|
Wolfgang Bergmann, seorang psikolog anak dan keluarga dari Jerman, telah menyelidiki bahwa anak-anak yang memiliki kelemahan dalam konsentrasi dan belajar dapat segera berkembang baik dengan bermain komputer.
Di depan layar komputer, seorang anak berusia lima tahun sedang serius membidik gambar pesawat terbang. Di balik kacamatanya yang berlensa tebal, ia menatap game di depannya tanpa berkedip. Wajahnya tampak pucat karena sudah beberapa hari tidak bermain keluar rumah. Bagi sebagian orang tua, anak bermain komputer adalah momok yang menakutkan. Mereka takut anaknya kehilangan rasa persahabatan dan hubungan dengan dunia nyata (realitas). Mereka kuatir anaknya tidak lagi senang bermain di luar rumah, bergerak aktif, dan berolah raga. Sementara sebagian lainnya tidak terlampau dini memperkenalkan komputer pada anak. Mereka mengikutsertakan bayinya yang berusia enam bulan pada program khusus untuk perkembangan bayi, dengan pertimbangan hanya dengan cara itulah anak dapat dipersiapkan menghadapi masyarakat pada saat ini. Para ahli sendiri masih berbeda pendapat mengenai pada usia berapa seorang anak sebaiknya mengenal komputer. Apakah orang tua sebaiknya menganjurkan anaknya terlebih dahulu puas bermain di masa kanak-kanaknya, sebelum mereka mengenal dunia „artificial intelligence“ yang sulit namun penuh kreativitas? Atau, apakah anak-anak usia taman kanak-kanak sudah diharuskan bermain dengan media baru ini mengingat masa itu hanya terjadi sekali seumur hidup? Komputer saat ini memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dan pada dekade mendatang akan berperan jauh lebih besar lagi dalam kehidupan kita. Bagi anak-anak, komputer merupakan salah satu dari banyak media pengisi waktu luang yang tersedia di rumah. Mereka memiliki perhatian pada komputer sebagaimana terhadap televisi dan radio. Anak-anak sekarang sudah terbiasa dengan kemajuan teknologi. Banyak orang tua kuatir bahwa anaknya akan menjadi ketagihan dalam menggunakan teknologi tersebut, namun hal ini tidak beralasan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak kecil yang sehari-harinya bermain komputer tetap bisa bersosialisasi. Pada umumnya mereka memiliki banyak teman, aktif berolah raga dan keingintahuan yang besar pada ilmu pengetahuan. Semua itu menunjukkan bahwa mereka masih berinteraksi dengan „dunia nyata“. Namun adalah sangat penting untuk mendidik anak agar memiliki rasa tanggung jawab dan memanfaatkan media dengan sebaik-baiknya. Mengapa Bermain Komputer itu Menyenangkan Hal yang penting adalah kita perlu membimbing anak dalam bermain komputer, mendampingi dan bermain bersama-sama dengan mereka. Untuk itu kita perlu memperhatikan isi permainan serta media tempat transfernya. Aplikasi komputer bagi anak kecil dan usia tertentu serta internet dapat memberikan banyak kemungkinan pada mereka untuk belajar dan bermain. Multimedia dapat menyediakan informasi yang dikemas dalam berbagai cara sehingga memberi kesan bagi anak-anak. Kadang-kadang berupa gambar, film pendek, tulisan, teks yang bersuara, bunyi-bunyian atau nada. Sesuatu yang tadinya sulit menjadi lebih mudah untuk dimengerti jika disajikan dalam bentuk gambar. Keuntungan lain dari aplikasi komputer untuk anak-anak adalah interaktif. Anak-anak dapat memilih secara bebas dan mandiri kapan akan belajar sesuatu. Anak-anak juga dapat menentukan kecepatan atau temponya sendiri dalam bermain komputer. Ini berbeda dengan radio dan televisi yang begitu saja menayangkan acara-acaranya dimana temponya tidak dapat disetel sesuai dengan kemampuan atau keinginan anak. Tidak jarang masalah ini dapat menyebabkan rangsangan untuk terus fokus pada acara itu, sehingga jika anak dibiarkan menonton televisi selama berjam-jam maka lama kelamaan akan timbul gangguan pada konsentrasi dan bisa membuat anak menjadi gelisah. Aplikasi komputer untuk bermain dan belajar yang dirancang baik bagi anak-anak dapat digunakan tanpa terdesak oleh waktu. Anak-anak dapat berfantasi di sela-sela permainan dan pergi berpetualang bersama „pahlawan komputernya“. Komputer dapat Membentuk Rasa Percaya Diri Komputer tidak menyalahkan dan bahkan tidak memperhatikan pada waktu seseorang melakukan kesalahan. Ia dapat terus-menerus berlatih hingga berhasil melakukan sesuatu. Wolfgang Bergmann, seorang psikolog anak dan keluarga dari Jerman, telah menyelidiki bahwa anak-anak yang memiliki kelemahan dalam konsentrasi dan belajar dapat segera berkembang baik dengan bermain komputer. “Seorang anak yang memiliki kelemahan dalam belajar dan sulit untuk mengikuti pelajaran di sekolah (sehingga harus mengikuti sekolah khusus/luar biasa) sebenarnya tidak memerlukan rasa kasihan dan perlindungan, karena justru akan semakin meyakini bahwa dia berbeda dengan anak lainnya dan akhirnya semakin tidak percaya diri. Sementara itu, dalam dunia maya terdapat aturan tersendiri yang menganggap semua anak tanpa kecuali, termasuk yang memiliki kelemahan tersebut, mampu membaca dan menulis“. Selain itu komputer juga dapat menolong anak-anak yang hiperaktif : „Mereka dapat berlatih untuk berdisiplin dengan bermain komputer melalui suatu cara yang tidak pernah dilakukan sebelumnya“. Komputer dapat membentuk rasa percaya diri dan membuat anak-anak menjadi cerdas. Orang tua hanya perlu memasukkan informasi yang benar ke dalam komputer. Mulai Kapan Anak dapat Mengenal Komputer? Di Amerika Serikat terdapat aplikasi komputer bagi bayi-bayi berusia mulai dari enam bulan. Mereka dapat belajar mengenali warna, bentuk atau bagian dari tubuh. Tapi seperti halnya televisi, anak-anak pada usia tersebut hanya dapat menonton layar monitor secara pasif tanpa banyak belajar atau mengambil manfaatnya. Seorang anak lebih baik menyelidiki dunianya dengan meraba dan memegang / menggenggam daripada melalui layar monitor berwarna yang berkedip-kedip. Anak-anak yang berusia dua, tiga tahun, yang sering melihat orang tuanya di rumah duduk di depan komputer, sering juga ikut tertarik. Dengan dipangku, anak kita dapat memainkan mouse dengan tangannya. Kini ada juga aplikasi komputer bagi anak berusia mulai dua tahun. Dalam aplikasi itu ditampilkan sebuah cerita yang dapat meningkatkan kemampuan memperhatikan dan konsentrasi. Secara bersamaan anak juga belajar kelincahan motorik dengan menggerak-gerakkan mouse. Apakah anak kita telah dapat dibiarkan mengoperasikan komputernya sendiri tergantung apakah dia telah menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. Begitu dia tertarik pada komputer, tidak diragukan lagi, anak tersebut dapat dibiarkan asyik dengan keyboard-nya. Pada prinsipnya, bicarakan dengan anak apa yang terjadi di layar monitor. Kita dapat menceritakan apa kaitannya dengan realitas. Jika dari komputer anak mengalami petualangan di sebuah peternakan, maka kunjungilah peternakan yang sebenarnya, dan tunjukkan pada anak bagaimana bentuk binatang ternak di dunia nyata. Komputer selalu hanya bisa menjalankan satu dari banyak kemungkinan permainan. Komputer tidak dapat menggantikan pengalaman seorang anak bermain dengan anak lainnya. Tentu saja penting bahwa anak harus banyak bergerak dengan berlarian kesana kemari, bermain dan berolahraga. Oleh sebab itu sebagai permulaaan, cukuplah setengah jam di depan komputer. Untuk anak prasekolah dan anak sekolah dasar banyak terdapat program aplikasi komputer. Anak dapat mengulang pelajaran yang telah didapat dengan bermain. Jika permainan dirancang dengan baik, anak tidak akan merasa bahwa dirinya sedang belajar. Perbedaannya, dalam dunia komputer yang berwarna memang tidak ada papan tulis berdebu, bau kapur tulis dan mengangkat jari telunjuk. Aplikasi Komputer yang Manakah yang Baik untuk Anak-Anak? Banyak orang tua memerlukan resep jitu: Berapa lama seorang anak dapat bermain komputer yang sesuai dengan usianya? Hingga saat ini rumus seperti itu belum ada. Yang ada adalah beberapa tips yang berhubungan dengan anak dan komputer : • Kita harus ikut tertarik dengan apa yang dimainkan anak. Jangan biarkan ia asyik sendirian dengan komputernya berjam-jam, tapi temani ia sesuai kemampuannya menggunakan media. • Carilah aplikasi komputer bersama-sama dengan anak. Perhatikan selama memilih, tujuan bermain dan belajar yang bagaimana yang akan dicapai melalui aplikasi tersebut. • Perhatikan bagaimana cara kita memotivasi anak. Belajar di sekolah hanya ada benar atau salah. Dengan komputer anak tidak hanya mengerjakan tugas, tapi juga selalu menemukan sebuah dunia baru untuk dieksplorasi. Hal ini dapat memberikan stimulasi (rangsangan) padanya. • Perhatikan bagaimana material/bahan/tema disiapkan: apakah ada teknik-teknik atau prosedur yang dapat mengaktifkan fantasi anak atau apakah anak akan begitu saja mengerjakan „latihan matematika“ yang membosankan? • Perhatikan apakah permainan tersebut cukup waktuya. Anak-anak memerlukan tempo tersendiri untuk menyelesaikan permainannya. • Perhatikan apakah anak dapat bebas memilih selama permainan. Komputer bisa menjadi perantara bagi perasaan anak-anak. Ia akan menjadi serius/bersungguh-sungguh, jika dapat aktif memilih sendiri apa yang akan dimainkannya. Anak-anak menyenangi permainan komputer, karena semuanya mungkin terjadi. Ia dapat menentukan semua kejadian/peristiwa di tangannya. Huruf-huruf dapat mengajaknya berdansa atau terbang bersama superhero di udara. Dengan permainan yang dirancang dengan baik anak dapat belajar tanpa sama sekali menyadarinya. Apakah Anak juga Boleh Mengenal Internet? Banyak orang tua berprasangka bahwa istilah „internet“ diasosiasikan dengan seks, kekerasan dan hal-hal yang buruk lainnya yang bisa dikaitkan dengan situs anak-anak. Namun perlu juga diketahui: hubungan yang tepat dengan media adalah sesuatu yang penting. Maksudnya, jika anak tertarik dengan tema suatu situs anak-anak, maka kemungkinan besar ia tidak akan tertarik lagi dengan tema untuk orang dewasa; jadi tema dan kemasan situs anak-anak adalah sangat penting. Di samping itu, saat ini makin banyak perusahaan menawarkan filter infomasi untuk anak-anak. Ini merupakan aplikasi yang diinstall oleh browser, sehingga situs-situs tertentu tidak akan muncul dengan menset kata-kata yang berkaitan dengannya. Kata-kata ini sebelumnya telah diprogram atau dapat pula kita masukkan sendiri. Namun sayangnya aplikasi ini tidak begitu baik dan aman. Untuk memfilter, misalnya kita memberikan kata ”seks”, tidak hanya situs ”berbahaya” yang diblokir, tapi juga termasuk situs yang menginformasikan tentang AIDS dan pendidikan seks yang baik. Biasanya anak-anak menghindari program-filter. Bagi mereka, semakin dilarang malah semakin menarik. Jadi akan lebih baik jika kita ikut mendampingi anak-anak sewaktu menggunakan internet. Contoh Situs Internet di Jerman yang Bagus untuk Anak-anak www.blinde-kuh.de Die Blinde Kuh (sapi buta) adalah mesin pencari (search engine) yang tertua dan terbaik dengan bahasa pengantar Jerman untuk anak-anak. Anak-anak dapat memasukkan kata kunci dan mendapatkan situs-situs yang tepat. Situs ini juga sangat canggih untuk mencari informasi. Di sini tersedia semua informasi mengenai tema yang pernah terpikirkan. Dari A seperti Ägypter sampai Z seperti Zoo. Tersedia juga cara-cara menggunakan mesin pencari itu. Dengan menggunakan bahasa anak, akan dijelaskan bagaimana mereka dapat menemukan seekor ikan di internet, walaupun sama sekali tidak ada air. www.kindernetz.de Ini adalah situs anak-anak dari stasiun pemancar Südwestrundfunks (SWR). Situs itu cukup menarik, ada sebuah rumah dimana anak dapat membuat homepage sendiri dan memainkan sejumlah permainan. Di dalam perpustakaan dijelaskan bagaimana internet bekerja, tentu saja dalam bahasa anak-anak. www.kindersache.de Ini adalah situs anak-anak dari lembaga bantuan amal Jerman. Situs ini berisi permainan yang lucu dan informasi mengenai semua yang menarik untuk anak-anak.
http://www.wdrmaus.de/ Ini adalah situs seekor tikus. Hampir semua cerita non fiksi dapat diperoleh di sini. Dengan cerita yang lucu, anak-anak dapat ikut bernyanyi, melihat cerita, menulis kartu pos dan memainkan permainan. Situs ini dibuat dengan penuh kasih sayang untuk anak-anak kecil. www.wasistwas.de Ini adalah situs yang berisi buku-buku non fiksi terkenal. Di sini anak-anak dapat menemukan banyak hal. www.blinde-kuh.de/fbitips.html Di sini dapat dibaca apa saja yang harus diperhatikan supaya anak kita aman dalam menggunakan internet. Referensi yang Disarankan 1.Jörg Schieb, „Computer-Ratgeber für Eltern und Kids“, von Altersgerechte Hard- und Software im Härtetest. 2.Lernsoftware, www.lernsoftware.de, Hier können Sie sich informieren, was gute Kinder-Software ist. 3.Sabine Hamann, „Der Internet-Guide für Eltern und Kids“, von Gemeinsam surfen und den Cyberspace erforschen. 4.Thomas Freibel, „Der Kinder-Software-Ratgeber, Großer Lern-Software-Ratgeber“, von Die Software-Fiebel für Eltern. Thomas Feibel stellt die 300 neuesten Software-Angebote für Kids vor. www.feibel.de 5.Wolfgang Bergmann, „Computer machen Kinder schlau“, von Was Kinder beim Computerspielen sehen und fühlen, denken und lernen. *) diterjemahkan secara bebas dari : Jule Scherer, „Kinder und Computer“, http://www.eltern.de/familie_erziehung/erziehung/computer.html?p=1 oleh Vita Sarasi, ibu dua anak, Frankfurt am Main, Jerman |