|
Malaikat kecil pencuri hatiku,
Saat fajar datang dan membawa langkahku meninggalkanmu, Ku tegarkan jiwa mendengar tangismu, Meski hatiku ingin bersamamu mencandai embun dan mentari.
Saat pikiranku terseret dalam tumpukan tugas dan pertemuan, Senyummu lekat tergambar dimataku, Itulah kekuatan yang membuatku secepatnya ingin bersamamu.
Saat jarak menahan langkahku tuk menuntaskan rindu padamu, Aku menangisi kesempatan yang hilang, Sesak memandangimu terlelap dan lelah menunggu hadirku.
Buah hati pencipta bahagia,
Seringkali dalam lelahku, aku gagal memahami keinginanmu, Membuatmu terluka dan terabaikan, Meski sesungguhnya perhatian dan pelukan yang kau butuhkan.
Seringkali dalam sikapmu, aku tak punya kesabaran yang cukup, Memilih menyakiti dan mengecewakanmu, Meski wajah polosmu begitu bingung mengartikan amarahku.
Seringkali aku pulang dengan ingatan kan tugas yang tak tuntas, Membuatku enggan menemanimu bermain, Meski sepanjang hari kau simpan rindu tuk bermanja padaku.
Jiwa lugu sumber cinta, Maafkan ibu yang belum bisa memahami segala tentangmu, Meski yang kau mau sederhana saja… seorang ibu didekatmu…
Jakarta, 24 Januari 2005
|