|
Pengirim: Meidya Derni
|
|
Kamis, 29 Juli 2004 |
|
Berkisah tentang romantika kehidupan perkawinan antara Putri Fiona dengan Shrek. Cerita dimulai dengan pasangan pengantin baru yang berbulan madu. Setelah masa bulan madu usai, kembali ke kediaman shrek, dimana donkey kembali hadir diantara keduanya.
Undangan dari Raja Far Far Away, a.k.a. ayah Putri Fiona menjadi pencetus perselisihan pengantin baru tersebut. Mengetahui bahwa putrinya tidak terlepas dari kutukan dan bersuamikan seorang ogre, membuat raja tidak dapat menerima kenyataan tersebut walaupun sang putri berbahagia dengan pilihannya.
Rencana raja dan Ibu Peri (Fairy God Mother) yang ingin menjodohkan dengan Pangeran Charming, tidak terwujud. Raja ingin memisahkan Putri Fiona dengan Shrek. Untuk itu raja ingin menghabisi Shrek dengan cara menyewa pembunuh bayaran, kucing bersepatu laras (Puss in Boots).
Yang pada akhirnya kucing tersebut menjadi pengikut setia Shrek, membantu Shrek menghadapi musuh-musuhnya. Pangeran Charming yang menyamar menjadi Shrek ternyata tidak dapat membuat Putri Fiona bahagia. Shrek yang merasa kecewa terhadap raja, dan perasaan bersalah karena tidak dapat membuat isteri bahagia datang menemui Ibu Peri. Dan pada akhir cerita putri Fiona kembali ke pangkuan suami tercinta.
Secara keseluruhan Shrek 2, masih sama seperti film sebelumnya, dimana kisah fairy tale, diputarbalikkan. Ibu Peri yang dalam kisah dongeng selalu digambarkan sebagai pelindung dan penolong, pada kisah Shrek menjadi jahat. Ibu Perilah yang mengutuk Putri, agar kelak menikah dengan putranya Pangeran Charming. Raja Far-Far Away yang awalnya Pangeran kodok kembali menjadi kodok.
Alur cerita yang tak terduga, kejutan-kejutan yang menarik dan lucu membuat penonton tetap bertahan. Donkey yang beristerikan dragon dan memiliki anak yang berkepala donkey, bisa terbang dan berbadan dragon, seperti fantasi anak-anak.
Kehadiran donkey yang usil, penolong dan baik hati membuat cerita semakin menarik. Ulahnya saat perjalanan jauh menuju negeri Far Far Away, yang selalu menanyakan "are we there yet?," membuat kita teringat akan tingkah laku anak-anak kita saat perjalanan jauh. Keinginan Shrek yang ingin isterinya bahagia, dengan menjadi manusia dan merelakan isterinya dengan Pangeran Charming yang ternyata isterinya tidak bahagia mengingatkan kita akan pengorbanan kepada pasangan hidup.
Gambar animasi dan pengisian suara sangat baik. Suara Eddie Murphy pada donkey sangat unik dan cocok, juga Mike Myers pada Shrek, Cameron Diaz pada Fiona, Antonio Banderas pada puss juga pengisi suara lainnya.
Film kartun ini digemari anak-anak, tetapi kisah yang disampaikan juga menyajikan beberapa adegan yang kurang pantas untuk dikonsumsi anak-anak. Oleh karenanya, jangan lupa temani mereka nonton. (MD) |