We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Buku arrow Malaikat dan Iblis
Malaikat dan Iblis E-mail
Selasa, 10 Mei 2005

Setelah sukses sekaligus memancing kontroversi, karya Dan Brown kembali diluncurkan di pasaran. Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) yang ditulis lebih dulu dari The Da Vinci Code, masih berkisah seputar kontroversi gereja, dengan tokoh utama yang sama, yaitu simbolog dari Harvard Robert Langdon.

Cerita berawal dari pembunuhan seorang ilmuwan sebuah institusi di Swiss dengan cap di dadanya, sehingga membuat sang direktur institusi memanggil Langdon untuk membantu mengungkap kasus tersebut. Cap di dada sang ilmuwan ternyata berupa ambigram (semacam kaligrafi yang maknanya tetap sama jika dibaca terbalik) bertuliskan Illuminati-sebuah persaudaraan kuno yang dibenci Gereja.

Diduga kelompok yang telah lama mati ini berupaya melakukan balas-dendam terhadap Gereja. Demi mencegah balas dendam tersebut, Langdon ditemani ilmuwan cantik Vittoria Vetra, pergi ke Vatikan, bertepatan dengan agenda pemilihan Paus yang baru. Mereka membantu pasukan Garda Swiss menemukan bom serta menyelamatkan 4 kardinal calon Paus yang diculik kelompok Illuminati, dengan memecahkan simbol-simbol Illuminati. Petualangan membawa mereka menyusuri situs-situs kuno di Roma yang misterius, dan kemudian mendapati sebuah konspirasi yang mengejutkan.

Dengan gaya bertutur yang amat menarik, Dan Brown memang membuat kita enggan menaruh buku sebelum membacanya sampai selesai. Secara kebetulan pihak penerbit meluncurkannya hampir bersamaan dengan wafatnya Paus Yohanes Paulus II, sehingga seolah-olah Dan Brown sedang menyajikan sebuah peristiwa nyata. Apalagi cerita berputar di sekitar conclave di Vatikan setelah Paus sebelumnya wafat secara misterius. Sebagai penulis, Dan Brown telah berhasil membuat penggemar kisah petualangan menjadi terkesima akan sejarah abad pertengahan yang penuh misteri.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement