|
Kupu-kupu itu indah. Sayapnya warna-warni dan bentuknya sangat menarik. Mau tahu proses kelahiran kupu-kupu lucu itu?
Tengoklah ke kebun. Bila ada ulat-ulat yang sedang makan di dedaunan, ambillah!! Jangan sampai kena kulit, nanti bias gatal. Oya, ambil juga daun-daun yang jadi makanan ulat itu.
Sebelumnya, siapkan sebuah kotak sepatu. Bagian tutupnya beri lubang besar lalu lapis dengan plastic. Sedang bagian sampingnya, kita beri lubang-lubang kecil. Kemudian taruh daun-daun berulat itu pada gelas atau wadah yang diberi air. Masukkan wadah itu ke dalam kota sepatu.
Lihatlah perkembangan yang terjadi setiap harinya. Bila daun-daun sudah mulai habis, tambahkan daun baru. Bila ulat itu kita ambil dari pohon jambu, tentu kita harus menambah dengan daun jambu juga. Jangan daun yang lain ya!
Setelah beberapa waktu, ulat-ulat itu kok tidak terlihat lagi ya? Ke mana mereka?
Jawabannya: Kupu-kupu mengalami metamorfosa. Setelah telur kupu-kupu menetas, bakal kupu itu akan menjelma menjadi ulat. Salah satunya, tentu ulat yang kita pelihara di kotak sepatu. Setelah cukup umur, ulat itu akan menjadi kepompong. Itu sebabnya, kita tidak melihat ulat itu di kotak sepatu. Yang akan kita lihat adalah kepompong yang menempel di dedaunan. Cobalah terus amati. Lama-lama, kepompong itu akan merekah dan keluarlah kupu-kupu cantik!
Catatlah perkembangan ulat itu setiap hari. Setelah berapa lama akan menjadi kepompong? Setelah berapa lama akan menjadi kupu-kupu? Nah, sesudah kupu-kupu itu lahir, dia akan senang sekali jika bias terbang di alam bebas. Tugas kitalah membuka tutup kotak sepatu dan membiarkannya terbang.
(Koleksi: Vian Hazman . Sumber: Bobo 51, 2005)
|