We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow WRM Kidz arrow Ilmuwan Cilik arrow Garam Susah Meleleh
Garam Susah Meleleh E-mail
Pengirim: Vian Hazman   
Kamis, 02 Juni 2005

Garam halus yang ada di dapur, mungkin putih bersih. Tapi dulu, garam masih kelihatan “kotor” karena banyak butir debu dan pasir. Maka, para ibu biasanya mencampur garam dengan air lalu disaring. Wah, apakah tidak hilang garamnya?

Garam itu memang seolah-olah hilang. Garam yang sudah larut di air itu, bisa dengan mudah kita saring dan ambil kotorannya. Coba saja, ambil seplastik garam lalu campur dengan secangkir air. Kemudian, aduk sampai rata. Lalu tuangkan di atas  penggorengan yang dipanaskan. Asal kita sabar, nanti garamnya akan muncul lagi.

Kenapa begitu?
Garam itu ternyata punya titik didih yang tinggi sekali, yaitu 801C. Jadi, kalau air menguap pada suhu 100C, pada suhu itu garam masih tenang-tenang saja. Nah, ketika garam dicampur dengan air di dalam penggorengan, inilah yang terjadi. Pada suhu 100C, air akan menguap semua, Yang tersisa tentu saja tinggal garam. Sebab, suhu itu masih jauuh di bawah titik didih garam.

(Koleksi: Vian Hazman . Sumber: Bobo 19, 2004)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement