We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Sariawan
Sariawan E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 11 Mei 2005
Siapa yang tidak pernah merasakan sakitnya sariawan? Mulut dan lidah perih, makan pun tak enak. Apalagi jika yang mengalaminya adalah anak kita yang masih balita. Hal ini pula yang membuat seorang mom WRM merasa bingung ketika anaknya yang sedang sakit batuk ternyata juga menderita sariawan. "Putraku kena sariawan nih, obatnya apa ya?" begitu tanyanya di milis We R Mommies beberapa waktu yang lalu.

Seorang mom memberikan saran agar putranya tersebut diberi makanan yang cair-cair dan diperbanyak diberikan jus buah yang mudah ditelan. Selain itu juga ia memberi info tentang obat Cina alternatif Lo Han Kuo yang rasanya manis dengan cara diseduh, atau Ho Fung San yang ditempelkan ke bagian sariawan. "Tapi yang terakhir ini rasanya pahit, mungkin anak-anak tidak suka", tambahnya. Ia sendiri tidak khawatir dengan efeknya karena menurutnya "Obat Cina kan dari tumbuh-tumbuhan alami". Seorang mom lain mengiyakan saran ini, karena ia pernah mencobakannya sendiri kepada anaknya dan katanya "Dia langsung sembuh lho". Yang lain mengatakan ia memakai Lo Han Kuo untuk pencegahan saja, sementara untuk mengobati sariawan ia menggunakan Mycostatin.

Tanggapan lain mengatakan ia kurang setuju dengan pemakaian obat Cina karena menurutnya keamanan penggunaannya belum teruji secara klinis. Ia memberikan pendapat bahwa yang dapat dilakukan si ibu adalah mengurangi rasa tidak nyaman pada daerah mulut dan lidah yang terkena sariawan, dengan cara memberikan makanan yang lembut dan dingin. Ia menceritakan pengalamannya saat anaknya sariawan, "Saya beri es lilin, es krim, yoghurt atau milkshake. Kemudian makanannya saya beri yang berkuah. Putri saya kebetulan suka sekali dengan bubur sumsum, jadi saya berikan juga bubur sumsum dengan kuah gula merah."

Mom lain mengatakan ia biasa menggunakan salep Kenalog untuk mengobati sariawan. "Oles tipis-tipis di luka sariawannya. Lukanya jadi tertutup dan tidak perih, jadi urusan makan/minumnya anak-anak tetap lancar. Satu dua hari sudah sembuh kok," katanya.

Seorang mom berprofesi dokter gigi ikut urun pendapat. Menurutnya, sampai saat ini penyebab sariawan belum diketahui secara pasti. Banyak kalangan mencoba menghubungkannya dengan masalah imunologi, sehingga dengan demikian tubuhlah yang berperkara dengan tumbuh/munculnya sariawan ini. Ada beberapa bentuk/jenis sariawan ini, dengan begitu pengobatannya juga berbeda-beda. Sariawan yang tidak dalam cukup dengan gentian violet, yaitu bila sariawan yang diderita adalah akibat jamur. "Ketika saya praktek dulu, kadang saya tuliskan resep antara lain albotyl (yg ini perih sekali). Dan bila sangat perlu, salep mulut yang mengandung cortison (ini hanya dengan menggunakan resep). Bila sariawan yang dalam, maka perlu dibantu mempercepat penyembuhannya dengan vitamin A dan vitamin C. Pengobatannya juga bukan dengan antibiotik" ujarnya. Tetapi sekarang pemakaian albotyl sudah dilarang dan tidak lagi beredar.

Sarannya, untuk mudahnya coba dahulu dengan betadine gargle (obat kumur) bisa beli di apotik secara bebas. Dalam 3 - 4 hari, untuk sariawan biasa, biasanya sudah sembuh. Kalau belum berhasil juga, misalnya berulang ulang setiap bulan, dan dalam pula, sakit sekali apalagi diikuti dengan rasa lemah, carilah dokter gigi yang khusus menspesialisasikan diri pada ilmu penyakit mulut (oral medicine). Biasanya di Fakultas Kedokteran Gigi ada bagian ini. Jangan makan makanan yang pedas, banyak merica atau yang panas dan keras.

Mengenai penggunaan Kenalog, ia mengatakan bahwa memang benar Kenalog In Orabase digunakan untuk mengobati sariawan atau bengkak-bengkak di mulut karena ia punya efek anti inflamasi (anti bengkak). "Tapi mohon jangan diberikan pada bayi/anak-anak sebab untuk usia muda apalagi bayi, ia sangat sensitif obat tempel seperti ini, karena mengandung hormon steroid. Kalau menggunakan obat salep ini cobalah tanya dulu sama dokter. Cepat sembuh memang, tetapi ini preparat hormon" begitu katanya.

Dalam buku Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI) 2000 dari Dirjen POM, Depkes RI disebutkan bahwa :

hal 395-396:

-------------------------------------------------
13.2.3.1. Obat untuk ulserasi mulut dan inflamasi
(ada beberapa poin, salah satunya Kortikosteroid)

Kortikosteroid

Indikasi: luka oral dan perioral
Kontraindikasi: infeksi oral yang tidak diobati
Efek samping: kadang-kadang terjadi eksaserbasi infeksi lokal
Cara penggunaan: pasta oral, triamsinolon asetonoid 0.1%
Dewasa dan anak, oleskan lapisan tipis 2-4 kali sehari; jangan
digosok; penggunaan dibatasi hingga 5 hari untuk anak, dan
penggunaan jangka pendek juga dianjurkan untuk pasien usia lanjut

Dijual dalam produk:

Kenalog In Orabase (Bristol Myers-Squibb) Salep Oral 0.1%
Oralog (Pharos Indonesia) Salep Oral 0.1%

----------------------------------------------------------

hal 273 tentang efek samping Kortikosteroid :

8.3.2 Kortikosteroid sebagai antiinflamasi sistemik

Efek samping.

Penggunaan kortikosteroid dalam jangka lama akan dapat menimbulkan
efek samping akibat khasiat glukokortikoid maupun khasiat
mineralokortikoid. Efek samping glukokortikoid meliputi diabetes dan
osteoporosis yang terutama berbahaya bagi usia lanjut. Pemberian
dosis tinggi dapat menyebabkan nekrosis avaskular dan sindrom
Cushing yang sifatnya berpulih (riversibel).

Dapat juga terjadi gangguan mental, euforia, dan miopati. Hubungan
penggunaan kortikosteroid dengan timbulnya tukak peptik tidak begitu
jelas. Pada anak, kortikosteroid dapat menimbulkan gangguan
pertumbuhan, sedangkan pada wanita hamil dapat mempengaruhi
pertumbuhan adrenal anak. Efeknya terhadap reaksi jaringan dapat
menyebabkan tanda klinik infeksi tidak muncul sehingga infeksi
menyebar tanpa diketahui (efek samar).

Efek samping mineralokortikoid adalah hipertensi, retensi Na dan
cairan, dan hipokalemia. Efek ini paling jelas pada fludrokortison,
dan cukup jelas pada kortison, hidrokortison, kortikotropin.
Sementar itu, efek mineralokortikoid betametason dan deksa metason
boleh diabaikan dibandingkan dengan efek glukokortikoidnya yang
sangat kuat. Prednison, prednisolon, metil-prednisolon, dan
triamsinolon memperlihatkan efek mineralokortikoid yang ringan.
-------------------------------

Ia kemudian menjelaskan tentang bahaya dan aturan pakai obat tersebut. Pada dasarnya preparat ini adalah hormon yang biasanya dihasilkan oleh kortexadrenal (di ginjal). Dihasilkan hanya dalam jumlah sedikit luar biasa oleh tubuh cukup untuk mengatur kerja berbagai organ tubuh. Jika tubuh kita dimasuki hormon ini, baik melalui telan maupun penyerapan dari kulit, maka kerja kelenjar yang mengeluarkan hormon ini akan berhenti, jadi dengan sendirinya akan terjadi penekanan produksi hormon. Jika penekanan ini berlangsung lama, maka dengan sendirinya kelenjar ini akan berhenti bekerja. Banyak kasus yang secara tidak sengaja menelan preparat ini (sering dimasukkan ke dalam jejamuan terutama jamu Cina yang katanya mampu melawan segala penyakit dan menyegarkan, sementara itu di berberapa tanaman juga mengandung senyawa hormon) . Selama si konsumen menelan jamuan ini rasanya segar, tetapi waktu lupa atau sengaja akan menghentikannya, maka berbagai gangguan fungsi organ dan fisiologisnya terganggu, jantung berdebar tidak karuan seperti orang sakit jantung, rasa lemah, gangguan fungsi ginjal, dan berbagai gangguan lainnya.

Karenanya harus taat mengikuti aturan pemakaiannya yaitu satu hari sekali, dalam olesan yang sangat tipis dan sedikit. Jangan berpikir semakin banyak dioles akan semakin cepat sembuh. Pakai sampai sariawannya sembuh, jika sudah tiga kali pakai masih belum sembuh juga, coba periksa lagi ke dokter, barangkali ada infeksi lainnya seperti jamur, masalah imunologi atau stres. Selain itu ia menginformasikan bahwa ada banyak penyakit yang mengeluarkan gejalan semacam sariawan di mulut, misalnya herpes dan sifilis. (DD/WRM)

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement