|
" Semenjak putri saya menginjak umur 3 tahun, duh sulit sekali bila disuruh untuk makan nasi. Kadang aku sampai kehabisan akal harus bagaimana lagi aku bertindak. Memang sih anakku kalau makan sedikit tidak seperti teman sebayanya. Tapi biasanya dia mau makan bila disediakan nasi atau bubur, namun kali ini ia sama sekali tidak mau. Aku bener - bener tidak tahu harus berbuat apa." keluh mom ini di milis We R Mommies. Bahkan beliau menceritakan bahwa segala macam tips "pemacu" telah ia coba, dari Combantrin anak anak, perangsang nafsu makan, jamu tradisional temu ireng tetap saja tidak "mempan". Tak hanya stop nasi, putrinya pun juga menolak segala macam makanan kesukaannya. " Mungkin Momies pernah mengalami hal serupa, harus diberikan perangsang makan merk apa ya agar anak saya dapat makan seperti sedia kala?" tanyanya di akhir postingannya. Ikuti yuk saran para mommies yang bermunculan.
Salah seorang mom member milist WRM segera memberikan feed back dengan mengirimkan beberapa artikel terkait. Artikel tersebut dapat dilihat kembali di postingan mom tersebut di sini. Satu hal yang mom ini tekankan adalah hindari pemberian obat obatan yang sebenarnya tidak perlu. Beliau yakin gangguan makan ini biasanya bersifat sementara, nantinya pun akan ada masanya berakhir. Bila si kecil dibiasakan "didopping" oleh obat obatan, yang ditakutkan nantinya malah sang anak akan mau makan hanya bila ada obat.
Mom yang sedang merantau ini bahkan menyarikan artikel yang ada di majalan Parenting bulan Agustus th 2003 dan ditambah pengalamannya sendiri dalam menghadapi anak anaknya yang dapat dikategorikan "bermasalah" dengan makan. Hampir 40% anak usia di bawah lima tahun di US adalah picky-eater. Biasanya masa tersebut akan berlalu setelah memasuki usia sekitar 8-9 tahun. Beliau memberikan beberapa tips untuk "berdamai" dengan sang picky yang dapat dibaca di bawah ini.
1. "Don't invest heart and soul in meal prep": Bila anak-anak menolak makanan yang kita buat dengan bermandikan peluh, kita tidak perlu terlalu kecewa karena hanya berakibat buruk pada emosional kita.
2. "Make mealtime pleasant": Ciptakan suasana menyenangkan dan hindari perhatian berlebihan pada aktifitas makannya. Anak saya yang super picky biasanya bila semakin diperhatikan, ditawari ini-itu, dirayu maka akan semakin dia bertahan pada pendiriannya.
3. "Serve miniature portions": Sajikan dalam porsi kecil, untuk membangkitkan keingintahuannya. Menyajikan ala buffet (prasmanan) kadang menarik juga. Letakkan porsi kecil, misal 1 sdm per satu jenis makanan, sehingga ada 3-4 jenis makanan di piringnya.
4. "Spice things up": Hal ini bahkan berlaku bila yang picky adalah toddler, karena kita kadang ragu untuk memberi si kecil makanan berbumbu "berat". Biasanya orang tua akan cukup surprise saat melakukan eksperimen ini karena biasanya si kecil akan memberikan reaksi berbeda dari reaksi yang semula kita harapkan.
5. "Abide by the one-bite-rule": Tips ini memang agak susah, terutama bila sang anak termasuk kategori "ngeyel" . Namun tidak ada salahnya dicoba agar si kecil dapat mencicipi segala jenis makanan, walaupun dengan sedikit kuantitas.
6. "Be sneaky": Tips ini seperti yang sudah dibahas sebelumnya, yaitu kita hendaknya pandai-pandai membuat variasi masakan agar makanan mereka lebih bergizi tanpa mereka ketahui. Beberapa contoh yang mom ini berikan adalah sebagai berikut: - masukkan veggie/sayuran yang diblender ke dalam saus spaghetti, - masukkan beans yang diblender ke dalam daging giling untuk rolade,meatloaf dll - iris telur dadar dan cabbage tipis-tipis kemudian campurkan ke dalam fried noodle, - telur dikocok dicampur irisan tahu, diberi sedikti bumbu, didadar, - Macaroni schotel plus sayuran, - Lasagna bayam, - dll
7. "Get creative": Misalkan berikan nama makanan dengan hal-hal yang lucu, fantastic, hebat, dsb. Contoh : tree untuk broccoli. Sajikan dalam wadah yang unik, misal potongan buah di dalam cone ice cream. Atau buah ditusuk seperti sate.
8. "Encourage grazing": Ada saat dimana anak-anak karena sibuk bermain atau lelah, mereka malah menjadi lapar. Saat itu sodorkan saja snack yang menyehatkan misal potongan buah, tanpa menyuruh mereka makan.
9. "Call on the power of sugar": Taburi sedikit gula di atas makanan bergizi (misal : potongan pepaya ditaburi gula). Sebagai pengganti gula dapat juga digunakan madu. " Anak saya suka sekali avocado yang dipotong kecil-kecil dan diberi madu. Sementara kakaknya, secara sembunyi-sembunyi, corn kesukannya suka saya tambahkan madu. Atau jagung manis + susu kental manis + mayonnaise" demikian mom ini memberikan contoh.
10. "Keep trying": Bahasa Indonesianya : Maju Tak Gentar. Menurut expert, anak-anak biasanya memerlukan pengenalan paling tidak 10 kali sebelum benar-benar menyukai suatu makanan. Tapi jangan terlalu ambisius, misal untuk orang dari Sunda jangan terlalu mengharap anaknya menyukai leunca atau anak orang surabaya harus suka akan petis udang.
Mom ini pun juga mengingatkan agar tak melupakan ukuran perut si kecil yang memang kecil "Jadi kalau dia sudah makan seporsi kecil yang menurut kita belum mengenyangkan, bisa jadi ya memang sedemikian kapasitas perutnya. Apalagi bila mereka sering ngemil, akan semakin penuh saja perutnya". Menurut seorang dokter, anak yang tidak suka makan akan jarang sekali berada di kondisi kurang gizi. Anak yang kekurang gizi biasanya adalah anak yang tidak disediakan cukup makanan, misalnya karena kehidupan kluarganya memang kurang mampu atau anak tersebut memang tidak terurus. " So....Don't worry, be happy!" demikian tulis mom ini di akhir postingannya. (DAI/WRM).
|