|
Batita frustrasi? Mengapa batita bisa frustrasi? Apa yang harus kita lakukan bila batita frustrasi? Rasanya pertanyaan - pertanyaan sejenis ini tidak akan pernah habis di benak kita para orang tua.
Hal yang paling utama menghadapi batita yang frustrasi adalah pahami faktor - faktor yang membuat si kecil frustrasi sebelum anda di buat frustrasi menghadapinya. Anak yang berusia satu tahun tidak terlepas dari resiko mengalami frustrasi atau kekecewaan karena gagal melakukan sesuatu yang melebihi kesanggupannya secara fisik.
Jika orang tua mempunyai kemampuan memahami frustrasi pada saat baru muncul (contoh: ketika anak ingin mengambil sesuatu yang tidak bisa dia raih, atau saat anak ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak dipahami oleh orang dewasa), sebaiknya orang tua menggunakan pengalih perhatian (gunakan mainan atau objek yang menarik perhatiannya) untuk mencegah anak menjadi frustrasi, jika kemampuan itu ada, maka langkah selanjutnya untuk menghadapi si satu tahun yang sering frustrasi akan lebih mudah.
Mengapa dan bagaimana frustrasi itu terjadi? Beberapa penelitian yang sudah di lakukan, frustrasi yang di hadapi oleh anak yang ber usia satu tahun keatas di sebabkan oleh faktor sosial emosional, pemahaman, perkembangan bahasa dan faktor perkembangan dan keterampilan fisik. Jika keinginan/kemauan batita tidak tercapai karena faktor - faktor di atas maka frustrasi akan timbul.
Faktor Sosial Emosional * Ingin tahu semua hal (the explorer) tetapi masih bergantung pada orang dewasa untuk mengeksplore sekitarnya, frustrasinya akan muncul jika orang dewasa tidak memberi perhatian ketika si anak ingin mengeksplore hal - hal baru. * Ingin melakukan sesuatu sendirian, frustrasinya akan muncul jika tidak diperbolehkan melakukan sesuatu sendirian * Melakukan sesuatu dengan benar, frustrasinya akan muncul jika yang "benar" menurut pemahaman si anak itu berbahaya untuknya. * Senang bermain dengan orang dewasa (contoh: permainan yang bersifat di ulang - ulang), frustrasinya akan muncul jika orang dewasa menolak diajak melakukan permainan tersebut berkali - kali. * Senang meniru orang, frustrasinya akan muncul jika si anak dilarang meniru yang dilakukan orang dewasa karena itu berbahaya buat dia. * Takut ditinggal sendirian, frustrasinya akan muncul jika tau telah ditinggal sendiri.
Faktor Pemahaman (15 bulan keatas) * Bermain dengan dua objek sekaligus, frustrasinya akan muncul jika dia ingin bermain dengan banyak benda tetapi belum mampu menggunakan semua benda itu secara bersamaan dan benar. (contoh: menggambar dengan menggunakan kertas dan crayon). * Menyusun puzzle, frustrasinya akan muncul jika di beri puzzle yang gambarnya rumit dan terlalu banyak kepingan.
Faktor Perkembangan Bahasa (15 bulan keatas) * Mengucapkan 10 - 25 kata, frustrasinya akan muncul jika menyampaikan sesuatu dengan kata - kata, tapi kata itu tidak dipahami oleh orang dewasa. * Menerima perintah dari orang dewasa lebih dari 1 hal (contoh: ambil mainan itu dan berikan pada Bunda), frustrasinya akan muncul karena perintahnya lebih kompleks untuknya.
Faktor Perkembangan dan Keterampilan Fisik * Berjalan sendiri, frustrasinya akan muncul bila si anak ingin berjalan tapi keterampilan jalannya belum baik dan saat itu tidak ada satupun orang dewasa yang bisa memandunya untuk berjalan. * Bangkit dari duduk dengan menggunakan tangan, frustrasinya akan muncul jika ingin bangkit di saat kedua tangannya sedang memegang mainan (Anak belum mengerti bahwa dia bisa meletakkan mainannya dulu sebelum bangkit)
Memahami dan mengerti faktor - faktor di atas bisa membantu kita mencegah frustrasi anak yang akan berkembang menjadi amukan. Tetapi apa bila kita sebagai orang tua gagal mengalihkan perhatian si anak dan akhirnya kita menjadi frustrasi, maka lebih baik kita menenangkan diri dulu, karena keadaan akan lebih buruk bila frustrasi dihadapi dengan frustrasi. [sa]
|