|
Pernah ada sebuah acara remaja di radio-televisi swasta yang sering sekali menyebut “do not underestimate the power of putih abu-abu”. Lucu juga menurut saya ungkapan itu. Sebuah ungkapan semangat anak muda yang masih duduk di bangku SMU dalam menampilkan kebisaan mereka di segala bidang. Seandainya saya masih di bangku SMU, pasti ada kebanggaan saat menyebutkan rangkaian kalimat tadi.
Satu yang saya suka, permainan kata. Rangkaian kata itu terus berputar-putar dalam benak saya. Saat ini harus hati-hati mengambil sembarang judul atau slogan. Salah-salah nanti bisa sampai ke meja hijau. “Do not underestimate the power of ibu-ibu”, akhirnya kalimat hebat tadi berhasil saya plesetkan sedikit. Bolehlah saya berkata-kata menggunakan kalimat tersebut, sebagai ungkapan kebanggaan pada milis yang saya ikuti, sekaligus saya asuh setahun terakhir ini, We R Mommies.
Semua wanita “Sebuah milis yang didirikan untuk berbagi informasi, pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu, calon ibu dan wanita umumnya”, merupakan kalimat pembuka yang dapat dibaca semua orang yang berlayar di dunia maya, saat sampai di alamat We R Mommies Indonesia (WRMI). We R Mommies hanyalah sebuah mailing list atau milis di antara beribu kelompok serupa di seantero dunia maya yang difasilitasi Yahoogroups! Adalah Monica Oemardi, yang awalnya mempunyai ide mendirikan milis We R Mommies pada 3 Februari 2004. Ibu seorang anak laki-laki ini ingin sekali memiliki teman banyak, yang bisa diajak diskusi tentang apa saja soal kewanitaan, berbagi informasi dan pengalaman. Monica bersama dua sahabat, Meidya Derni dan Wanda Hazman, bertindak sebagai moderator milis WRM. Bertiga mereka berusaha membuat peraturan yang cukup ketat demi keamanan dan kenyamanan anggota. Persyaratan pertama, adalah milis ini diperuntukkan khusus wanita Indonesia, baik yang sudah berkeluarga maupun belum, tanpa ada batasan usia. Alasannya, jarang sekali milis khusus wanita yang bebas membicarakan seluk beluk kehidupan perempuan.. Semua anggota bebas menyampaikan topik apa saja, asal sopan dan tidak menyangkut SARA. Jadi jangan heran apabila dalam milis ini semua anggota bebas berdiskusi bahkan sampai pada topik privasi wanita, anak dan keluarga. Pendekatan personal yang dilakukan moderator sepertinya cukup efektif mengkondisikan milis ini seperti sebuah keluarga besar. Secara perlahan tumbuh rasa akrab dan terjalin hubungan kekerabatan antar sesama anggota. Terbukti, saat milis ini sempat mengalami musibah dengan dicurinya data pribadi anggota dan dimanfaatkan secara tidak sopan dan tidak bertanggungjawab oleh kriminal dunia maya, semua anggota saling mendukung dan menguatkan. Kelebihan milis ini juga karena terdiri dari anggota yang datang dari beragam latar belakang pendidikan dan profesi. Beberapa anggota yang dokter, psikolog, guru, penulis, secara aktif menjadi nara sumber sesuai keahliannya, pada diskusi hangat yang terjadi setiap hari. Dalam satu hari sekitar lima puluh email terkirim ke milis ini. Peraturan dalam WRM cukup ketat. Misalnya, tidak semua materi promosi barang dagangan dapat dikirim ke milis ini. Semua materi promosi harus melalui persetujuan moderator. Peraturan ini juga dibuat berdasarkan masukan banyak anggota yang merasa tidak nyaman apabila menerima terlalu banyak email promosi dari milis. Moderator juga tidak bosan-bosannya mengingatkan penggunaan bahasa yang santun, penulisan dan sistem pengiriman email yang benar pada anggota yang masih melanggar peraturan milis. Filosofi Bunga dan Tangga Saat pertemanan dalam milis WRM terasa semakin dekat, beberapa anggota melayangkan ide untuk dapat berbuat lebih dari sekedar diskusi di dunia maya, yang dapat berguna bagi anggota dan masyarakat sekitar. Dyah Dyanita, anggota yang sedang bermukim di Amerika, menemani suami menuntut ilmu, dengan keahliannya dalam bidang desain grafis, menumpahkan semua usulan ke dalam sebuah bentuk logo yang memaknai perjalanan WRM. Ada bunga, tangga, belahan bola dunia, serta tulisan moto WRM, Together We Care. Secara singkat, logo itu merupakan gambaran semangat anggota WRM yang tersebar di hampir sebagian belahan bumi, untuk dapat menebar kebahagiaan bagi keluarga dan lingkungan. Usaha ke arah sana dilakukan secara bertahap, layaknya melangkahi tangga yang tidak ada ujungnya. Logo dengan nuansa warna ungu, hijau dan putih, tersebut menjadi kebanggaan WRM, sekaligus pemacu semangat untuk terus berkarya. Setahun yang padat Usia WRM masih relatif muda dibandingkan milis sejenis yang sudah lebih dulu masuk dalam komunitas dunia maya. Secara perlahan namun pasti, keberadaan WRM mulai dilirik dan diakui orang sebagai sebuah milis yang memiliki kualitas tersendiri. Milis ini terus berkembang dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi anggota maupun lingkungan, terutama bagi anak-anak dan pendidikan. Kesediaan dan idealisme beberapa anggota untuk mewujudkan mimpi bersama, merupakan tiang penopang yang kokoh untuk beragam kegiatan yang sudah mulai bergulir sejak ulang tahun pertama milis ini, pada Februari 2005. Bencana gempa dan tsunami di Aceh memberi banyak hikmah bagi banyak orang. Tak terkecuali WRM. Layaknya gong besar yang menandai seremoni suatu acara, momentum itu seperti pertanda bahwa saatnya sudah tiba untuk anggota WRM bergerak. Kegiatan peduli Aceh, dilanjutkan dengan pembentukan Program Mommies Asuh yang bekerjasama dengan Yayasan Gema Nusa dan Yayasan Annisa. Program ini mengumpulkan dana secara kolektif dari anggota yang bergabung. Dana tersebut digunakan untuk empat orang anak asuh WRM yang berada di Rumah Pulih Anak Aceh asuhan Yayasan Gema Nusa. Masih dalam koridor pendidikan, WRM menyelenggarakan seminar online bagi pemain internet yang peduli pada perkembangan anak atau keluarga. Seminar pertama bertopik “Mendidik Anak Menyukai Matematika”, dilanjutkan dengan Seminar kedua bertopik “Bayi Kuning”. Seminar online ini diadakan dua bulan sekali. Peserta yang mengikuti seminar adalah orang Indonesia yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Sekitar 250 peserta mengikuti seminar-seminar WRM secara online dari komputer masing-masing. Kegiatan-kegiatan WRM yang dimulai dari nol, hanya dengan modal idealisme ini mulai menampakan wujudnya. Satu persatu beberapa anggota menawarkan diri menjadi kru WRM. Penuh kerelaan mereka bahu membahu mewujudkan mimpi. Disebut mimpi, karena tidak pernah terbayangkan sebelumnya, sekelompok wanita yang awalnya tidak saling kenal, dapat bekerja sama mewujudkan cita bersama. Secara tim mereka bekerja, menuangkan ide dan kreatifitas masing-masing. Anggota yang suka menulis bergabung dalam tim editor yang menerbitkan homepage WRM seminggu sekali, setiap hari Rabu. Kumpulan diskusi dan tulisan anggota yang menarik, tidak disia-siakan begitu saja. Perlahan tapi pasti, tulisan-tulisan tersebut dikumpulkan dan akan dibukukan. Buku pertama WRM, “Metamorfosa Perempuan” akan terbit tidak lama lagi. Ada juga Tim produk atau usaha, yang secara aktif mengajak anggota atau pengusaha kecil lainnya untuk bekerja sama dengan WRM memasarkan barang atau jasa dagangannya. Toko on line WRM berlokasi di homepage milis ini. Selain itu, WRM juga menyelenggarakan kelas ketrampilan bagi anggota dan masyarakat umum. Melalui produk atau usaha, serta kelas ketrampilan ini, sedikit-sedikit dana tabungan WRM pun bertambah. Semangat anggota WRM dalam memajukan milis mereka memang patut diacungi jempol. Pada sebuah kesempatan Email Kontes bertopik “Aku dan WRM” dalam rangka memperingati ulang tahun pertama milis ini, Nia Kurniasih, seorang pemenang kontes tersebut menulis “Seorang Mommy tidak seberapa besar daya upaya yang dimilikinya, but remember We R Mommies!!!! Ibarat lidi, kalau cuma satu batang tidak akan berarti banyak bagi lingkungannya. Tapi jika yang satu batang itu dikumpulkan lalu diikat dengan erat, maka ia akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.” Saya coba membahasakan apa yang ada dalam benak saya, teman-teman moderator dan anggota WRM saat ini. Kami membayangkan memiliki produk dan kegiatan yang menggambarkan pada dunia, bahwa dengan kebersamaan, kehangatan dan niat tulus, mimpi bukanlah hal yang mustahil. Do not underestimate the power of ibu-ibu! Wanda Hazman – Moderator We R Mommies Indonesia http://wrm-indonesia.org |