We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kesehatan Anda arrow Balita Sakit Gigi
Balita Sakit Gigi E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 23 Mei 2005

Yang sudah pernah merasakan pasti tahu betapa menderitanya mengalami sakit gigi. Gigi rasanya nyut-nyutan, sakit waktu mengunyah, makan tak enak, nafsu makan terganggu, dan tak jarang ditambah pula dengan sakit kepala. Apalagi jika anak kita yang mengalaminya, sedih rasanya membayangkan rasa sakit yang harus dideritanya.

Hal ini yang dirasakan oleh seorang mom di milis We R Mommies ketika putrinya yang masih balita mengeluh sakit waktu mengunyah karena gigi gerahamnya berlubang. "Aku khawatir selera makan anakku jadi terganggu dan berakibat negatif untuk perkembangan badannya," ujarnya. Ia menanyakan apakah ada pengobatan non medis untuk mengurangi rasa sakitnya sementara, karena menurutnya anaknya sulit sekali dibujuk untuk pergi ke dokter gigi.  "Sebenarnya anakku rajin sikat gigi lho, setiap pagi, sore dan malam. Tapi memang dia suka makan coklat dan permen yang manis-manis jadi giginya berlubang," tambahnya.

Ia juga menanyakan proses pembentukan dan perkembangan gigi untuk anak balita, karena ia ingin mengetahui apakah gigi anaknya yang baru lewat 3 tahun itu sudah perlu dicabut.

Beberapa saran kemudian datang dari para mommies, antara lain untuk memberikan analgetik ringan seperti Tempra atau Pharos, yang dengan dosis tepat biasanya dapat mengurangi rasa sakit dan cukup membuat anak lebih nyaman."Atau kumur dg air garam juga bisa tuh, seperti yg disarankan oleh para orang tua kita, tapi ini kalo gusinya ada yang bengkak. Karena dengan kumur air garam maka akan terjadi difusi cairan dari jaringan yg bengkak tersebut hingga mengurangi pembengkakan. Berkurangnya pembengkakan mengurangi pula jepitan sehingga mengurangi rasa sakitnya. Dan jangan biarkan makan yang manis-manis dulu ya," tambah seorang dari mereka.
Mom lain memberikan saran dari dokter gigi anaknya, supaya rajin berkumur dengan air putih setiap habis makan (apapun, baik makanan manis ataupun asin) selain menggosok gigi minimal 2 kali sehari. Ia juga menyarankan supaya dilakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali terutama untuk usia di atas 5 tahun.

Diskusi kemudian melebar dengan mempertanyakan mengapa gigi anak-anak Indonesia banyak yang keropos dan berlubang. "Di kalangan keponakan-keponakanku yg berjumlah 18 orang, setengahnya kena sakit gigi, alias giginya tidak lagi utuh. Baik jumlah maupun kondisinya. Bisa bolong atau habis karena caries" tutur seorang mom. "Saya hanya agak heran nih. Apakah faktor makan ya? Atau kemungkinan besar kandungan mineral air minum kali ya yg kurang fosfor. Soalnya kalau dibilang kurang kalsium juga nggak ya,..wong pada jago minum susu," tanyanya lagi.

Ia kemudian menceritakan bagaimana prosedur perawatan gigi anak di negara tempat tinggalnya (Jepang). Di sana, sejak anak usia 1,5 tahun diadakan pemeriksaan gigi rutin hingga umur 3 tahun, setiap 3 bulan sekali. Apalagi jika saat pertama kali periksa pihak orang tua menyatakan suatu kekhawatiran, maka pada pemeriksaan berikutnya, hal tersebut akan lebih diperhatikan.

Selama rentang itu pula ditanya pola makan dan minuman apa saja yg dikonsumsi oleh anak. Bila dilihat ternyata terlalu banyak mengandung gula, maka si ibu akan dirujuk ke bagian konsultasi gizi, agar berikutnya bisa memperbaiki pola makan anaknya. Di sekolah tingkat TK, pemeriksaan gigi dilakukan setiap 6 bulan sekali, dengan memanggil dokter gigi ke sekolah, bila ada masalah dengan gigi anak maka diberi surat rujukan agar memeriksakan lebih lanjut ke dokter gigi keluarganya.

"Mungkin di Indonesia juga sudah banyak ya sekolah yg punya program begini. Tapi bila belum sebaiknya kita sebagai orang tua, lebih banyak inisiatif sendiri untuk memeriksakan anaknya ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Juga di Indonesia sepertinya caries gigi dianggap biasa sehingga belum mendapat perhatian yg cukup besar, baik dari para guru maupun para orangtua umumnya. Padahal kalau diperhatikan lebih lanjut, caries bisa saja mempengaruhi, aspek lain dari kesehatan anak, seperti misalnya gizi anak jadi terganggu. Perhatian terhadap pencegahan caries gigi bisa merembet ke hal lain seperti perhatian ke pola makan anak/gizi, masalah overweight pada anak, disiplin (pengaturan gosok gigi yg teratur) dan lain-lain," tambahnya.

Menanggapi topik gigi anak yang keropos, seorang mom memberikan informasi yang didapatnya dari milis lain yang menyatakan bahwa penyebabnya antara lain adalah karena pengaruh zat fluor. Berikut kutipannya :

"Mengenai fluor, memang tidak mudah untuk mengaplikasikan fluor secara langsung. Karena kelebihan fluor satu, memang bisa menimbulkan fluorosis, gigi menjadi kecoklatan (bukan rapuh, tetap kuat tapi kecoklatan) dan kedua memang ada penelitian bahwa dalam masa pertumbuhan, kebanyakan fluor dapat mengganggu pembentukan struktur gigi tetap menjadi lebih rapuh. Jadi saat pembentukan struktur gigi, itu tidak boleh kebanyakan fluor.

Yang menjadi sulit, adalah mengukur berapa banyak seseorang mengkonsumsi fluor. Air minum seandainya di ambil dari tanah, itu kadarnya sangat bervariasi. Di daerah A kebanyakan fluor (sehingga gigi orang-orang di daerah itu coklat semua), di daerah B, itu fluornya kurang, sehingga masyarakatnya mudah mengalami gigi berlubang. Kalau air PAM, kurang lebih memang ada fluornya walau kecil, yang perlu diwaspadai justru air dalam kemasan, bila itu air murni yang sudah disaring, maka pemberian mineral tanpa memasukkan fluor ke dalamnya membuat air minum kemasan tidak mengandung fluor (tapi perlu diperiksa untk memastikannya).

Kita selaku dokter gigi paling hanya bisa mengira-ngira, dengan melihat keadaan klinis seorang anak, apakah anak ini membutuhkan fluor atau tidak. Apabila kebanyakan fluor yang tertelan (artinya sistemik, bisa berbahaya), namun jika secara topikal (dengan sikat gigi) tertinggal hanya di gigi,tidak apa-apa. Hanya beberapa dosen saya sangat menganjurkan pada anak- anak yang belum bisa kumur-kumur dan membuangnya dengan baik, jangan dikasih pasta gigi mengandung fluor, karena kalau tertelan kebanyakan bisa merugikan. Ibu mungkin bisa mengira2 seberapa sering anak ibu sikat gigi, minum air putih dari air kemasan atau air pam atau air sumur, dan kalau mau aman, bisa saja tablet vinafluor diminum satu tablet satu kali seminggu untuk mencegah kebanyakan fluor.

Saat ini ada penelitian yang mengungkapkan fluor itu bisa diganti dengan casein (dari kepala susu) yang dioleskan pada gigi. Calsium tinggi yang terdapat didalamnya bisa memperkuat gigi, namun efek berlebihnya tidak sebahaya fluor. Sudah ada terjual ke dokter gigi tapi (keluaran dari GC, namanya tooth mouse), barangkali tidak ke masyarakat langsung, mahal karena satu tube, harganya sekitar 80rb."
-Drg C.Maulani-

Mom lain juga memberi masukan informasi dari artikel yang pernah dibacanya. Menurut artikel tersebut, sikat gigi langsung setelah makan itu tidak baik untuk gigi sebab sewaktu makan pH di mulut berkurang karena enzim pencernaan, terutama enzim yang membantu memecah karbohidrat. Keadaan pH rendah (asam) ini memperlemah email gigi, tapi pH akan kembali normal setelah sekitar setengah jam. Jadi jika kita menyikat gigi langsung setelah makan, tindakan ini justru akan membantu rusaknya email gigi. Dalam artikel tsb dikatakan jika ingin menyikat gigi setelah makan, lebih baik tunggu minimal setengah jam.

"Atau mungkin gigi cepat keropos karena terlalu banyak obat2an? Katanya kan kalau terlalu banyak antibiotik bisa menyebabkan gigi jadi kuning," tanyanya pula.  

Seorang mom dokter gigi kemudian memberikan penjelasan mengenai pertumbuhan gigi dan perawatannya yang secara garis besar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan di atas. Berikut penjelasannya :

Pertumbuhan

Pertumbuhan gigi pada anak biasanya dimulai pada usia 6-7 bulan, tetapi ada juga yang hingga 10 bulan baru tumbuh hingga lengkap dalam waktu antara 2,5 – 3 tahun dengan jumlah gigi susu 20 buah.. Gigi anak perempuan lengkap lebih cepat. Gigi susu pada anak akan digantikan oleh gigi tetap sekitar usia 6- 7tahun. Sebelum gigi tetap tumbuh sebaiknya gigi susu tetap dipertahankan, dan tidak dicabut. Gigi susu berguna sebagai panduan tumbuhnya gigi tetap.

Gigi permanen atau gigi tetap tumbuh mulai umur 6 tahun dimulai dengan geraham pertama 4 buah (atas bawah, kiri kanan). Disusul dengan gigi seri, geraham belakang, geraham kecil dan belakangan gigi taring (usia 12- 13 tahun). Gigi geraham terahir mulai tumbuh pada usia 20 – 25 tahun.
Pada saat gigi susu tumbuh biasanya disertai dengan kegelisahan, menangis, demam, dan tidak bisa tidur. Satu dua hari memang anak akan rewel. Untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat tumbuh gigi, berikan mainan karet yang telah didinginkan terlebih dahulu pada anak untuk digigit gigit. Tidak perlu diberi obat-obatan dan beri makanan yang dingin-dingin (jangan panas).

Perawatan

Untuk perawatannya lakukan pembersihan gigi dengan jari- jari yang dibungkus sapu tangan basah segera setelah tumbuh gigi. Biasakan mulai menggosok gigi sedini mungkin, dengan sikat gigi yang lunak dan berbulu rata. Sikat gigi elektrik belum tentu akan lebih bersih, yang terbaik adalah bagaimana teknik menggosoknya. Gerakan menggosok diputar, semua bagian permukaan gigi harus digosok.

Menurut pengalamannya, di Indonesia banyak anak yang masih berusia 4 tahun tapi gigi depannya sudah habis (rampant karies tinggi). Hal ini biasanya dikarenakan kebiasaan membawa dot botol minum susu ke tempat tidur, karena anak dibiasakan minum dengan dot. Sedini mungkin lepas minum dengan botol, latih dengan gelas yang menggunakan lubang.

Frekwensi menyikat gigi, dua kali sehari segera setelah makan. Bukan lalu harus tunggu setengah jam. Enzym pencernaan karbohodrat dikeluarkan oleh lambung bukan di mulut. Walau di air ludah juga ada enzymnya. Setengah jam setelah makan, PH memang akan menurun. PH rendah disebabkan karena karbohidrat diurai oleh bakteri menjadi asam. Asamlah yang akan menyebabkan kalsium gigi tertarik keluar.

Kapan ke dokter gigi?

Sedini mungkin kenalkan dokter gigi.

Fluor

Agak rumit jika membicarakan fluor. Tapi ada baiknya bawa ke dokter gigi anak untuk mendapatkan fluor oles setiap 6 bulan sekali, hal ini untuk membantu memperkuat email gigi.

Antibiotik

Terutama golongan tetrasiklin akan menyebabkan gigi berwarna mulai abu-abu, kebiruan, hingga hitam.

Menambal gigi

Gigi yang sudah dalam tidak bisa ditambal begitu saja, harus dilakukan perawatan akar gigi (pulpa). Penambalan tanpa perawatan pulpa akan menyebakan gigi bertambah sakit dan bengkak. Pada gigi susu kerusakan seringkali cepat sekali. Sehingga penambalan harus hati-hati. Setelah dilakukan perawatan pulpa, gigi sebaiknya diberi jacket khusus gigi susu. "Memang mahal. Jika low budget, bisa juga biarkan gigi yang berlubang besar itu, tetapi selalu bersihkan, dan tutup dengan kapas. Setiap hari kapas harus diganti," ujarnya mengakhiri diskusi. (DD/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement