|
Jangan panik dulu! Sebenarnya tidak ada salahnya sesekali mengajak anak-anak untuk bereksplorasi di dapur. Eksplorasi di sini tentu bukan berarti memperbolehkan mereka melakukan apa saja, termasuk memegang dan mengoperasikan berbagai benda yang ada di dapur, bahkan jika mereka memintanya dengan rayuan maut sekalipun.
Hati-hati dengan kalimat anak-anak yang memabukkan seperti ,”Janji, saya akan hati-hati, Bu”, atau ,”Saya sekedar memegangnya kok”, atau ,”See...nothing happen!”. Tentu saja ada perkecualian jika anak anda sudah cukup besar dan terbiasa membantu di dapur. Pilihlah salah satu hari di akhir pekan yang akan dijadikan hari ”H” untuk acara turun ke dapur bersama anak-anak.
Membayangkan memasak bersama anak-anak pasti menimbulkan gambaran yang mengerikan : dapur berantakan, alat-alat rusak, kecelakaan kecil, dan makanan yang tidak layak disantap! Tetapi dengan sedikit taktik dan rencana yang baik, bayangan suram itu berubah menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk anak-anak. Dan dijamin anak anda akan ketagihan (meskipun anda tidak).
Beberapa hal yang hendaknya menjadi perhatian demi suksesnya ”acara” tersebut adalah : • Usia Anak Jika anak anda terdiri dari berbagai usia, mungkin anak yang berusia di bawah 2 tahun untuk sementara dieliminasi dari kegiatan ini, meskipun batasan usia ini bukan harga mati. Anak usia 2 tahun yang sering bermain dengan kakak-kakaknya kadang sudah mengerti bagaimana mengikuti aturan main, mengerti apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. • Pilih menu yang sederhana dan disukai anak-anak Disukai baik proses membuatnya maupun hasil masakannya. Misal anak anda pecandu soto ayam, belum tentu dia akan menikmati proses pembuatan soto ayam. • Pilih saat yang tepat Jangan bersaing dengan saat diputarnya acara TV favorit anak-anak. Dijamin mereka akan kabur dari dapur. Atau saat mereka capek bermain atau mengantuk yang akibatnya hanya akan berakhir dengan tantrum. • Tentukan porsi pekerjaan untuk mereka Misalkan anda memilih untuk membuat roti unyil. Karena anak-anak seringkali tidak sabaran dengan proses menunggu, maka sebaiknya proses mencampur bahan dasar, menguleni hingga menunggu adonan mengembang adalah porsi anda. Libatkan anak-anak hanya pada saat membentuk adonan roti menjadi berbagi bentuk ”unyil” yang menarik.
• Pilih alat yang aman Sedapat mungkin hindari pemakaian benda tajam dan berbahaya saat anak-anak berkutat di dapur. Misal untuk memotong adonan roti, pakailah spatula dan bukan pisau. Atau misalkan anda memerlukan buah dalam kaleng. Bukalah kaleng terlebih dahulu sebelum anak-anak masuk ke dapur dan tuang isinya ke dalam wadah yang aman, dan segera buang wadah kalengnya. Simpan alat pembuka kaleng (dan semua alat yang berpotensi membahayakan) di tempat yang aman. • Pilih tempat yang aman dan nyaman Jika dapur anda sangat tidak memungkinkan bagi anak-anak untuk masuk ke dalamnya (misal karena kompor ada di lokasi yang mudah dijangkau anak-anak, atau dapur sangat sempit) pindahkan kegiatan di ruang makan, atau di tempat lain yang memungkinkan. Tentu saja anda harus menyesuaikan jenis makanan yang akan dibuat. Misal, membuat agar-agar berbagai warna dan bentuk. Masaklah agar-agar di dapur, kemudian tunggu biar agak dingin (namun agar-agar masih tetap cair), kemudian bawa agar-agar ke ruang makan dimana anak-anak bisa mencetak agar-agar sesuai bentuk yang mereka inginkan. Dan satu hal lagi adalah tempat itu harus mudah dibersihkan (selalu bersiaplah dengan skenario terburuk, misal semangkuk agar-agar tumpah di lantai atau karpet).
Beberapa jenis makanan yang mungkin akan membuat anda dan pasukan anda tertarik untuk mencoba (anda bisa mereka-reka sendiri kesukaan anak-anak anda) : - Cookies, kue kering yang tinggal aduk, dicetak pakai sendok dan dioven. - Kue kering berbagai bentuk, gilas adonan dan cetak dengan cetakan kue kering dalam berbagai bentuk (bintang, huruf, binatang, bunga, dan sebagainya). - Pizza, anak-anak boleh membuat pizza mereka sendiri dalam berbagai bentuk dan topping, atau sekedar menggiling adonan dan menabur kejunya. - Donat, anak-anak hanya mengerjakan bagian menabur gula atau mengoles coklat dan mesjes. - Agar-agar jelly, buat berbagai warna dan bentuk. - Cupcakes warna-warni, beri pewarna pada adonan dasar cupcakes, misal warna merah, biru dan hijau, dan biarkan anak-anak menuang adonan ke dalam cetakan cupcakes ( jika anda cukup baik hati, sediakan juga butter cream/icing/frosting untuk dioleskan diatas cupcakes). - Fruit Rainbow, potong berbagai buah-buahan warna-warni (misal semangka, melon, mangga, pepaya), sediakan gelas plastik yang bening (plastic disposable lebih baik), susun buah selapis demi selapis di dalam gelas. Tuangi yogurt jika suka. Siap disantap. - Es lilin (ice pop), buat sendiri es lilin dengan bahan juice atau syrup. |