We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Selamatan Nujuh Bulanan
Selamatan Nujuh Bulanan E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 16 Mei 2005

Ketika usia kehamilan memasuki 7 bulan, Menurut adat istiadat di daerah dan suku tertentu saat usia tersebut perlu di adakan Ritual yang di beri nama Nujuh Bulanan. Di milist tercinta WRM seorang Mommies menanyakan hal tersebut, demikian pertanyaannya "Bulan depan usia kandungan aku masuk 7 bulan. Rencananya aku mau mengadakan selamatan Nujuh bulanan di rumah, Apa saja yang perlu aku siapkan? Dari segi acara, pernak-pernik dan lain-lainnya?".

Tanggapan pertama datang dari Mommies yang kebetulan berasal dari daerah yang tidak ada ritual Nujuh Bulanan, demikian beliau menuturkan, "Saat usia kandunganku masuk 7 bulan aku dan suami tidak berencana membuat acara, tetapi mertua aku yang kebetulan berasal dari pulau Sumatera menyarankan untuk membuat acara yang di beri nama Selapanan, pada dasarnya acaranya ini adalah acara syukuran di mana kami mengadakan pengajian di rumah, setelah itu kami membagikan makanan untuk anak - anak di Panti Asuhan".

Mommies yang lain memberi tanggapan, kalau Nujuh Bulanan itu sebenarnya hanya ritual saja tergantung dari masing - masing kepercayaan orang. "Kalau aku pribadi saat itu hanya mengadakan pengajian biasa, dan membuat Rujak serut yang di sajikan untuk undangan pengajian".

"Dahulu ketika aku mengadakan acara Nujuh bulanan, ritualnya sederhana saja sebagai berikut:
1. Kami buat acara Selamatan dengan mengundang tetangga dan setelah acara selesai kami memberikan bingkisan makanan (isinya ada rujak/lotis & jajanan pasar)
2. Kami bikin gambar srikandi dan arjuna di kelapa.
3. Sore hari sebelum selamatan Aku dan Suami mandi bunga dan ganti kain sampai 7 kali, setelah itu kami siapin telor ayam yang nanti akan di jatuhkan kelantai kalau telurnya pecah katanya anaknya perempuan dan kalau telurnya tidak pecah anaknya Cowok, kebetulan saat itu Telur yang kami jatuhkan tidak pecah dan Alhamdulillah anak kami benar Cowok." Demikian Mom ini mengakhiri ceritanya.

Berikut cerita mommies yang kebetulan Kakaknya pernah mengadakan acara Nujuh bulanan demikian ceritanya "Seingatku, waktu Kakak aku buat acara Nujuh Bulanan pakai adat Jawa, acaranya cukup banyak, pakai acara siraman seperti waktu acara Nikahan, ganti kain secara simbolis sampai 7 kali, dan setiap ganti kain, para undangan dimintai pendapat apakah kain yang di kenakan cocok atau tidak sampai kain yang ketujuh, setelah itu acara memecahkan telur, dengan cara memasukkan telur ke dalam baju/kain panjangnya dan di jatuhkan kebawah." Sama seperti ibu yang sebelumnya kasih tanggapan mengenai arti pecah atau tidaknya telur tersebut. Masih menyambung ceritanya "Si calon bapak mecahin kelapa gading yang sudah diukir profil wayang jawa, setelah itu jualan rujak memakai Uang kreweng. Saat itu Kakak aku memakai jasa rias pengantin yang sudah ada paket untuk acara Nujuh bulanan semua alat - alat dan bahannya di sediakan oleh Jasa tersebut." Demikian Ia mengakhiri ceritanya.

"Sebenarnya acara Nujuh bulanan itu hanya ritual Adat, ada yang menjalankan ada juga yang hanya selamatan. Biasanya kalau dilaksanakan itu lebih untuk "meramaikan", dan kata Orang tua ada maknanya. Kebetulan Aku termasuk yang mengadakan Ritual tersebut dengan lengkap" Cerita Mommies yang berlokasi di Jakarta dan kebetulan melaksanakan ritual Nujuh Bulanan secara lengkap, demikian bahan - bahan yang di butuhkan saat acara berlangsung dan susunan acaranya :

Bahan yang di perlukan:
1. Gubuk Siraman (termasuk gentong 2 buah, bunga, gayung)
2. Kelapa gading 2 buah yang sudah diukir Rama-Shinta.
3. Telur kampung
4. Kain batik 7 buah
5. Kain putih kira2 3-4 meter
6. Ikan mas sepasang (jantan-betina)
7. Golok untuk belah kelapa
8. Duit-duitan untuk jual-beli rujak
9. Souvenir untuk yang nyiram (pensil, handuk, cermin, sisir, benang, jarum, sabun) ada 7 macam, bisa dikemas di keranjang dan dibungkus plastik kado.
10. Souvenir untuk yang datang ke acar pengajian adalah buku pengajiannya.

Urutan acaranya:
1. Di buka dengan acara Pengajian, ayat yang di baca Surat Ya'asin dan Surat Yusuf.
2. Calon Ibu ganti baju siraman (kemben) lengkap dengan bando melatinya dan berjalan menuju gubuk siraman didampingi suami tercinta, didahului oleh orang tua
3. Acara adat suami memasukkan ke-2 buah kelapa gading ke dalam gentong, lalu di"siram" oleh orang tua dan family yang di Tuakan (mereka yang nantinya akan diberikan souvenir).
4. "Gonta-ganti" kain sambil ditanya ke "penonton", cocok atau tidak kain yang di kenakan, sampe pada kain ke-7 5. Setelah itu pakai kain putih (disarungkan) lalu suami meloloskan telor ke dalam sarung kain putih itu, setelah itu bapak meloloskan ikan mas yang kemudian ditadahi oleh tangan Ibu.
6. Acara terakhir di gubuk siraman, suami mengaduk gentong isi kelapa sambil menghadap ke penonton (seperti mengaduk kupon undian)setelah  itu mengambil satu buah kelapa, jika yang di ambil bergambar Shinta maka kelak anaknya perempuan , dan kalau bergambar Rama maka kelak anaknya laki - laki.
7. Setelah itu kelapanya di belah, ini melambangkan susah atau gampangnya proses persalinan nanti, dan air kelapanya boleh di minum.
8. Istri dan Suami ganti baju kebaya dan siap - siap jualan rujak. Menurut kepercayaan  dari rasa rujak ini orang-orang bisa meramalkan jenis kelamin si jabang bayi nanti.
9. Uang hasil penjualan rujak dikumpulkan di mangkok/kendi tanah liat (ceritanya ditabung) tapi isinya dicampur Uang recehan yang asli, nanti mangkok/kendinya itu dibanting oleh suami (proses saweran) dan uangnya recehnya di perebutkan oleh para tamu.
"Mungkin urutannya tidak berurutan karena kejadiannya sudah lama, silakan menghubungi jasa yang menyediakan perkawinan, sunatan dan acara Nujuh Bulanan". Demikian mommies ini mengakhiri ceritanya.

Pada dasarnya acara Nujuh Bulanan ini hanya acara adat yang diyakini oleh beberapa suku/daerah saja,  untuk mendapatkan info lengkap mengenai perlengkapan yang di butuhkan , susunan acara, dan lain - lain. Silakan menghubungi "Party Organizer" yang menyediakan jasa : Perkawinan, Sunatan & Nujuh Bulanan yang terdekat dengan Anda. [SA/WRM]

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement