|
Pada tahun 1692, di desa Salem yang tenang, tiba-tiba muncul tuduhan tukang sihir kepada beberapa warganya. Tuduhan ini berbuntut kematian beberapa warganya; 19 orang mati digantung dan satu orang dihimpit batu hingga mati. Sebenarnya apakah yang terjadi di desa Salem?
Kecurigaan akan adanya sihir dimulai ketika delapan orang gadis di desa Salem tiba-tiba terserang kejang-kejang misterius. Mereka juga berteriak-teriak histeris dan mengalami halusinasi. Ketika dokter gagal menemukan akibat penyakit misterius ini, seorang warga, Mary Sibley mengemukakan suatu ide, yaitu melakukan pengecekan apakah penyakit misterius itu diakibatkan oleh sihir. Caranya adalah dengan membuat kue rye yang mengandung air kencing dari para gadis, kemudian memberikan kue tersebut diberikan ke hewan. Jika hewan tersebut menderita sakit yang sama, maka terbuktilah sangkaan bahwa sihir jahat adalah penyebabnya. Pendeta Parris memberi kue tersebut kepada anjingnya. Anjing malang tersebut jatuh sakit. Mulailah perburuan tukang sihir tersebut berlangsung.
Para ahli telah lama berusaha menganalisa apa yang sebenarnya terjadi dalam komunitas Salem tersebut. Apakah memang benar-benar ada praktik sihir diantara mereka? Apakah tuduhan tukang sihir tersebut didorong rasa iri dan benci kepada beberapa orang warga desa Salem? Ataukah tuduhan tukang sihir adalah bentuk histeria massal ketika ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh logika? Tentu saja pertanyaan yang pertama yang harus dijawab adalah apakah gadis-gadis tersebut benar-benar sakit. Jika sakit, apa yang menyebabkan mereka sakit?
Linnda Caporeal menyelidiki kasus ini dengan sudut pandang yang berbeda, ketika ia membaca ciri-ciri penyakit yang dialami gadis-gadis tersebut, ia menemukan kemiripan dengan gejala orang yang menggunakan LSD. LSD sendiri dapat dibuat dari ekstraksi jamur ergot. Menariknya, jamur ergot ini adalah jamur yang sering menyerang tanaman rye, makanan pokok penduduk Salem di masa itu. Jamur ergot akan berkembang pesat jika rye berada dalam keadaan lembab.
Caporeal kemudian mencari data keadaan cuaca pada tahun 1692 di daerah Salem. Ternyata di tahun itu, curah hujan di musim semi dan musim panas lebih tinggi daripada curah hujan normal. Lebih jauh lagi, delapan gadis tersebut tinggal di daerah pertanian yang bersebelahan dengan rawa. Penelitian Caporeal lebih jauh tentang penduduk desa Salem mengungkapkan bahwa penduduk desa Salem yang juga mengalami halunisasi ringan seperti gadis-gadis itu, berada di daerah desa yang tanah pertaniannya dekat ke daerah rawa. Malahan salah satu juri pengadilan yang berkunjung ke Salem, mengalami halunisasi setelah makan malam di rumah salah satu gadis yang mengalami “penyakit misterius” itu.
Jika memang jamur ergot yang menyebabkan penyakit misterius tersebut, dapat dipahami mengapa tiba-tiba banyak gadis yang mengalami halunisasi pada saat yang bersamaan. Begitupula penyakit yang menyerang anjing pendeta Paris. Efek racun jamur ergot pada manusia dan hewan sama persis. Malahan jika dikomsumsi dalam jumlah yang cukup besar, racun jamur ini dapat menyebabkan kematian.
Dugaan Caporeal bahwa keracunan massal jamur ergot dan tuduhan tukang sihir saling berkaitan diperkuat ketika hipotesis ini diterapkan ke daratan Eropa. Tuduhan tukang sihir di abad pertengahan banyak terjadi di daerah lembah sungai Rhein, yang pada masa itu adalah penghasil rye. Tuduhan-tuduhan itu juga selalu berlangsung di tahun-tahun ketika curah hujan di atas normal. Lebih jauh lagi, ketika makanan pokok di Eropa berganti menjadi gandum dan kentang, tuduhan tukang sihir menyurut tajam.
Disadur secara bebas dari Secrets of The Dead oleh Hugh Miller |