We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Musik arrow Ketika Keheningan Menyentak Kesadaran...
Ketika Keheningan Menyentak Kesadaran... E-mail
Minggu, 29 Mei 2005

Senja bersemburat merah di ujung horizon. Pucuk-pucuk sinar jingga tertinggal malu-malu , dari Sang Surya yang mulai meringkuk ke peraduannya. Petang mulai padat mengisi ruang.  Bias kegelapan menyelisip perlahan di antara garis-garis cahaya yang mulai memudar.  Pantulan langit pada samudera berpendar  mempesona walau gelap mulai makin kelam.  Camar-camar terbang pulang ke sarang, melintas berkilasan berbaur dalam bianglala penuh nuasa seribu warna .

Memandangi keindahan di ujung petang, di antara selisir angin laut dan kehangatan sisa-sisa mentari senja.  Duduk sendiri di pinggir jendela kamar, berkawan dengan keheningan.  Ning yang tenang. Nang yang hening. Kesunyian begitu kental menyesakkan sanubari. Wangi mawar-mawar di ujung taman, yang menyeruak masuk tanpa diundang, tak mampu menggelitik  menggoyangkan renjana hati.

Entah mengapa, di hari-hari terakhir ini ribuan getaran rindu tak pernah berhenti menghujam dada.  Datangnya bagai bara, panas membakar menghanguskan ruang jiwa.  Datangnya bagai sebungkah es, dingin menggigit membekukan sekelumit kesadaran hati yang tersisa.

Terlalu lama sudah aku bermimpi. Menelusuri angan mengikuti jejak sejarah yang pernah kau lukiskan.  Menjembatani khayalan merengkuhmu menari dalam irama cinta  di antara gerimis pagi.  Tapi langkahmu Kekasih, begitu jauh berputar terbawa angin segara. Makin menghilang  di sela-sela kabut yang mengitari lautan.

Sudah kucoba menata lagi hamparan puing-puing hati yang tertinggal. Mencoba menghapus jejak-jejak  langkahmu yang tersisa di pasir-pasir pantai rumah cinta kita.  Menggapai asa merengkuh harapan di kepingan awan putih di atas sana. Kadang tersedak menghirup sisa udara yang wanginya kau tinggalkan.

Malam makin kelam. Kegelapan mulai menyentak-nyentak, perlahan menyelimuti peraduan Sang Surya yang terlelap. Dewi Malam bergandengan tangan dengan Rembulan, mulai berdiri berjingkat perlahan mengitari bumi. Lalu dengan lembut ditiupnya sisa-sisa lilin jingga dari senja yang kemerahan. Wangi mawar yang mulai menguncup masih tertinggal di ujung kamarku,  namun pelan-pelan mulai tergantikan dengan keharuman sedap malam yang menguasai kegelapan.

Terpesona memandangi sore yang Kau tinggalkan di sudut mimpi, tanpa sadar sepasang tangan kokoh sudah beberapa saat merengkuhku dalam pelukan. Kehangatan menjalar meneduhi hujan yang mengalir lewat mataku. Ada salam sayang menyeruak masuk lewat wajah kunang-kunang di tepi taman.  Ada kekuatan untuk tetap bersama dalam lingkaran tangan. Mengajak melafalkan kata-kata baru.

Malam makin berdandan rapi. Daun-daun kering mulai menggugurkan diri. Alam pun mulai bersemadi.

Kekasih...ada ikrar lain yang aku pasrahkan pada bahu-bahu kanan lainnya. Sisa-sisa keindahan yang ingin aku rengkuh.  Melajukan perahuku bersama angin barat, mencari danau biru, awan biru, laut biru dan ikan-ikan yang menari ditimpa silau Mentari.

Toh esok, langit akan kembali terang dan  awan-awan kembali memutih bagai kapas,  beriringan mencari kelahiran dan menghadapinya dengan senyuman teramat manis.

Kekasih..bantu aku bermimpi lagi, berjingkat-jingkat di permukaan telaga bening mengalun bersama riak air.

Untuk mbak Dhea Fernandez, teriring doa dari jauh. Esok, mentaripasti selalu akan bersinar lagi.

Reston, akhir Mei 2005.
http://dwitrazaky.multiply.com/journal/item/21

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement