We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Anakku Suka Memukul E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 21 Juni 2005

"Rasanya sedih sekali sudah 3 minggu terakhir ini saya melihat Putri saya yang berusia 2th 1bulan suka memukul. Mengingat anak adalah cermin dari orang tuanya, saya jadi intropeksi diri, kenapa si kecil jadi berubah begitu, sementara saya tidak pernah memperlihatkan kekerasan kepadanya, nonton TV pun saya selalu dampingi jadi sangat tidak mungkin dia mencontoh sifat tersebut dari televisi. Apakah mungkin karena dia baru saja mempunyai adik 2,5bulan yang lalu? Atau pengaruh karena kami baru pindah rumah dan ini mempengaruhi kelakuannya?"

Curhat seorang Mom di milist WRM yang bingung dengan tingkah putrinya saat ini, beliau juga menanyakan Apakah kelakuan putrinya yang aneh ini karena pengaruh teman yang sempet menginap di rumahnya beberapa hari dan kebetulan anak tersebut punya sifat yang liar dalam artian suka memukul bahkan putrinya juga sempet di pukul oleh anak tersebut. Berikut rangkuman tanggapan dan sharing dari mom yang lain.

Punya anak yang suka marah dan suka mukul memang cukup membuat kita kewalahan. Sebab seringkali kita malah tidak bisa kemana-mana, apalagi kalau anak ini keras kepala tidak bisa diberi tahu. Banyak orang tua yang menceritakan bahwa akhirnya mereka seperti terpenjara, memilih tidak bertamu ke saudara-saudara atau teman-teman. Juga takut ke restoran dan mall-mall, takut kalau anak ini mengamuk disana gara-gara dilarang. Atau gampang memukuli teman main.

Biasanya anak dengan kelakuan begini adalah usia tiga tahun, maka sering disebut gejalanya mengalami blow up. Tapi juga tidak jarang muncul ketika baru berusia dua tahun. Bisa jadi kondisi ini adalah masa-masa perkembangannya yang demikian. Jika hal ini berlangsung lebih dari dua bulan, maka kita harus waspada. Maksudnya bisa saja perilaku ini akan membuat sulit relasi orang tua dan anak.

Ada baiknya kita perlu menambah pengetahuan bagaimana pola tumbuh kembang anak. Sebab perkembangan perilaku itu bukan Cuma yang baik - baik saja, kadang juga muncul perkembangan yang menurut norma kita jelek (padahal itu adalah perkembangan normal manusia) misalnya berbohong, berani memukul orang, meludahi orang, mencuri atau ngomong kotor.

Kitalah yang harus mampu mengatur kelakuannya agar ia sesuai dengan norma norma lingkungan. Ia perlu mendapatkan pengasuhan agar ia mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak. Namun perlu kita amati, jika hal ini berlangsung berbulan - bulan, biasanya diambil patokan lebih dari dua bulan, maka kita memerlukan bantuan seorang konselor keluarga. Maksudnya adalah, kita perlu mendapatkan bimbingan bagaimana caranya melakukan penelusuran apa penyebabnya, prevensi agar anak ini tidak marah, dan tindakan intervensi kalau memang ternyata perilakunya menetap.

Perilaku itu timbul memang bisa saja karena pengaruh lingkungan (perubahan jumlah keluarga ada adik baru, pindah rumah, perubahan rasa nyaman dll), tetapi bisa juga suatu perkembangan yang dipengaruhi oleh perkembangan sistem dalam tubuhnya (fisik, psikis, fisiologis) yang memunculkan gejala perilaku menyimpang.

Untuk gampangnya, upayakan dahulu cara-cara mengatasi kemarahannya, bentuk perilaku kasarnya, dengan strategi pengasuhan dengan terlebih dahulu mengenal karakteristik dan sebab sebab timbulnya kelakuan ini. Biasanya tip tip untuk ini sangat banyak, bisa di cari bacaannya. Bisa juga minta bantuan psikolog.

Bila cara ini tidak berhasil dan waktunya berlangsung lama, bahkan tambah parah, maka kita sekali lagi harus waspada karena akan merusak relasi ibu dan anak, juga kita perlu mencari kemungkinan lain, yaitu mencari bantuan psikiater.

Mulailah dahulu dengan melihat bahwa ini perkembangan sehat, walau kita tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja terjadi adanya perkembangan yang menyimpang. karena itu jangan cepat cepat menarik kesimpulan, jika anak kita masih kecil. (WRM/SA)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement