|
Membaca email-email di milis WRM tentang “nature” dan “nurture”, saya teringat sebuah buku yang pernah saya baca. Dalam buku “Nature Via Nurture: Genes, Experience and What Makes Us Human”, Matt Ridley mengajak kita untuk melihat pandangan-pandangan 12 orang ilmuwan terkenal dari berbagai masa mengenai “nature vs. nurture”.
Ke-12 ilmuwan tersebut datang dari berbagai disiplin ilmu, ada yang biologis, ada psikolog, ada juga yang sosiolog. Pada masa mereka hidup, mereka adalah ilmuwan yang berpengaruh pada bidangnya masing-masing. Secara garis besar ke-12 ilmuwan tersebut terbagi dalam dua kubu, kubu “nature” dan kubu “nurture”. Jika diperhatikan, dahulu kecenderungan ilmuwan adalah di kubu “nature”. Kemudian setelah perang dunia ke-2, kubu “nurture” yang lebih dominan. Akhir-akhir ini, ketika pengetahuan tentang genetik maju pesat, pendulum kembali ke arah kubu “nature”.
Matt Ridley dengan baik menjelaskan alasan-alasan yang melandasi pendapat para ilmuwan tersebut. Ia juga memberi tahu percobaan, pengamatan, dan riset yang dilakukan para ilmuwan tersebut hingga mereka sampai kepada kesimpulan “nature” atau “nurture” tersebut. Ridley juga memberi tahu efek dari pendapat mereka kepada masyarakat pada umumnya. Eugenik dan kamp konsentrasi Jerman adalah contoh dari penerapan ideologi “nature” yang esktrem. Sedangkan gulag (kamp konsentrasi Rusia) dan Revolusi Kebudayaan China adalah contoh penerapan esktrem dari ideologi “nurture”.
Di bagian akhir buku ini, Matt Ridley memberikan pendapatnya tentang “nature” dan “nurture”, beliau dengan bijak mengingatkan kita, apakah yang berpengaruh itu “nature” atau “nurture”: “being a good parent still matters”.
Nature Via Nurture: Genes, Experience and What Makes Us Human Matt Ridley 328 halaman (Paperback) Penerbit: Perennial bahasa: English ISBN: 1841157465 |