We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Polio mewabah lagi di Indonesia
Polio mewabah lagi di Indonesia E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Minggu, 08 Mei 2005

Kasus penyakit polio kembali ditemukan di Indonesia menyusul terdeteksinya virus yang dipercaya berasal dari Afrika itu di tanah air bulan April 2005 lalu. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Komunikasi Menteri Kesehatan Fahmi Achmadi, Rabu (04/05/2005). Maka secara internasional sertifikat bebas polio dari WHO untuk Indonesia ditunda lagi. Padahal sudah tidak ada kasus sejak 1985.

Kasus yang ditemukan untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir ini di Indonesia, masuk ke tanah air melalui Arab Saudi, TKI atau jemaah haji yang mengunjungi tanah suci Mekkah.

Dari masukan para mommies WRM yang kebetulan juga member milis lain ada beberapa informasi penting mengenai mewabahnya lagi polio di Indonesia. Bagaimana kasus ini mulai terdeteksi dan bagaimana reaksi yang telah dilakukan:

Pada tanggal 21 April, 2005, laboratorium BioFarma Bandung melaporkan ditemukannya virus asli tipe P-1 dari spesimen2 rutin kasus-kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) surveillance. Fikri, anak berusia 20 bulan darikampung Cidadap, desa GiriJaya, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, menderita panas dan diikuti dengan kelumpuhan pada pertengahan Maret y.l, hasil pemeriksaan tinjanya yang kemudian dilaporkan oleh BioFarma. Sebuah tim gabungan DepKes dan WHO kemudian turun kelapangan melakukan investigasi aktif. Tim memastikan bahwa ini memang benar kasus murni Polio dan bukan karena kasus akibat imunisasi. Virus Polio asli terakhir dilaporkan di Indonesia terakhir pada tahun 1995. Tim juga mengumpulkan sample tinja dari 126 anak yang mempunyai riwayat kemungkinan kontak, juga mengidentifikasi 20 kasus AFP disekitarnya (7 kasus sudah dilaporkan, termasuk Fikri, dan 13 lainnya ditemukan dari investigasi aktif). Pemerintah setempat telah melakukan reaksi yang tepat dengan melaksanakan Outbreaks Response Immunization (ORI), y.i mengimunisasi hampir 4,000 balita dari desa yang sama dan tiga desa tetangga.

Dari 6 kasus AFP yang telah dilaporkan, tiga diantaranya telah di konfirmasi oleh BioFarma pada tanggal 5 Mei, 2005, bahwa mereka adalah kasus virus polio liar. Dua kasus berasal dari desa yang sama dan satu dari desa tetangga.

Bagaimana ini bisa terjadi:

Virus P-1 Polio liar ini dikonfirmasi sebagai strain Saudi (dimana virus Polio Nigeria sebagai orang-tuanya), setelah genetic sequencing test dilakukan oleh laboratorium internasional di Mombay, India. Spekulasi berkembang bahwa strain virus yang sama yang juga ditemukan di Saudi, Sudan dan Yemen. Baru-baru ini Yaman juga melaporkan kasus wabah virus import dari jenis yang sama. Kasus Yemen yang pertama ditemukan hanya tiga hari sebelum kasus Sukabumi. Saat ini Yemen telah mengkonfirmasikan 22 kasus Polio liar.

Tingkat cakupan imunisasi rutin pada bayi di Sukabumi juga cukup tinggi, rata-rata diatas 80%, tetapi cakupan di Kampung Fikri memang rendah. Pada umumnya untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, diperlukan suatu cakupan yang mencapai 80% untuk dapat dicapai kondisi proteksi transmisi suatu penyakit.

Sekarang setelah Indonesia mendeteksi 4 buah kasus Polio liar, estimasi berkembang bahwa akan ditemukan lebih banyak lagi kasus positif dari daerah yang sama.

Bagaimana kondisi ini akan mempengaruhi program Bebas Polio Indonesia?

Suatu virus import seperti ini sebenarnya merupakan situasi yang lebih baik, wabah akan lebih mudah dikendalikan. Tindakan yang paling efektif adalah melakukan mop-up, semua balita didaerah ybs diimunisasi segera dan serentak; serta di tingkatkannya kegiatan surveilans. Di regional Asia Tenggara, hanya India yang saat ini dikategorikan masih sebagai wabah. Virus import tidak dianggap serius, sedangkan India masih mempunyai virus lokal. Didunia saat ini terdapat 6 negara yang masih endemis Polio (India, Sudan, Nigeria, Afganistan, Mesir dan Pakistan). Pada tahun 2004 dan awal 2005, beberapa negara yang sudah bebas Polio seperti Chad dan Yaman terserang kembali oleh Polio liar dari negara yang masih endemis.

Pada dasarnya, ada tiga kriteria yang menjadikan Indonesia bisa bebas dari Polio:
a) Kualitas dari surveilans AFP, tidak ditemukannya virus lokal,
b) Imunisasi dasar rutin pada usia bayi (Polio 4 kali) yang cukup tinggi cakupannya, 80% atau lebih, dan
c) Tidak ada lagi virus Polio liar di wilayah tersebut (dalam hal ini masih ada, di India). Sebenarnya program di India berkembang baik, beberapa tahun ini kasus menurun dengan sangat drastic. Diharapkan India dapat menghilangkan virusnya pada akhir tahun 2005 ini.

Memang kita celaka sekali karena munculnya kasus Polio di Sukabumi. Ada beberapa risiko:
1. Secara internasional sertifikat bebas polio dari WHO untuk Indonesia ditunda lagi. Padahal sudah tidak ada kasus sejak 1985
2. PIN harus dilakukan lagi minimal di Jabar, Jakarta dan Banten
3. Anak2 yang belum mendapat imunisasi polio mungkin terjangkit. Virus keluar lewat feses penderita polio, kalau anak yang belum mendapat imunisasi polio makan sesuatu yang tercemar virus tersebut, ia bisa tertular polio.
4. Kalau imunisasi polio sudah lengkap proteksinya mungkin hampir 100%. Jadi check lagi buku imunisasi anak anda, minta tambahan kalau kurang.
5.
Ciri terserang polio: Awalnya hanya demam, flu biasa, lalu terjadi kelumpuhan, biasanya satu tungkai (sebelah). Celakanya kelumpuhantersebut menetap.
6. Kasus polio yang terjadi di Sukabumi mengenai anak yang BELUM atau TIDAK di imunisasi polio. Sumber penularannya dari luar negeri.

Rencana apa yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia?

Departemen Kesehatan akan mengadakan konferensi pers pada hari Jumat tanggal 6 Mei yang akan datang. Pemerintah perencanakan akan mengadakan mopping- up, pemberian dua kali vaksinasi dengan jarak antara satu bulan, mulai pada tanggal 31 Mei, dan kedua pada tanggal 28 Juni. Setiap putaran akan mecakup total 5,2 juta balita di jawa Barat, Banten dan DKI-Jakarta. Pemerintah telah menyatakan kebutuhannya akan dana operasional, termasuk dana untuk sosialisasi masyarakat.

Ada pula upaya peningkatan terhadap kegiatan AFP surveilans dan cakupan imunisasi dasar. Akan dilakukan backlog fighting, memantau semua anak dibawah usia 3 th yang belum melengkapi imunisasi dasar. Saat ini upaya- upaya ini sedang berlangsung di propinsi-propinsi target, dan akan dilakukan pula di propinsi-propinsi lainnya.

Informasi tambahan seputar polio
1. Imunisasi polio pertama diberikan di rumah bersalin persis sebelum pulang
2. Lalu diberikan 3 kali umur 2-4-6 bulan atau 3-4-5 bulan
3. Ulangan pertama sekitar 1 tahun kemudian, sekitar umur 18-20 bulan
4. Ulangan berikutnya umur 5 tahun
5. Total semuanya 6 kali.
6. Umur 12 tahun biasanya masih tetap kebal. Tapi harus yakin bahwadosis polio yang diterima sudah 5-6 kali.
7. Kalau ragu apa sudah lengkap atau belum, minta saja lagi kedokter. Kelebihan dosis tidak ada bahayanya.
8. Di luar negeri yang sudah ada sertifikat bebas polio digunakan IPV (vaksin polio yang disuntikkan) seperti yg dapat dilihat diwebsite. Tapi jangan salah, di Indonesia OPV yang diteteskan sebanyak 2 tetes lebih berguna. Memberi kekebalan pada usus dan untungnya lagi kekebalan tersebut juga menyebar ke anak di sekitarnya lewat feses (air dan lain-lain yang terkena feses).(ci/ wrm)

Sumber: http://cybermed.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Health&newsno=3032
Dr. Hardiono Pusponegoro (
Alamat email ini di proteksi dari spam, Anda butuh JavaScript untuk melihatnya )

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement