ASI. Masalah ini biasanya dihadapi oleh anak yang telah memiliki kontrol terhadap otot dubur, yaitu ketika anak berusia 1,5-3 tahun. Kejadian sembelit pada anak di usia tersebut banyak ditemukan. Dari segi medis, seorang anak dikatakan memiliki masalah sembelit atau obstipasi bila ia tidak dapat menunaikan "hajat besar" nya minimal selama 4 hari berturut turut (definisi ini tidak berlaku pada bayi yang masih disusui).

Selain itu gejala yang paling mengganggu selain sedikitnya frekuensi buang air besar yang ada, si kecil juga mengalami kesulitan dalam proses mengeluarkan fesesnya, kadang ditandai rasa sakit yang luar biasa.

Takut BAB

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya ketakutan pada anak ketika ingin menunaikan hajat besarnya antara lain disebabkan oleh pengalaman buruk BAB yang telah lalu, dimana si anak merasakan rasa sakit yang luar biasa ketika ia berusaha untuk buang air besar. Luka di pantat si anak ataupun infeksi bakteri pada otot penutup di duburnya juga dapat menyebabkan sakit pada proses BAB . Tak mengherankan dengan adanya beberapa pemacu di atas menyebabkan semakin tertimbunnya feses di usus.

Timbunan feses tesebut akhirnya semakin lama semakin mengeras dan memadat komposisinya, dan hal tersebut makin menyebabkan si anak mengalami kesakitan yang amat di BAB pada saat berikutnya. Kadang si anak sudah berusaha mengeluarkan fesesnya di sela rasa sakit yang timbul, namun proses tersebut terhenti di tengah jalan akibat masuknya kembali feses yang telah berusaha ia keluarkan.

Adapula faktor penyebab lain terjadinya sembelit yaitu faktor organik yang biasanya muncul dalam jumlah yang teramat kecil. Pada kondisi ini si anak memiliki kelainan sel syaraf yang terdapat di permukaan usus yang mengatur proses terjadinya BAB. Gejala yang dapat diamati ada tidaknya kelainan organik tsb antara lain bila timbulnya gejala sembelit telah ada walau si kecil masih bayi. Bila sering ditemukan keluhan sembelit di usia dini tersebut, padahal pola makanan yang sehat telah diterapkan, maka hendaknya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter, agar terdapat terapi yang tepat.

Sembelit juga dapat timbul akibat pola makan yang salah. Sedikitnya cairan yang diminum, miskinnya bahan makanan berserat yang dikonsumsi dan sedikitnya bergerak aktif adalah beberapa penyebab yang dapat di catat. Jarang sekali sembelit ini timbul akibat allergi atau tidak cocoknya terhadap konsumsi jenis produk susu tertentu.

Penanganan Yang Tepat

Pertanyaan yang penting untuk dijawab dalam kondisi sembelit ini adalah: bagaimana cara memutuskan lingkaran setan antara sakit ketika BAB dan masuknya kembali feses yang telah diusahakan untuk keluar?. Satu hal yang tabu untuk dilakukan oleh para orang tua di kondisi ini adalah berusaha "memanipulasi" keluarnya feses si anak dengan penggunaan satu benda tertentu misalnya termometer atau benda sejenis lainnya. Pemaksaan pada si anak agar ia tetap di kamar mandi atau melepaskan popoknya hingga ia melakukan BAB juga bukan merupakan tindakan yang tepat karena malah membawa dampak negatif bagi anak. Anak merasa disalahkan dan tertekan atas kondisi yang terjadi. Timbulnya kondisi psikologis ini bahkan makin memperburuk lingkaran setan yang telah ada.

Anak akan kembali dapat BAB tanpa merasakan kesakitan yang luar biasa bila ia menjalaninya dalam keadaan tenang. Bersamaan dengan itu orang tua hendaknya merubah pola makan yang si kecil ; banyak cairan dan bahan makanan berserat harus ada di menu sehari hari yang ia konsumsi. Bila hal di atas tidak dapat mengatasi keluhan sembelit yang si kecil alami, maka orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat yang berfungsi untuk menarik cairan yang ada di sekitar pencernaan dan membuat feses yang ada lebih lunak sehingga relatif lebih mudah dikeluarkan dari dubur.

Namun para orang tua hendaknya tidak mengharapkan hasil yang "ekspres" dari terapi yang ada, karena hilangnya gejala sembelit memerlukan waktu yang cukup lama bahkan dapat berbulan lamanya. Di sinilah kesabaran anda juga merupakan salah satu faktor utama keberhasilan "mengusir" sembelit yang ada sehingga si kecil dapat menjalani BAB yang normal dan sewajarnya.

Beberapa Hal Yang Penting Diperhatikan

1. Perbanyak minum

Berikan si kecil cairan yang cukup, yang paling baik adalah minuman non kalori seperti air putih (ataupun air mineral), teh buah-buahan ataupun jus buah yang telah dicampur dengan air putih (sehingga kekentalan dan manis dari gula buahnya sedikit terkurangi).

2. Perbanyak konsumsi buah segar

Berikan anak anda sebanyak mungkin buah buahan segar untuk dikonsumsi, terbaik bila buah tsb dimakan dengan kulitnya. Carilah buah yang memiliki kandungan fruktosa dan sorbit yang cukup banyak, misalnya apel, melon dan aprikosa. Fruktosa dan sorbit berfungsi untuk menarik kandungan air di daerah sekitar pencernaan sehingga dapat memperlunak feses yang ada.

3. Perbanyak konsumsi sayur mayur

Berikan si kecil lebih banyak sayur mayur baik yang dapat dimakan mentah ataupun yang di masak terlebih dahulu. Wortel, Paprika dan sayur mayur lainnya memiliki kandungan serat yang berfungsi mengisi saluran usus dan mengatur elastisitas dinding usus. Dengan demikian signal yang tepat dapat timbul pada otot usus, dan feses dapat diarahkan dengan baik ke arah dubur.

4. Perbanyak konsumsi makanan dari sumber biji-bijian

Musli ataupun makanan lain yang bersumber dari biji bijian merupakan alternatif yang tak kalah penting karena di sana terkandung kadar serat yang tinggi dan kaya akan kandungan vitamin dan mineral.

5. Batasi konsumsi susu dan produk turunannya

Susu dan produk turunanannya seperti keju dan yogurt memang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, namun tidak begitu menguntungkan pada saat si kecil mengalami sembelit. Mengapa? karena tak lain produk tersebut tidak memiliki kandungan serat namun hanya memiliki banyak kandungan kalori. Selain itu hendaknya susu sebaiknya diberikan tidak terlalu kental, ikuti petunjuk di kaleng dengan seksama. Beberapa jenis susu yang mengandung faktor bifidus bisa dicoba dan mungkin bisa membantu meringankan keluhan yang ada.

6. Stop konsumsi coklat

Coklat adalah benda tabu yang dikonsumsi selama si kecil mengalami sembelit. Demikian halnya sumber manis lainnya seperti permen dan kembang gula lainnya. Produk tersebut sama sekali tidak mengandung serat bahkan malah menimbulkan masalah pencernaan yang lebih berat. (DAI)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement