We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Cerita Bersambung arrow The Village
The Village E-mail
Pengirim: Shrie   
Selasa, 17 Mei 2005

The Village
By: M. Night Shyamalan

Run. The truce is ending.

Mengambil setting tahun 1897, sebuah desa kecil bernama Covington, Pennsylvania yang berpenduduk 60 orang percaya dengan mitos gaib tentang mahluk misterius yang tinggal di dalam hutan. Dalam keseharian masyarakat Covington hidup tentram dan damai, nyaris semua generasi muda percaya dengan mitos yang di hembuskan oleh para sesepuh di sana. Tidak ada satupun pemuda dan pemudi yang berniat keluar dari desa kecil tersebut, singkatnya ketakutan mereka dengan mahluk misterius yang di sebut sebagai "Those we dont speak of" membuat  mereka untuk tetap tinggal dan membangun desa tempat mereka lahir dan besar.

Jangankan memasuki hutan, membicarakan mahluk tersebut saja merupakan hal yang tabuh bagi mereka, tetapi itu tidak berlaku bagi si Lucius Hunt (Joaquin Phoenix), Si pemuda penasaran yang membuat Kepala desa Edward Walker (William Hurt) mengancamnya agar tidak menorobos batas antara hutan terlarang dan desa mereka yang sudah di sepakati dengan mahluk misterius tersebut, jika kesepakatan itu di langgar maka sesuatu yang buruk akan menimpah desa mereka.

Namun niat tulus Lucius yang ingin berkelana kedunia luar sudah bulat, walaupun niatnya itu tidak di dukung oleh sang Ibu Alice (Sigourney Weaver) Lucius tetap bertekad meninggalkan desanya, tetapi hanya kepada Ivy (Bryce Howard) anak Kepala desa yang buta dan cantik dirinya tidak bisa menolak, Ivy punya sesuatu yang tidak bisa di tolak bahkan Lucius pun jatuh hati kepada gadis lugu tersebut. Rupanya bukan hanya Lucius saja yang jatuh hati kepada Ivy, tetapi Noah Percy (Adrian Brody) pria kasar dan aneh juga mendambakan hati Ivy, tetapi Ivy sudah menentukan pilihannya kepada Lucius seorang.

Suatu hari terjadi perkelahian sengit antara Noah dan Lucius yang mengakibatkan Lucius terluka parah dan nyaris sekarat, harapan untuk hidup hanya ada jika ada seseorang yang keluar Desa  mencari obat buat Lucius. Setelah sesepuh desa berembuk di putuskan yang bisa melalui hutan terlarang untuk mencari obat hanya Ivy seorang, di mulai lah petualangan Ivy yang penuh dengan ketegangan demi ketegangan yang di laluinya.

Apakah Mahluk misterius ini memang ada dan siap memangsa siapa saja yang memasuki hutan terlarang termasukl Ivy? Atau, itu hanya metafora dari sesepuh di Covington yang antipati terhadap modernitas? Seperti dengan karya Shyamalan's sebelumnya The Sixth Sense, Unbreakable & Signs endingnya selalu tidak terduga, begitu juga dengan The Village, jangan pernah menyimpulkan endingnya sebelum anda menonton hingga akhir.

The Rules:
* Let the bad color not be seen. In attracts them.
* Never enter the woods. That is where they wait.
* Heed the warning bell, for they are coming.

[SA]

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement