|
Rabu, 15 Juni 2005 |
Kisah ini dibuat berdasarkan kisah nyata Piscine Molitor Patel, seorang anak pengurus kebun binatang di Pondicherry, India. Suatu ketika ayah Pi memutuskan hijrah ke Kanada untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.
Dengan menumpang kapal Jepang berbendera Panama, Tsimtsum, Pi dan keluarganya - beserta sejumlah hewan yang dibeli kebun binatang asing - pun berlayar menuju Kanada. Namun dalam perjalanan kapal tersebut karam. Pi beruntung dapat naik ke sekoci bersama sejumlah hewan, termasuk seekor harimau Bengali bernama Richard Parker. Selama kurang lebih 7 bulan Pi terapung-apung di Samudra Pasifik, berusaha mempertahan hidupnya dari kelaparan dan kehausan, termasuk dari ancaman serangan Richard Parker yang akhirnya memakan hewan-hewan lain yang ikut menumpang di sekoci. Berdua bersama hewan buas tersebut, Pi mengalami berbagai pengalaman menakjubkan yang sulit diterima akal sehat manusia.
Buku berisi petualangan ini semula saya kira akan membosankan, tapi ternyata tidak. Buku ini sanggup membuka kesadaran kita sebagai manusia, bahwa alam selain buas ternyata juga dapat menjadi penolong jika kita sanggup memahami alam itu sendiri. Mungkin buku ini juga bisa disebut sebuah kisah tentang petualangan spiritual. Apalagi tokoh utamanya memiliki kepercayaan beberapa agama sekaligus, karena tidak ingin mengkotak-kotakkan agama itu sendiri. Berkat novel ini, sang penulis, Yann Martel dianugerahi The Man Booker Prize tahun 2002, sebuah penghargaan bergengsi di bidang literatur. |