Tidak mudah memberi "label" atau mengkategorikan jenis musik yang dibawakan oleh Sarah Brightman, penyanyi soprano asal Inggris. Apakah klasik, new age, atau pop? Selama ini ia identik dengan panggung teater musikal dan opera, dengan landmark penampilannya dalam The Phantom of The Opera. Kekuatannya ada pada suaranya yang unik, yang pada satu saat lemah lembut bagai suara gadis remaja lalu beranjak menyanyikan nada-nada tinggi sebuah aria dengan kekuatan pita suaranya yang luar biasa, serta totalitas penampilan panggungnya yang dramatis dan teatrikal.
La Luna (2000) by Sarah Brightman Nemo Studios - Angel Records production.
Dalam setiap albumnya, Sarah Brightman selalu menggunakan konsep atau tema tertentu. Setelah tema dipilih, segala hal yang berhubungan dengan album tersebut, mulai dari kostum, foto, pilihan lagu, dan desain konsernya mengacu kepada tema tersebut. Dan dalam album ini, La Luna (Sang Bulan), temanya adalah, tentu saja, sang bulan dan suasana malam.
Tema ini tercermin kuat dari albumnya, mulai dari cover album yang menampilkan Sarah berpakaian putih bertiara kaca dengan latar belakang awan biru gelap. Bagaikan sang bulan di langit malam. Kemudian foto-foto lain yang menjadi ilustrasi bagian dalam. Dan tentu saja pilihan lagu-lagunya yang menggambarkan suasana malam yang tenang, damai dalam terang bulan, namun kadang mencekam.
Memang lagu-lagu yang dibawakan dalam album ini bukan miliknya sendiri, seperti Scarborough Fair dari Simon&Garfunkel atau Here With Me milik Dido, tetapi versi Sarah memiliki ciri khas tersendiri sehingga seakan-akan lagu-lagu tersebut memang diciptakan untuknya.
Saya pribadi cenderung lebih menyukai saat Sarah Brightman menyanyikan lagu-lagu berjenis klasik seperti La Luna (Dvorak), Figlio Perduto (Beethoven) , How Fair This Place (Rachmaninov), Solo Con Te (Handel), atau La Califfa dari komposer Italia abad 20 Ennio Morricone, karena lagu-lagu tersebut memunculkan kekuatan suara sopranonya. Favorit saya terutama adalah Figlio Perduto yang baik musik (Beethoven, simponi ke 7 allegretto) maupun liriknya (puisi Erlkönig dari penyair Goethe) keduanya sama-sama menghasilkan suasana yang mencekam dan misterius.
Tetapi lagu-lagu jenis lain dalam album ini tidak kalah indahnya, seperti slow beat dalam Winter in July, nomor Hijo de la Luna yang manis walaupun menceritakan kisah tragis "anak" sang bulan, ataupun Gloomy Sunday yang agak jazzy.
Meskipun ini album lama, tetapi tidak ada salahnya anda coba dengarkan untuk menemani saat santai sambil menikmati terang bulan di malam hari.(DD) |