|
Masalah memelihara binatang kesayangan di dalam rumah kadang kala menjadi masalah dilematis bagi Mommies. Apalagi bila anak-anak masih dianggap terlalu kecil untuk diberi tanggung jawab perawatan binatang. Seringkali faktor kebersihan di dalam rumah dan alergi terhadap binatang juga menjadi faktor utama keberatan para Mommies mengizinkan anak-anak mereka memelihara binatang kesayangan di dalam rumah. Demikian seorang Mommy melontarkan pertanyaannya sekitar pemeliharaan binatang kesayangan di dalam rumah.
Dari tanggapan yang masuk, seorang Mommy menyatakan bahwa dari referensi bacaannya, binatang peliharaan dapat memaksimalkan perkembangan anak pada aspek kognisi dan sosial-emosional anak, malah menurut penelitian terbaru menyebutkan bahwa aspek perkembangan anak berkembang bila si kecil berinteraksi langsung dengan binatang perliharaannya.
Dari seluruh tanggapan yang masuk, hampir semuanya setuju bahwa banyak hal positif yang bisa diperoleh bagi keluarga bila memelihara binatang kesayangan di dalam rumah. Namun adanya nilai negatif yang muncul, bila persiapan fisik, mental, keuangan, kesehatan, kebersihan dan keamanan tidak cukup tersedia, menjadikannya faktor utama dalam penentuan untuk memelihara binatang peliharaan atau tidak.
Nilai Positif dari memelihara binatang kesayangan: 1. Si anak bisa bersosialisasi dengan sesama anak yang punya binatang kesayangan. 2. Bagi anak yang susah berteman, binatang peliharaan bisa jadi fasilitator. 3. Binatang peliharaan merangsang perkembangan emosi anak, si kecil dapat mengekspresikan perasaannya terhadap binatang peliharaannya. 4. Wawasan anak bertambah dengan keinginan lebih mengetahui binatang kesayangannya, contohnya mengetahui kucing makanannya apa, bagaimana tidurnya, kakinya ada berapa dll. 5. Dengan memelihara binatang kita dapat melatih anak untuk bertanggung jawab, misalnya dalam memberi makan dan memandikan binatang tersebut. Juga bisa mengajari anak untuk berempati' pada binantang, misalnya kalau dipukul dia akan kesakitan, dll.. 6. Binatang peliharaan menimbulkan perasaan senang dan sayang kepada pencintanya. 7. Binatang peliharaan memberikan training langsung kepada seisi rumah untuk saling merawat dan membagi tugas serta tanggung jawab bersama.
Nilai Negatifnya: 1. Ada kemungkinan anak akan merasa terpukul bila suatu saat harus berpisah dengan binatang peliharaannya. 2. Ada kemungkinan anak akan terluka oleh binatang peliharaan. 3. Ada kemungkinan anak tertular penyakit dari binatang peliharaan. 4. Harus menyediakan waktu, tenaga, perhatian dan biaya bagi kesehatan dan kesejahteraan binatang peliharaan. 5. Harus bersih-bersih rumah ekstra dibandingkan bila tanpa binatang peliharaan. Seorang Mommy sharing pengalaman dengan binatang peliharaannya yang kesemuanya menyebabkan dirinya memutuskan untuk tidak memelihara binatang kesayangan apapun karena trauma memelihara ayam di waktu kecil. Apalagi sesudah menikah, setelah memelihara burung malah terkena virus dan menjadi susah hamil. Dirinya pun jadi berat bepergian keluar rumah, karena khawatir dengan kesehatan burung-burung peliharaannya. Hal yang sama terjadi pada keluarga mertua Mommy yang tidak pernah bepergian karena berat meninggalkan burung-burung peliharaan kesayangan mereka.
Akhirnya sang Mommy yang melontarkan pertanyaan berkesimpulan bahwa bila berkeinginan memelihara binatang peliharaan harus merelakan banyak hal termasuk persiapan finansial, waktu, tanggung jawab, kematangan psikologis anak, ekstra bersih-bersih rumah dan merelakan tempat-tempat di dalam rumah untuk disharing bersama binatang peliharaan kesayangan. Demi kesehatan, keamanan dan kebahagiaan anak tentunya. (HI/WRM)
|