|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Sabtu, 11 Juni 2005 |
Seorang mom yang berencana memasukkan putrinya (3 th) ke pre school menanyakan tentang sistem Montessori yang sering ia dengar. " Suamiku tertarik banget, ibu mertuaku juga sangat mendukung putri saya untuk masuk masuk sekolah dengan metode Montessori, namun aku masih penasaran, sistem tersebut efektif tidak ya?" tanya mom ini dalam postingannya di milis We R Mommies.
Seorang mom yang bermukim di Arkansas memberikan info singkat dan padat tentang metode Montessori yang dimaksud. Kebetulan sekali putri beliau saat pre school pernah dimasukkan dalam pre school yang menggunakan metode Montessori. Menurut informasi beliau, metode Montessori ini bermacam macam: ada yang terakreditasi oleh Montessori namun adapula yang tidak. Di sekolah yang menganut metode ini biasanya anak diperkenankan memilih kegiatan/pelajaran yang ingin dilakukan. Setiap pilihan mainan edukatif disediakan di setiap penjuru ruangan dan murid diberikan kebebasan untuk mempergunakannya sesuai dengan minat yang ia miliki. Namun mainan yang disediakan di sekolah dengan metode ini biasanya di supply khusus oleh supplier yang memproduksi mainan untuk sistem Montessori.
Buat ibu berputri dua ini, metode Montessori "biasa biasa saja", berbeda dengan suaminya yang puas sekali mengingat hasil yang dicapai oleh putrinya. Menurut suami beliau, Montessori memiliki andil yang besar sekali membentuk putrinya saat ini. Terbukti dari keberadaan putrinya yang dikategorikan "advance" di Kindergarten nya. Sebaliknya beliau malah berpendapat kemampuan putrinya itu tak lain disebabkan oleh dukungan komputer yang digemari putrinya "Padahal kalau menurut saya, itu karena putri saya rajin di depan komputer berjam-jam. Sekarang ia sedang tergila-gila dengan solar system, konstelasi bintang-bintang dan proses terbentuknya volcano, bisa sepuluh jam berkutat di situ" tutup mom ini di akhir postingannya .
Menanggapi masukan dari mom di atas, mom ini mengemukakan bahwa putrinya memiliki kegemaran yang serupa: komputer. Putrinya senang sekali berlama lama di depan komputer untuk bermain catur atau menyusun huruf dan kata. Beliau mengamati bahwa daya tangkapnya berkembang pesat dengan adanya bantuan komputer, namun gerakan motorik halusnya agak kurang memuaskan. Harapan beliau, bila sang putri masuk pre school maka kemampuan motorik halusnya dapat terasah. "Aku juga kadang kuatir sama perkembangan putriku kalau terlalu sering di depan komputer. Namun dari cerita mom,sepertinya tak perlu ada yang dikhawatirkan ya mengingat putri mom memiliki kelebihan tersendiri " demikian mom ini menutup postingannya. (DAI/WRM)
|